Sumber Dan Jalan-Jalan Keberkahan

3 Aug 2017Redaksi Aqidah

Sumber Dan Jalan-Jalan Keberkahan – Berkah berasal dari bahasa Arab yaitu barokah, artinya kenikmatan (an-ni`mah), juga berarti kebahagiaan (as-sa`adah) dan penambahan (an-nama/az-ziyadah). Al-Isfahani berkata bahwa makna asal dari al-bark –kata benda dari Baraka – yabruku – burukan – ialah dada unta (shadr al-ba`ir). Kemudian digunakan untuk pengertian lain-lain yang searti dan semaksud dengannya.

Al-Barokah adalah kekalnya kebaikan Ilahiyyah (karunia Alloh subhanahu wata’ala) dalam sesuatu, atau dengan kata lain karunia Alloh subhanahu wata’ala yang membawa kekalnya kebaikan dalam hidup manusia.

Alloh subhanahu wata’ala menamakan banyak sesuatu yang dicintai-Nya dengan al-barokah sebagai ungkapan pengagungan. Ar-Rozi rohimahulloh mengatakan: “Alloh subhanahu wata’ala banyak menamakan sesuatu dengan al-barokah. Tempat di mana Alloh subhanahu wata’ala mengajak bicara Musa ‘alaihissalam dinamakan-Nya dengan mubaroka.

فَلَمَّا أَتَاهَا نُودِيَ مِنْ شَاطِئِ الْوَادِ الْأَيْمَنِ فِي الْبُقْعَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ الشَّجَرَةِ أَنْ يَا مُوسَىٰ إِنِّي أَنَا اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ
Maka tatkala Musa sampai ke (tempat) api itu, Dia dipanggil dari pinggir lembah yang sebelah kanan(nya), yaitu di tempat yang diberkahi, dari (arah) sebatang pohon kayu, Yaitu: “Ya Musa, Sesungguhnya aku adalah Alloh, Tuhan semesta alam.
(Qs. Al-Qoshosh [28]: 30)

Alloh subhanahu wata’ala menamakan pohon Zaitun dengan pohon keberkahan, karena terlalu banyak manfaat yang terkandung di dalamnya.

“… yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkah, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), …”
(Qs. An-Nur [24]:35)

Alloh subhanahu wata’ala menjadikan Nabi Isa ‘alaihissalam juga dengan mubaroka:

“Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) sholat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup.”
(Qs. Maryam [19]: 31)

Alloh subhanahu wata’ala juga menamakan hujan dengan air keberkahan, karena manfaatnya yang melimpah:

“dan Kami turunkan dari langit air yang penuh keberkahan…”
(Qs. Qof [50]: 9)

Begitu juga Lailatul Qodr dinamakan Alloh subhanahu wata’ala dengan malam penuh keberkahan.

Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi…
(Qs. Ad-Dukhon: 3)

Sumber Dan Jalan-Jalan Keberkahan

Dari ayat-ayat ini dapat kita simpulkan bahwa keberkahan itu adalah milik Alloh subhanahu wata’ala dan diberikan serta disematkan kepada makhluk-makhluk yang dicintai-Nya. Jadi, tidak ada keberkahan yang bukan berasal dari Alloh subhanahu wata’ala dan bukan keberkahan jika bukan sesuatu yang disebutkan oleh Alloh subhanahu wata’ala sebagai sesuatu yang berkah. Untuk itu mintalah berkah kepada Alloh, bukan kepada selain Alloh dan carilah keberkahan itu dari sesuatu yang dicintai Alloh subhanahu wata’ala dan dari sesuatu yang disebut oleh-Nya dengan keberkahan, jangan membuat-buat atau menyebut sesuatu berkah sendiri.

Jalan-jalan meraih keberkahan hidup:

1. Iman dan takwa
Iman dan takwa adalah jalan pertama dan utama dalam meraih keberkahan hidup. Alloh subhanahu wata’ala berfirman:

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.
(Qs. Al-A`rof: 96)

Rosululloh sholallohu’alaihi wasallam bersabda, Sesungguhnya Alloh subhanahu wata’ala berfirman:

“Wahai Anak Adam, Penuhi hidupmu dengan ibadah kepada-Ku, niscaya Aku penuhi dadamu kekayaan jiwa dan Kututupi kefaqiramu. Jika kau tidak mau melakukannya, niscaya Aku akan penuhi berbagai kesibukan di hadapanmu dan takkan Kututupi kefaqiranmu”.
(Hr. Imam Ahmad: 8681, Ibnu Majah 4107 dan at-Tirmidzi: 2466)

2. Yakin dan Tawakkal
Di antara jalan dalam meraih keberkahan hidup adalah hidup dalam keyakinan dan tawakkal kepada Alloh subhanahu wata’ala dengan seluruh hukum dan keputusan-Nya.

Alloh subhanahu wata’ala berfirman,

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Alloh gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.”
(Qs. Al-Anfal: 2)

Abu Huroiroh rodhiyallohu’anhu meriwayatkan bahwa Nabi sholallohu’alaihi wasallam bersabda:

“Jika seseorang keluar dari pintu rumahnya atau dari pintu tempat tinggalnya, maka dia akan disertai oleh dua Malaikat yang diwakilkan untuknya, jika ia mengatakan; “Bismillah (dengan menyebut nama Alloh), ” maka dua malaikat tersebut akan menjawab; “Kamu telah diberi petunjuk.” Jika ia mengucapkan; “Laa haula walaa quwwata illa billah (Tidak ada daya dan upaya kecuali dengan kehendak Alloh), ” maka kedua Malaikat tersebut akan berkata; “Kamu telah dilindungi.” Jika ia mengucapkan; “Tawakaltu ‘alallah (saya bertawakal kepada Alloh).” Maka kedua Malaikat tersebut akan berkata; “Kamu telah dicukupi.” Beliau bersabda: “Kemudian jika dua qarinnya menemuinya, maka kedua Malaikat tersebut akan mengatakan; “Apa yang akan hendak kalian perbuat kepada seseorang yang telah diberi petunjuk, dan dicukupi serta dilindungi ini?.”
(Hadis Marfu’ Riwayat Ibnu Majah)

3. Qonaah dan Rido
Abdulloh bin ‘Amr bin al-‘Ash rodhiyallohu’anhu meriwayatkan bahwa Rosululloh sholallohu’alaihi wasallam bersabda,

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ
“Sungguh sangat beruntung seseorang yang masuk Islam, kemudian mendapatkan rizki yang secukupnya dan Alloh menganugrahkan kepadanya sifat qana’ah (merasa cukup dan puas) dengan rezki yang Alloh berikan kepadanya”. (HR Muslim, No. 1054).

Hadits yang mulia menunjukkan besarnya keutamaan seorang muslim yang memiliki sifat qanaa’ah, karena dengan itu semua dia akan meraih kebaikan dan keutamaan di dunia dan akhirat, meskipun harta yang dimilikinya sedikit. [Lihat kitab “Syarhu shahiihi Muslim” tulisan imam an-Nawawi (7/145). Dan lihat kitab “Faidhul Qadiir” (4/508)].

Serta jalan-jalan lain-lain yang sangat penting untuk kita jalani, yaitu:
4. Mensyukuri nikmat-nikmat Alloh swt
5. Jujur dan Amanah dalam Bergaul
6. Adil dan tidak berbuat zalim
7. Membaca al-Qur`an, Doa dan Istigfar
8. Jujur, Berbakti dan Silaturrahim

Baca juga Artikel Keluarga Bertaburkan Cinta