Cara Mudah Membiasakan Anak Beribadah

25 Feb 2014Redaksi Ruang Keluarga

Cara Mudah Membiasakan Anak Beribadah

Mendidik anak memang membutuhkan keterampilan yang lebih dibandingkan mendidik orang dewasa. Berbagai upaya harus dilakukan agar anak tumbuh berkembang memiliki pengetahuan dan kemampuan sesuai harapan kita, begitu pula sesuai tuntunan Islam. Tekad yang kuat, kesabaran dan keikhlasan mutlak menjadi modal awal untuk pengajaran ini. Selanjutnya tinggal kita menguasai dan mengembangkan metode-metode pengajaran yang sesuai untuk anak kita.

Untuk itu, rubrik Inspiratif kali ini ingin berbagi dengan Anda tentang satu ide dalam mengajari anak agar terbiasa dalam beribadah, khususnya berdoa dan beradab Islami.

Namun sebelum itu, mungkin Anda bertanya-tanya, kenapa harus mengajarkan doa dan adab Islami?

Sebagaimana kita tahu bahwa di antara hamba-hamba yang akan mendapatkan naungan Alloh  pada hari kiamat adalah pemuda yang tumbuh berkembang dalam peribadatan kepada-Nya.

Dalam suatu kesempatan, Ibnu Abbas  mengatakan, “Ibadah yang paling utama adalah doa.”  (HR. al-Hakim, hasan)

Mengapa disebut sebagai yang paling utama? Karena dalam doa, tampak dengan jelas hakikat peribadahan seseorang kepada Alloh. Dalam doa terdapat kerendahan diri seorang hamba kepada Alloh subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He), dan tampak kebutuhannya kepada Alloh subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He). Dimana hal-hal inilah yang menjadi inti dari ibadah.

Selain itu, doa merupakan ibadah yang selalu menyertai setiap aktivitas kita, baik aktivitas duniawi maupun ukhrowi. Mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi, sudah ada tuntunannya dari Rosululloh ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) untuk berdoa. Berarti jika kita dan keluarga hafal kemudian mengamalkannya, otomatis kita telah beribadah seharian penuh.

Kemudian adab-adab etika, ini juga tidak kalah pentingnya dalam ajaran Islam. Karena ajaran al-Qur’an dan as-Sunnah pun memang banyak mengandung pelajaran tentang adab atau etika. Sama seperti doa, mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi, Islam telah menjelaskan bagaimana adab-adabnya.

Sebagai keluarga Muslim, sudah sepantasnya kita mengetahui adab kehidupan sehari-hari menurut al-Qur’an dan as-Sunnah. Sehingga hidup kita pun senantiasa diliputi keberkahan dan peraihan pahala yang berlimpah.

Baik, kembali lagi ke topik awal. Ide yang akan kita lakukan untuk membiasakan anak berdoa dan beradab Islami adalah dengan memasang atau menempelkan tulisan doa dan adab-adab di tempat-tempat yang sesuai. Bahasa kerennya memenuhi rumah dengan aksesoris Islami berisi doa-doa dan adab-adab. Kita bisa memasang stiker, poster ataupun print out hasil kreativitas pribadi.

Daripada menempelkan aksesoris rumah yang tidak bermanfaat atau bahkan dilarang dalam syariat seperti gambar bernyawa, lebih baik kita menempelkan doa dan adab Islami. Sudah menghindari maksiat dapat ilmu pula.

Misalnya kita menempelkan doa atau adab-adab sebelum dan sesudah tidur di dekat tempat tidur anak. Atau doa dan adab-adab makan di meja makan keluarga. Doa atau adab-adab masuk dan keluar kamar mandi, masuk dan keluar rumah dan doa-doa yang lainnya.

Sederhana bukan?

Tapi jangan salah sangka dulu. Dengan melakukan cara ini bukan berarti Anda lepas tanggung jawab tidak mengajarkan mereka sama sekali doa-doa dan adab-adab yang disyariatkan Islam. Sama sekali tidak.

Apa yang kita pasang di tempat-tempat strategis tersebut adalah sebagai upaya pengingat untuk diri kita sendiri dan keluarga. Jadi, kita tetap harus mengajarkan terlebih dahulu kepada keluarga.

Pembaca yang budiman, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan ketika memasang stiker, poster doa dan adab atau yang semisalnya ini di rumah.

Yang pertama, usahakanlah untuk memastikan bahwa doa dan adab yang kita pasang memang benar sesuai dengan contoh Nabi ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him). Seperti doa keluar masuk rumah, doa sebelum tidur, doa bangun tidur, doa keluar masuk kamar mandi dan doa-doa yang lainnya.

Kedua, tidak memasang stiker atau poster yang berisi gambar makhluk hidup. Karena Rosululloh ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) bersabda,

لا تَدْخُلُ الْمَلائِكَةُ بَيْتًا فِيهِ تَمَاثِيلُ أَوْ تَصَاوِيرُ

“Para malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya terdapat patung-patung atau gambar-gambar.” (HR. Muslim)

Ketiga, gunakanlah bahasa yang ringkas, sederhana dan mudah di-pahami. Misalnya, dalam menyebutkan adab cukup sebutkan saja poin-poin-nya tanpa mencantumkan dalil-dalil atau keutamaan-keutamaannya. Ingat, bahwa ini hanya sebagai pengingat saja.

Ikhwati fillah, yang perlu diperhatikan baik-baik adalah jangan sampai kita hanya menyuruh anak membiasakan berdoa dan beradab Islami, tapi kita sendiri tidak menjadi teladan bagi mereka. Yang benar, amalkan bersama keluarga doa-doa dan adab-adab yang sudah dipelajari secara konsisten. Terlebih sudah diingatkan selalu dengan stiker atau poster yang telah kita pasang.

Selain doa dan adab Islami, Anda juga bisa memasang poster tata cara wudhu dan sholat yang benar sesuai contoh Rosululloh ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him). Ini pun akan memudahkan anak Anda dalam mempraktekkan dua amalan yang sangat penting dalam Islam.

Alhamdulillah, seiring dengan perkembangan sarana dakwah yang terus menggeliat, baik stiker atau pun poster doa, adab dan tata cara ibadah kini sudah banyak tersedia dan mudah didapatkan. Tinggal kita memilih dengan jeli isinya sesuai dengan tiga poin yang sudah dibahas.

Akhirnya, inilah tips sederhana yang bisa kami berikan kepada Anda, semoga cara ini memberikan kontribusi positif dan memancing ide-ide kreatif lain pada diri Anda dalam upaya menumbuhkan anak dalam peribadahan kepada Alloh ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him). Wallohu a’lam. (Red-HASMI)