Tugas Dan Kekhususan Para Nabi Dan Rosul

16 Oct 2018Redaksi Aqidah

Mengenal para Rosul yang diutus kepada umat manusia merupakan perkara penting dan sangat dibutuhkan kaum muslimin. Baik berkenaan dengan iman, tugas, kekhususan dan kehidupan agar dapat dijadikan suri teladan bagi manusia.

Tugas Para Nabi Dan Rosul

Masing-masing Nabi dan Rosul telah dibebankan tugas oleh Alloh Azza Wajalla, diantara tugas yang dibebankan kepada Nabi dan Rosul adalah sebagai berikut:

1. Mengajak manusia beribadah kepada Alloh dan meninggalkan sesembahan selainNya.

Dakwah kepada tauhid dan beribadah hanya kepada Alloh subhanahu wata’ala merupakan dasar dan jalan dakwah para Rosul seluruhnya.

Alloh subhanahu wata’ala berfirman:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أَمَّةٍ رَّسُولاً أَنِ اعْبُدُوا اللهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rosul pada tiap-tiap umat untuk menyerukan “Sembahlah Alloh saja, dan jauhilah thogut.”
(QS. an-Nahl ayat 36)

Dalam ayat yang mulia ini, Alloh subhanahu wata’ala menjelaskan tugas dakwah dan inti risalah para rosul. Yaitu mengajak kepada tauhid, mengikhlaskan ibadah hanya kepada Alloh subhanahu wata’ala dan menjauhi segala sesembahan selain-Nya.

2. Menyampaikan syari’at Alloh Azza Wajalla kepada manusia.

Tugas Nabi dan Rosul yang kedua adalah menyampaikan syari’at Alloh Azza Wajalla kepada manusia dan menjelaskan agama yang diturunkan kepada manusia.

Alloh subhanahu wata’ala berfirman;

يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ ۖ وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ ۚ وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ

“Wahai Rosul, sampaikan apa yang diturunkan kepadamu dari Robb-mu. Dan jika tidak kamu kerjakan apa yang diperintahkan, berarti kamu tidak menyampaikan amanatNya. Alloh memelihara kamu dari gangguan manusia. Sesungguhnya Alloh tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.”
(QS. al-Maidah: 67)

3. Menunjukkan umat kepada kebaikan.

Menunjukkan umat kepada kebaikan dan menyampaikan kabar kepada mereka tentang pahala yang disiapkan bagi pelakunya, serta memberi peringatan kepada mereka dari kejelekan dan siksaan yang disiapkan untuk yang melanggarnya.

Alloh subhanahu wata’ala berfirman,

رُسُلًا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللَّهِ حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُلِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا

“Mereka para rosul diutus sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar tidak alasan bagi manusia membantah Alloh sesudah diutusnya rosul-rosul itu. Dan adalah Alloh Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
(QS. an-Nisa: 165)

Maka tidak ada lagi alasan atau hujjah bagi manusia untuk mengatakan bahwa dirinya tidak menjalankan syariat islam yang mulia ini karena kejahilan atau tidak mengatahui ajaran islam yang benar.

4. Memperbaiki manusia dengan teladan dan contoh yang baik.

Nabi dan Rosul diutus oleh Alloh subhanahu wata’ala juga untuk memperbaiki manusia dengan teladan dan contoh yang baik, baik dalam hal perkataan maupun perbuatan.

Alloh subhanahu wata’ala berfirman:

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ ۖ فَبِهُدَاهُمُ اقْتَدِهْ

“Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Alloh, maka ikutilah petunjuk mereka.”
(QS. al-An’am: 90)

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“Sesungguhnya telah ada pada diri Rosululloh itu suri teladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Alloh dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Alloh.”
(QS. al-Ahzab: 21)

Ayat di atas merupakan petunjuk dan bimbingan dari Robb Yang Maha Mulia kepada kita semua agar kita mau meneladani para Nabi dan Rosul jika kita mengingikan kehidupan yang mulia di dunia dan mendapatkan kebahagiaan yang hakiki di akhirat nanti.

