Memahami Pengorbanan

10 Apr 2014Redaksi Pernik Muslimah

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrohim, Ibrohim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Alloh kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.”  (QS. as-Soffat [37]: 102)

Pada ayat ini, Alloh subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) telah memilih seorang Nabi yang bernama Ibrohim 'alayhi'l-salām (peace be upon him) untuk menorehkan sejarah penghambaannya kepada Alloh subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) dengan tinta emas untuk membangkitkan para manusia dalam mencapai kejayaan hakiki. Di dalam ayat ini, pengorbanan seorang manusia menjadi satu-satunya jalan untuk meraih kehidupan abadi, surga nan indah yang dinanti. Betapa tidak… Tidakkah kita melihat betapa lbrohim  memanggil anaknya dengan sebutan  Bunayya; anakku tersayang?” Tidakkah kita melihat betapa Ibrohim 'alayhi'l-salām (peace be upon him) bertanya kepada anaknya dengan penuh perhatian; “Cobalah pertimbangkan! Bagaimanakah pendapatmu tentang itu?” Tidakkah kita merasakan betapa Ibrohim 'alayhi'l-salām (peace be upon him) menyembunyikan pergolakan besar yang berkecamuk di relung hatinya? Tapi lihatlah, betapa agungnya sang anak masih sanggup memanggil ayahnya dengan panggilan sayang walaupun nyawanya terancam; “Yaaa abati ; Wahai ayahku tersayang!” Dan alangkah agungnya jawaban sang anak ketika ia menjawab dengan tenang; “Lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu!Dan betapa tegarnya sang anak ketika ia mengatakan; “Niscaya kan kau dapati aku, insya Alloh, sebagai orang-orang yang sabar.”

Wahai muslimah, Kedua sosok inilah pelopor perjuangan mulia, inilah kisah pengorbanan paling akbar dalam sejarah manusia. Dan inilah pelajaran untuk berkorban demi menegakkan kalimatulloh, dan pejuang penegakan kalimat ini pasti mendapatkan janji kemuliaan kehidupan hakiki nan abadi yang tidak akan seseorang memperolehnya kecuali hanya dengan pengorbanan.

Saudaraku…  Mengapa kita harus berkorban? Mengapa kita harus bersujud, berlutut tunduk ketika kita sholat? Mengapa kita harus lapar dan haus dalam melaksanakan puasa di bulan Romadhon? Mengapa kita harus mengeluarkan harta kita untuk melaksanakan ibadah qurban pada hari ‘Idul Adha? Inilah bukti kecintaan kita kepada Alloh . Lihatlah bagaimana Nabi kita Muhammad ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) berkorban hingga nyawanya terancam dengan kematian demi menyampaikan Risalah-Nya kepada manusia, padahal dia adalah seorang utusan Alloh subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He), lihatlah bagaimana para ulama sunnah dalam menghadapi berbagai cobaan dakwah demi memurnikan aqidah yang benar ditengah pertikaian dalam Islam yang berpecah belah? Kalau saja Alloh mau… Dia pasti mampu menjadikan umat itu bersatu tanpa berpecah belah.

Alloh subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) berfirman :

وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً

“…Sekiranya Alloh menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja)... (QS. al-Maidah [5]: 48)

Ukhti Muslimah Alloh subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) memberikan ujian kepada semua manusia yang tidak dapat seseorang lulus dengan ujian tersebut kecuali dengan pengorbanan, yang dengan pengorbanan itu jelaslah siapa yang beriman dengan amalan yang paling bagus dan siapa yang ingkar.

Alloh subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) berfirman :

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kalian, siapa di antara kalian yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (QS. al-Mulk [67]: 2)

(Red-HASMI/IH/aenal Arifin, Lc.)