Infaq Penghapus Dosa

12 Jul 2014Redaksi Ruang Keluarga

Pintu taubat akan slalu terbuka

Saudaraku..

Diantara nama dan sifat Alloh subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) adalah At Tawwaab Maha Penerima Taubat, ini menunjukkan bahwa tak ada satu pun dosa anak adam yang tak terampuni selama mau bertaubat dengan sebenar-benarnya taubat.

“Katakanlah : “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allohmengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS Az Zumar [39]: 53)

Rosululloh ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) bersabda :

‘Alloh‘Azza Wa Jalla berfirman, ‘Barangsiapa membawa satu kebaikan, maka dia mendapatkan balasan sepuluh kalinya, dan Aku akan menambahi. Barangsiapa membawa satu keburukan, maka balasannya satu keburukan semisalnya, atau Aku akan mengampuni. Barangsiapa mendekat kepada-Ku sejengkal, niscaya Aku mendekatinya sehasta. Barangsiapa mendekat kepada-Ku sehasta, niscaya Aku mendekatinya sedepa. Barangsiapa mendatangi-Ku dengan berjalan, niscaya Aku mendatanginya dengan berjalan cepat. barangsiapa menemui-ku dengan dosa sepenuh bumi, dia tidak menyekutukan sesuatupun dengan-ku, niscaya aku menemuinya dengan ampunan seperti itu.’”

(Hadits shahih riwayat Muslim no. 2687; Ibnu Majah, no. 3821; Ahmad, no. 20853).

Dalam hadits lain diriwayatkan, dari Anas bin Malik , dia berkata, “Aku mendengar Rosululloh ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) bersabda :

“Alloh Tabaraka Wa Ta’ala berfirman, ‘Wahai anak Adam, sesungguhnya selama engkau berdoa kepada-Ku dan mengharap kepada-Ku, niscaya Aku mengampuni untukmu dosa yang ada padamu, dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, seandainya dosa-dosamu mencapai awan di langit, kemudian engkau mohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku mengampunimu, dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau menghadap-Ku dengan dosa sepenuh bumi, kemudian menemui-Ku, engkau tidak menyekutukan sesuatupun dengan-Ku, niscaya Aku menemuimu dengan ampunan seperti itu.”

(Hadits shahih riwayat Tirmidzi, no. 3540. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani).

Alloh subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) berfirman:

“Sesungguhnya, Allohtidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (Q.S. An-Nisa’ [4]:48).

Maka, barangsiapa menghadap Alloh subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) dengan bertauhid, walau dengan membawa dosa sepenuh bumi, maka Alloh subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) akan menemuinya dengan ampunan sepenuh bumi juga. Tetapi ini bersama dengan kehendak Alloh subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He). Jika Dia menghendaki, Dia akan mengampuninya; Namun, jika Dia menghendaki, Dia akan menyiksanya dengan sebab dosa-dosanya. Kemudian, akhirnya dia tidak kekal di dalam neraka, namun akan keluar darinya, kemudian akan masuk ke dalam surga.”

Sedekah sebab terhapusnya dosa

Saudaraku..

Manusia hidup didunia ini tak lepas dari segala salah dan dosa. Manusia adalah orang yang selalu saja berbuat salah, dosa, dan keburukan lainnya. Tapi disamping itu manusia jg dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari apa yang dilewatinya termasuk melewati musibah besar yang namannya dosa. Untuk menghapus dosa itu, ada beberapa anjuran yang dianjurkan Islam, tentunnya dengan bertaubat dan kembali kejalan Allah subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He).

Disisi lain, dosa dapat dapat dihapuskan dan dipadamkan dengan bersedekah.  Alloh subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) menjadikan sedekah sebagai salah satu sebab diampuninnya kemaksiatan, dihilangkannya keburukan dan dimaafkannya serbagai kekhilafan.

“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk..”  (Hud [11]: 114).

Nash tersebut diatas memang bersifat umum yang mencakup setiap kebajikan dan perbuatan baik. tapi kalau kita melihat dari beberapa sudut pandang, sudah tentu sedekah merupakan kebajikan dan kebaikan yang paling agung. Dengan sedekah, sudah dipastikan kita melakukan kebaikan dan dalam kebaikan dapat menghapuskan perbuatan buruk (dosa).

