Dunia Maya, Antara Bahaya dan Bahagia

20 Mar 2014Redaksi Pernik Muslimah

Woman browses Internet at cyber cafe in Putrajaya

Muslimah yang senantiasa istiqomah, kesempatan rubrik wanita teladan kali ini, kita mengangkat tema tentang “Dunia Maya”. Kata itu seolah menjadi dunia baru yang digandrungi banyak orang baik kecil maupun dewasa. Dunia maya saat ini juga ibarat dunia lain yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia.

Menakjubkan memang, hanya dengan duduk di depan monitor komputer seseorang bisa masuk ke dalam dunia maya dan menjangkau kemana saja yang ia kehendaki. Amerika, Eropa, Afrika, Asia, Australia semua disambangi hanya dengan duduk di depan monitor saja. Seolah dunia yang seluas ini menjadi dekat dan sempit ketika seseorang menjelajah dunia maya.

Ragam informasinya sangat lengkap. Mulai dari bisnis, kuliah, konsultasi jodoh, perpustakaan, korespondensi, ceramah bahkan sampai yang jelek seperti dukun dan persihiran ada di dunia maya.

Batas halal dan haram seolah hanyalah ”Klik” yang membutuhkan waktu beberapa detik saja. Gambar, video bahkan cerita-cerita porno menyebar tak terbendung. Mafia-mafia canggihpun bebas bergentayangan tak mengenal batas waktu siang dalan malam. Mereka merambah dan menjamah pikiran-pikiran manusia lewat dunia maya.

“Bahaya” di Belantara Dunia Maya

Dunia maya di balik kecanggihan dan  keasyikannya ternyata menyimpan derita yang berbahaya. Di indonesia sendiri kejahatan dunia maya sudah tak terhitung jumlahnya. Bukan hanya pornografi yang tidak mampu ditanggulangi namun, pembobolan rekening bank, pencurian kartu kredit, situs online aspal (asli tapi palsu), prostitusi, perdukunan, sampai pada penculikan yang semakin marak.

Pembaca hasmi.org yang dirahmati Allah, paling tidak ada beberapa cyber crime (kejahatan dunia maya) utama yang perlu Anda kenali. Jangan sampai kita menjadi korban orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Di antara bahaya tersebut adalah:

  1. Carding yaitu berbelanja menggunakan nomor dan identitas kartu kredit orang lain. Mereka mencuri data tersebut dari internet. Pelakunya dikenal sebagai carder.
  2. Hacking yaitu kegiatan menerobos program komputer milik pihak lain. Para Hacker inilah yang biasanya mengacak-acak situs dan sistem komputer orang lain.
  3. Cracking adalah hacking untuk tujuan jahat. Bakan ia lebih buruk dari carder yang hanya nglirik kartu kredit. Cracker juga mengintai simpanan para nasabah di berbagai bank atau pusat data sensitif lainnya.
  4. Defacing yaitu kegiatan mengubah halaman situs/website pihak lain. Hati-hati situs anda bisa berubah karena ulah defacer ini.
  5. Phising yaitu kegiatan memancing pemakai komputer di internet (user) agar mau memberikan informasi data diri pemakai (username) dan kata sandinya (password) pada suatu website.
  6. Spamming adalah pengiriman berita atau iklan lewat surat elektronik (e-mail) yang tak dikehendaki. Spam sering disebut juga junk e-mail alias “sampah”. Banyak orang yang telah jadi korban kebohongan email sampah ini.

Pembaca yang budiman, selain waspada dengan kejahatan tersebut bagi para pengguna social network (jejaring sosial) sebaiknya jangan sembarangan berkicau di Fb dan Twitter. Seseorang bisa terjerat dalam UU no. 11 tahun 2008 tentang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) jika terbukti menggangu, menipu dan merugikan orang lain.

Sudah banyak korban yang diseret ke pengadilan gara-gara melakukan kejahatan di dunia maya. Sebenarnya bukan hanya harta dan data anda yang terancam di dunia maya. Tapi kehormatan bahkan nyawa seseorang rawan bisa terancam akibat ceroboh di dunia maya.

