Buruknya Ketaatan Kepada Selain Alloh

17 Jan 2018Redaksi Aqidah

BURUKNYA KETA’ATAN KEPADA SELAIN ALLOH

Alloh subhanahu wata’ala berfirman:

اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَٰهًا وَاحِدًا ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ

” Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Alloh, dan (juga mereka mempertuhankan) al-Masih putra Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada sesembahan yang haq selain Dia. Maha Suci Alloh dari apa yang mereka persekutukan.”
(QS. At- Taubah: 31).

Alloh subhanahu wata’ala adalah satu-satunya Ilah (Tuhan) yang harus kita sembah, tiada Ilah kecuali Alloh subhanahu wata’ala. Segala apa yang dihalalkan dan diharamkan-Nya, kita harus tunduk kepada hukum-Nya yang sangat jelas baik di dalam al-Qur’an dan as-Sunnah. Masih banyak orang-orang yang mengaku beribadah hanya kepada Alloh subhanahu wata’ala, akan tetapi keyakinan dan keta’atan kepada orang-orang yang alim dikalangan mereka, pemimpin-pemimpin mereka lebih di utamakan bahkan menyelisihi segala hukum yang telah dijelaskan dalam al-Qur’an dan as-Sunnah. Keyakinan, ketaatan dan ketundukan seperti ini merupakan kekufuran yang menjadi senjata terkuat bagi syaithon dalam menyesatkan ummat manusia.

Di dalam kitab ash-Shohih disebutkan, “Bahwasanya Nabi shollallohu’alaihi wasallam membaca ayat ini (at-Taubah ayat 31) di hadapan ‘Adi bin Hatim ath-Tha’i, maka ia berkata, ‘Wahai Rosululloh, sungguh kami tidaklah menyembah mereka!’ Beliau shollallohu’alaihi wasallam bersabda,

))أَلَيْسَ يُحِلُّوْنَ لَكُمْ مَاحَرَّمَ اللَّهُ فَتُحِلُّوْنَهُ، وَيُحَرِّمُوْنَ مَا أَحَلَّ اللَّهُ فَتُحَرِّمُوْنَهُ، قَالَ: بَلَى، قَالَ النَّبِيُّ فَتِلْكَ عِبَادَتُهُمْ ((

 “Bukankah mereka itu menghalalkan bagi kalian apa yang telah diharamkan Alloh, lalu kamu pun menghalalkannya, dan mereka itu mengharamkan apa yang telah dihalalkan Allah, lalu kamu pun mengharamkannya?’ Ia berkata, ‘Tentu.’ Maka Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Itulah ibadah (penyembahan) kepada mereka’.”
(HR. at-Tirmidzi, Ibnu Jarir dan lainnya)

Hal ini merupakan peringatan bagi orang-orang yang mengaku Islam, yang mengaku tuhan mereka adalah Alloh subhanahu wata’ala, akan tetapi mereka memiliki penguasa-penguasa yang di anggap alim di kalangan mereka, pemimpin-pemimpin ibadah mereka, mereka menjadikan penguasa-penguasa mereka sebagai tuhan-tuhan mereka, meyakini dengan apa yang mereka katakan, bahkan secara terang-terangan dengan keyakinan buruk mereka, mereka bersujud di hadapan penguasa-penguasa mereka, mereka menganggap bahwa dengan segala perintah penguasa-penguasa tersebut mereka telah mematuhi Alloh subhanahu wata’ala.

Maka mentaati mereka (orang-orang alim, rahib-rahib dan pemimpin-pemimpin mereka) dalam menghalalkan dan mengharamkan sesuatu selain dari pada Alloh subhanahu wata’ala adalah bentuk ibadah kepada mereka serta suatu kesyirikan. Dan hal ini  termasuk syirik besar yang menghilangkan tauhid, dan itulah kandungan syahadat La Ilaha Illallah, sebab di antara kandungannya yaitu bahwa menghalalkan dan mengharamkan adalah hak Alloh subhanahu wata’ala semata.

Hal ini menandakan bahwa mereka telah menjadikan orang-orang kafir sebagai sesembahan selain Alloh subhanahu wata’ala. Sebab mereka meletakkan hukum-hukum untuk ia terapkan, yang menghalalkan baginya sesuatu yang haram, dan yang mengharamkan sesuatu yang halal, lalu hal itu dijadikannya sebagai pemutus hukum di antara manusia. Wal ’iyadzu billah…

Semoga Alloh subhanahu wata’ala melindungi kita dari keyakinan buruk mereka.