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan Robbmu, dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yangmenafkahkan (hartannya), baik diwaktu lapang maupun waktu sempit, orang-orang yang menahan amarahnya dan memafkan (kesalahan) orang lain,. Allohmenyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”. (Ali ‘Imron [3]: 133-134)

dari nash diatas dapat kita simpulkan bahwa sedekah termasuk hal-hal yang paling utama dimana dapat mendatangkan ampunan Alloh subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) terhadap berbagai kesalahan dan dosa tentunya dengan mengharap keridhoan Allah subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He).

Rosululloh ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) bersabda :

“Bersedekahlah kalian, meski hanya sebiji kurma. Sebab, sedekah dapat memenuhi kebutuhan orang yang kelaparan, memadamkan kesalahan sebagaimana air mampu memadamkan api”

Dalam hadits lain sabda Rosululloh ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him):

“Sedekah mampu memadamkan kesalahan, sebagaimana sebongkah es yang meleleh diatas batu karang”.

Sungguh, beruntunglah orang-orang yang gemar bersedekah. Bersedekah dapat mendatangkan kebaikan, menghapuskan segala dosa yang kita perbuat baik disengaja maupun tidak disengaja. Kita sebagai manusia harus saling membantu, memberi dan menolong sesama, alangkah indahnya jika itu dapat terwujudkan dimana rasa persaudaraan akan kental dibumi ini yang mendatangkan ketentraman dan kesejahteraan (dosa kita terampuni).

Nafkah keluarga pun penghapus dosa

Memberikan nafkah keluarga bukan hanya kebiasaan belaka namun lebih dari itu bila diberikan karena mencari ridho Alloh dan dengan cara yang halal itu merupakan penyebab terampuninya dosa yang khusus dan tidak bisa hanya dengan ibadah lainnya. Sebagaimana Rosululloh tegaskan: ”Ada sebagian dosa manusia yang tidak dapat diampuni dengan melakukan sholat, puasa, zakat, haji dan umrah. Tapi dosa tersebut terampuni lantaran prihatin memikirkan nafkah keluarga”. (HR Imam Muslim).

Keprihatinan dan kesulitan mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga mempunyai keistimewaan yang luar biasa. Disamping termasuk bagian dari ibadah, juga dapat dijadikan sarana penebus dosa, yang dosa tersebut tidak dapat diampuni oleh Allohdengan melakukan ibadah fardhu maupun ibadah sunat.

Bekerja keras dengan penuh tawakal sangat dianjurkan oleh Islam dan termasuk amal ibadah yang istimewa.Ketika Rosulullohṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) ditanya tentang amal manakah yang istimewa? Jawab beliau adalah bekerja dengan ketrampilan tangan sendiri, Bahkan Rosululloh ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) menegaskan: ”Bukanlah orang yang terbaik di antara kalian orang yang rajin beribadah mencari pahala akhirat dengan meninggalkan aktivitas bekerja untuk kepentingan kehidupan dunia, dan bukan pula orang yang terbaik di antara kalian orang yang rajin bekerja dengan meninggalkan aktivitas ibadah. Orang yang terbaik di antara kalian adalah yang melaksanakan keduanya: rajin bekerja dan rajin pula beribadah. Sebab kekayaan dapat dijadikan sarana meraih kebahagiaan akhirat. Karenanya, janganlah kalian menjadi manusia pemalas.” (HR. Ibnu Asakir dari Anas).

Siapa diantara kita yang menyangka bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga bagian dari sebab diampuninya dosa?, banyak yang mengira bahwa bekerja adalah hanya sekedar rutinitas untuk mencapai keinginan dan kesuksesan hidup padalah kelelahan dalam bekerja, dapat pula dijadikan tebusan dosa.

Rosululloh ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) menyatakan: “Barangsiapa di sore hari merasa kecapaian, karena seharian bekerja mencapai kecukupan keluarga, maka pada sore hari itu pula dia mendapatkan curahan ampunan dosa.” (HR. Thabrani dari Ibnu Abbas).

Semoga Alloh Ta’ala menjadikan amal-amal sholeh , pekerjaan dan infak kita sebagai sebab terampuninya dosa kita, dan harta kita mendapat keberkahan di dunia dan akhirat.