“Bahagia” Berselancar di Dunia Maya

Memang tak bisa kita pungkiri. Selain bahaya besar ada juga banyak manfaat yang bisa kita dapati di dunia maya. Belanja online, buku-buku gratis, pesan tiket, korespondensi dan ribuan situs yang bisa kita akses untuk meningkatkan kerja dan kinerja kita. Bagaimana kita tidak bahagia hanya duduk di depan monitor kita bisa bisnis, menimba ilmu, kuliah, traning, dan bertatap muka saat berkomunikasi dengan lawan bicara kita?

Bagi orang yang gemar dan doyan kitab-kitab berbahasa Arab misalnya, Anda tak perlu repot-repot mencarinya. Tinggal searching  di www.waqfeya.com atau www.al-mostafa.com Anda bisa mendapatkan ratusan bahkan ribuan kitab hasil scan-an lengkap secara gratis.

Memang Internet kalau boleh diibaratkan seperti pisau. Tinggal bagaimana kita menggunakannya. Untuk menikam atau memotong dan mengupas hal-hal yang bermanfaat. Orang-orang berakal adalah mereka yang menggunakan untuk hal-hal positif dan membangun. Jika demikian adanya insya Alloh  kebahagianlah yang kita raih di dunia maya.

Selanjutnya jangan jadikan otak dan hati kita tempat sampah dari dunia maya. Tulis, posting, baca, ambil dan unduh yang baik dan bermanfaat. Selainnya, hindari dan jangan sembarangan meng “klik” setiap iconnya.

Hati-hati, Jangan Sampai Lupa Diri !

Keasyikan berselancar di dunia maya seringkali membuat orang lupa akan tugas dan kewajibannya. Banyak para suami yang rela menghabiskan waktunya di depan internet dari pada bercanda ria dengan anak dan istri tercinta. Banyak juga para istri yang lupa mengurus anak dan rumah tangga gara-gara keasyikan Facebook-kan atau bisnis online yang ia gelutinya.

Tak sebatas itu, para pelajar, mahasiswa bahkan  karyawan perusahaan terlena akan tugas utamanya di depan dunia maya. Sangat disayangkan lagi ternyata virus dunia maya ini banyak juga menjangkiti mereka yang berpredikat aktivis. Foto-foto ”mejeng” memenuhi Fb, twitter, blog dan di update setiap waktu dan kesempatan.

Dengan dalih “berdakwah” foto-foto itu dipoles dengan kata-kata nasihat yang membuat pembacanya melayang berfantasi penuh pesona. Terkadang terharu, kagum dan salut, sedih dan menangis, rindu dan ingin ketemu bahkan ketawa-ketiwi sendiri. Segala perasaan seolah tumpah ruah tak terbendung bersama tarian jari yang tak kunjung berhenti.

Seringkali banyak juga yang kebablasan. Wahai muslim dan muslimah, banyak orang yang awalnya berniat baik untuk berdakwah, ternyata jatuh dan tergelincir di depan “bidadari dan kesatria dunia maya” yang tidak jelas identitasnya. Hanya dengan sedikit rayuan cinta seseorang rela memberikan identitasnya. Sungguh bertapa banyak hubungan cinta liar via dunia maya.

Bukan hanya remaja, para pasutripun banyak terjebak di dalamnya. Mulai dari sapaan, nasihat sampai akhirnya konsultasi pribadi. Haripun berganti minggupun berlalu seiring dengan kobaran cinta yang semakin menggebu. Akhirnya berlanjutlah hubungan dunia maya dengan saling ketemu bahkan ada yang sampai berzina tanpa rasa malu. Ya  Alloh…benar-benar musibah dan fitnah.

Pertanyaan yang mungkin bisa kita lontarkan dan menjadi bahan renungan. Benarkah kita mendakwahkan Islam di balik update komentar dan status kita? Ataukah kita hanya ingin nampang dan mendompleng dibalik niat mulia ”dakwah di dunia maya”?

Sebenarnya kita sendiri yang tahu jawabannya. Dan mudah-mudahan bisa menjadi renungan bersama. Yang jelas harus benar-benar ekstra hati-hati. Jangan-jangan kita termasuk orang yang kelak diseret ke hadapan Alloh   dan dikatakan “engkau berdusta !” di balik aktivitas kita di dunia maya. Semoga Alloh   selamatkan kita, keluarga kita dan orang-orang yang kita cintai dari bahaya dunia maya sehingga kita tetap menjadi wanita teladan berprilaku sholehah dan berakhlatul karimah walau pun di dunia maya. Wallohu alam bishowab.

 (Red-HASMI)