KISAH KAUM ‘AAD (Oleh: Supendi, S.Sy.)

KISAH KAUM ‘AAD

(Oleh: Supendi, S.Sy.)

KHUTBAH PERTAMA

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ

فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ

Saudaraku Kaum Muslimin, rahimakumullah

Di antara kisah yang Alloh ceritakan dalam Al-Quran adalah kisah kaum ‘Aad, kaum yang hidup setelah kaum nabi Nuh asa.. kaum dimana Alloh swt mengutus nabi-Nya yaitu Hud alahissalam… Kaum yang digambarkan dalam al-Qur’an bahwa mereka memiliki fisik yang bagus, tinggi dan kuat. Bahkan belum pernah diciptakan seperti kaum ini sebelumnya dalam masalah ketinggian dan kekuatan fisik.. kaum yang aman dan tentram, tanahnya subur dan rakyatnya makmur.

Kaum yang harta bendanya melimpah ruah. Binatang ternaknya maupun hasil buminya membuat kaumnya hidup dengan penuh kesejahteraan.

Kaum yang tempat tinggalnya adalah tempat tinggal terindah, terbaik dan terkokoh. Bangunannya banyak, megah dan menjulang tinggi walaupun mereka sebenarnya tidak membutuhkannya.

Alloh swt berfirman tentang mereka,

اَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍۖ – ٧اِرَمَ ذَاتِ الْعِمَادِۖ – الَّتِيْ لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِى الْبِلَادِۖ –

“Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum ‘Aad?… (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai Bangunan-bangunan yang tinggi… yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain.” (QS. Al-Fajr: 6-8)

 

Saudaraku kaum muslimin… kesejahteraan hidup kaum ‘Ad ternyata membuat mereka lupa diri, sehingga mereka menjadi sombong..mereka menjadi kaum  yang kejam dan bengis…Yang lebih parahnya… mereka membalas kebaikan-kebaikan Allah itu dengan pembangkangan dan penentangan… sampai-sampai mereka berterimakasih kepada berhala-berhala dan menyembahnya… padahal semuanya adalah pemberian dari Alloh swt…

Lantas Alloh swt mengutus nabi Hud asa, untuk berdakwah kepada mereka… nabi Hud asa mengatakan kepada mereka,

“wahai kaumku.. Bertakwalah kalian kepada Allah yang telah menganugerahkan kepada kalian banyak kenikmatan sebagaimana yang kalian ketahui… Alloh telah menganugerahkan kepada kalian binatang-binatang ternak, anak-anak, kebun-kebun dan mata air. Jika kalian tidak bertakwa kepada Alloh, aku takut kalian akan ditimpa azab besar”. (QS. Asy-Syuaro: 132-135)

Namun seruan dakwah nabi Hud asa ditentang oleh mereka.. bahkan mereka mengatakan,

“Percuma saja kamu mendakwahi kami, karena sama saja bagi Kami, mau kamu memberi nasehat ataupun tidak, sama saja bagi kami… (agama Kami) ini adalah agama yang dibangun dari adat kebiasaan nenek moyang kami..dan Kami pasti tidak akan diazab”.

Bahkan mereka menantang nabi Hud asa untuk mendatangkan azab Alloh dengan segera sebagaimana yang diancamkannya.”

Kaum Muslimin, rahimakumullah… apa yang terjadi setelah penolakan mereka terhadap dakwah nabi Hud asa… Allah Subhanahu wa Ta’ala menahan air hujan, sehingga semua menjadi panas, sumur-sumur kering, sungai-sungai surut, binatang-binatang ternak mereka mati kehausan…mereka pun mulai dilanda kesulitan hidup…

Kemudian Alloh mengirim angin, yang membawa awan hitam ke atas mereka. Sehingga hati mereka berbunga-bunga saat melihatnya, karena mereka kira, itu pertanda hujan akan segera turun. Mereka mengatakan:

قَالُوا هَٰذَا عَارِضٌ مُمْطِرُنَا ۚ

“Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami.”

Tapi Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

بَلْ هُوَ مَا اسْتَعْجَلْتُمْ بِهِ ۖ رِيحٌ فِيهَا عَذَابٌ أَلِيمٌ

“(Bukan.. bukan hujan yang akan turun!) tapi azab yang kalian minta disegerakan.. (yaitu) angin yang mengandung azab yang pedih..” (QS. Al-Ahqaf: 24-25)

Selama 7 malam 8 hari angin itu menerjang, memporak-porandakan dan menghancurkan negeri mereka dan segala sesuatu yang mereka miliki.. Sehingga mereka mati bergelimpangan dengan kondisi mengerikan… yang tersisa adalah bekas-bekas rumah dan tubuh-tubuh mereka tanpa kepala…

Itulah adzab yang Allah Subhanahu wa Ta’ala kirimkan kepada mereka yang membangkang perintah-Nya… Cepat atau lambat adzab itu pasti datang, tidak ada yang bisa menghalanginya jika sudah tiba waktunya. Sungguh, Allah maha kuasa untuk mencabut karunia-Nya dalam hitungan detik bahkan lebih cepat dari itu.

Oleh karena itu saudaraku kaum muslimin… hendaklah apa yang dialami kaum ‘Aad, kaum terkuat yang pernah ada, yang akhirnya binasa, manjadi pelajaran bagi kita yang masih hidup. Kekuatan yang mereka miliki tidak berarti sama sekali saat berhadapan dengan kekuatan Allah Subhanahu wa Ta’ala , Pencipta langit dan bumi.

أقول قولي هذا

KHUTBAH KEDUA

Saudaraku kaum muslimin… negeri kita ini termasuk negeri yang dianugerahi banyak karunia oleh Alloh swt… gunung-gunung, sungai-sungai, perkebunan, lautan dan lain sebagainya banyak memberi manfaat bagi di negeri ini… mudah-mudahan karunia ini semua, tidak dicabut oleh Alloh swt apalagi diganti dengan azab-Nya yang tidak akan ada satupun yang sanggup menghadapinya…

Oleh karena itu, kita sebagai penduduk negeri ini, hendaknya mempertahankan bahkan meningkatkan ketakwaan kita kepada Alloh swt…jangan meremehkan orang-orang yang menasehati kita kepada ketakwaan dan juga hendaknya kita senantiasa bersyukur atas apa yang diberikan-Nya dengan cara mentauhidkan-Nya dan menjauhi perbuatan-perbuatan kesyirikan… dan mudah-mudahan Alloh senantiasa menjaga negeri ini dari tangan-tangan kotor para kafirin dan munafiqin…

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اللهم اغفر لنا ذنوبنا ولوالدينا وارحمهما كما ربونا صغارا

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى

اللهم إنا نسألك علما نافعا ورزقا طيبا وعملا متقبلا

اللهم انصر المجاهدين في كل مكان … وانصرهم, وثبت أقدامهم وسهل أمورهم

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Check Also

BANJIR, BANDANG, DAN LONGSOR DI ACEH, SUMBAR, DAN SUMUT (Oleh: Yusuf Supriadi, S.Pd.I., Lc., M.A.)

BANJIR, BANDANG, DAN LONGSOR DI ACEH, SUMBAR, DAN SUMUT Oleh: Yusuf Supriadi, S.Pd.I., Lc., M.A.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

slot
situs slot