Ayat-Ayat Kebahagiaan

2 Aug 2017Redaksi Aqidah

Ayat-Ayat Kebahagiaan – Banyak orang yang mendambakan kebahagiaan, mencari ketenteraman dan ketenangan jiwa raga sebagaimana usaha menjauhkan diri dari sebab-sebab kesengsaraan, kegoncangan jiwa dan depresi khususnya dalam rumah dan keluarga. Di antara hal yang terpenting yang mempengaruhi terwujudnya kebahagian pada individu dan masyarakat adalah pembinaan keluarga yang istiqamah di atas ajaran Rosululloh sholallohu’alaihi wasallam. Alloh telah menjadikan rumah tangga dan keluarga sebagai tempat yang disiapkan untuk manusia merengkuh ketenteraman, ketenangan dan kebahagiaan sebagai anugerah terhadap hamba-Nya.

Untuk itulah Alloh subhanahu wata’ala berfirman,

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Rum [30]:21)

Dalam ayat yang mulia ini Alloh subhanahu wata’ala firmankan: (لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا) bukan (لِّتَسْكُنُوا مَعَهَا). Hal ini menunjukkan pengertian ketenteraman dalam perilaku dan jiwa dan merealisasikan kelapangan dan ketenangan yang sempurna. Sehingga hubungan pasutri itu demikian dekat dan dalamnya seakan-akan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Alloh subhanahu wata’ala jelaskan hal ini dalam firman-Nya,

“Mereka itu adalah pakaian, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka.”
(QS. Al-Baqoroh [2]:187)

Apalagi bila hubungan ini ditambah dengan pembinaan dan pendidikan anak-anak dalam naungan orang tua yang penuh dengan rasa kasih sayang. Adakah nuansa dan pemandangan yang lebih indah dari ini?

Hal ini menjadi penting karena perintah Alloh subhanahu wata’ala,
 “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu …”
(QS. At-Tahrim [66]:6)

Ini semua menjadi tanggung jawab kita semua, sebab kita semua adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggung jawaban sebagaimana dijelaskan dalam sabda Nabi sholallohu’alaihi wasallam,

 “Kalian semua adalah pemimpin dan seluruh kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Penguasa adalah pemimpin dan seorang laki-laki adalah pemimpin, wanita juga adalah pemimpin atas rumah dan anak suaminya. Sehingga seluruh kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpin.”
(HR. Bukhori dan Muslim)

Dalam hadits di atas, jelaslah Alloh subhanahu wata’ala telah menjadikan setiap orang menjadi pemimpin baik skala bangsa, umat, istri dan anak-anaknya. Setiap orang akan dimintai pertanggung jawabannya dihadapan Alloh. Ingatlah tanggung jawab anak dan istri adalah tanggung jawab besar di sisi Alloh subhanahu wata’ala, hal ini dengan menjaga mereka dari api neraka dan berusaha menggapai kesuksesan di dunia dengan mendapatkan sakinah, mawaddah dan rahmat dan di akherat dengan masuk ke dalam surga. Inilah sesungguhnya target besar yang harus diusahakan untuk diwujudkan. Oleh karena itu agama Islam memberikan perhatian khusus dan menetapkan kaedah dan dasar yang kokoh dalam pembentukan keluarga Muslim. Islam memberikan kaedah dan tatanan utuh dan lengkap sejak dimulai dari proses pemilihan istri hingga memberikan solusi bila rumah tangga tidak dapat dipertahankan kembali.

Pembinaan keluarga ini semakin mendesak dan darurat sekali bila melihat keluarga sebagai institusi dan benteng terakhir kaum Muslimin yang sangat diperhatikan para musuh. Mereka berusaha merusak benteng ini dengan aneka ragam serangan dan dengan sekuat kemampuan mereka. Memang sampai sekarang masih ada yang tetap kokoh bertahan namun sudah sangat banyak sekali yang gugur dan hancur berantakan. Demikianlah para musuh Islam tetap dan senantiasa menyerang kita dan keluarga kita.

Baca juga Perkuat Ukhuwah Bersama Wisata Islami HASMI

Be Sociable, Share!