5. Menegakkan dan menerapkan Syari’at Alloh

Dalam surat al-Maidah ayat 49, Alloh subhanahu wata’ala berfirman:

وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوكَ عَنْ بَعْضِ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُصِيبَهُمْ بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْ ۗ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ لَفَاسِقُونَ

“Dan hendaklah engkau memutuskan perkara di anatra mereka menurut apa yang diturunkan Alloh, dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka. Dan waspadalah terhadap mereka, jangan sampai mereka memperdaya engkau terhadap sebagian apa yang telah diturunkan kepadamu. Jika mereka berpaling dari hukum yang telah diturunkan Alloh, maka ketauhilah sesungguhnya Alloh berkehendak menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Dan sungguh, kebanyakan manusia adalah orang-orang yang yang fasik.”
(QS. al-Maidah: 49)

Dari sinilah kita harus berusaha menjalankan ketetapan hukum yang telah dibawa oleh para Rosul Alloh, karena jika kita tidak menjalankan dan berhukum dengan hukum yang telah diajarkan oleh Rosul-rosul Alloh hanya kerusakan dan kebinasaan yang akan kita dapatkan. hal ini dapat kita liat, bagaimana saat ini banyak sekali terjadi kezholiman dan kejahatan serta keburukan-keburukan lainnya disebabkan manusia tidak bahkan enggan berhukum dengan hukum yang telah di bawa oleh para Rosul Alloh.

6. Menjadi saksi sampainya hujjah kepada manusia.

Alloh subhanahu wata’ala berfirman,

وَيَوْمَ نَبْعَثُ فِي كُلِّ أُمَّةٍ شَهِيدًا عَلَيْهِمْ مِنْ أَنْفُسِهِمْ ۖ وَجِئْنَا بِكَ شَهِيدًا عَلَىٰ هَٰؤُلَاءِ ۚ وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ

Dan ingatlah pada hari ketika Kami bangkitkan pada setiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri, dan kami datangkan engkau wahai Muhammad menjadi saksi atas mereka. dan Kami turunkan kitab Al-Qur’an kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu, sebagai petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi oragn yang berserah diri (kepada Alloh).
(QS. an-Nahl: 89)

Kekhususan Para Nabi Dan Rosul

Alloh subhanahu wata’ala telah memilih di antara para hamba-Nya sebagai nabi dan rosul dengan memberikan beberapa kekhususan yang tidak dimiliki hamba-hamba-Nya yang lain. Di antara kekhususan para nabi dan rosul tersebut adalah,

1. Alloh telah mengkhususkan mereka dengan wahyu, sehingga mereka menjadi perantara Alloh dengan hamba-hamba-Nya.

Alloh subhanahu wata’ala berfirman,

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَىٰ إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ

“Katakanlah: “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku, “Bahwa sesungguhnya Ilah kamu itu adalah Ilah Yang Esa.”
(QS. al-Kahfi: 110)

2. Seluruh umat sepakat, para rosul memiliki kemaksuman dalam menerima risalah Alloh, sehingga mereka tidak lupa sedikitpun terhadap wahyu yang diturunkan Alloh subhanahu wata’ala kepadanya. Mereka juga memiliki kemaksuman dalam penyampaian wahyu tersebut kepada manusia.

Alloh subhanahu wata’ala berfirman,

سَنُقْرِئُكَ فَلَا تَنْسَىٰ

“Kami akan membacakan (Al Qur’an) kepadamu (Muhammad), maka kamu tidak akan lupa.”
(QS. al-A’laa: 6)

3. Diberi pilihan ketika akan dicabut nyawanya.

Dalam sebuah riwayat, Aisyah rodhiyallohu’anha berkata.

Aku mendengar Rosululloh shollallohu’alaihi wasallam bersabda: Tidak ada seorang nabipun yang sakit kecuali diminta memilih antara dunia dan akhirat. Pada saat sakit mendekati kematiannya, Beliau mengeluarkan suara parau sekali, sehingga aku mendengarnya. Beliau mengatakan: Bersama orang yang Alloh berikan kenikmatan pada mereka dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan sholihin, lalu aku tahu Beliau sedang diberi pilihan.
(HR. Bukhori)

4. Bila seorang nabi meninggal dunia di suatu tempat, maka ia dikuburkan di tempat tersebut.

Hal ini didasari hadits Abu Bakar, beliau rodhiyallohu’anhu berkata:

Aku mendengar Rosululloh shollallohu’alaihi wasallam bersabda: “Seorang nabi tidak dikuburkan kecuali di tempat kematiannya dengan menyingkirkan pembaringannya dan dibuat lubang di bawah pembaringannya tersebut.”
(HR. Ahmad dengan sanad yang shohih)

5. Alloh memuliakan jasad para nabi dengan tidak dihancurkan oleh tanah yang menguburnya, walaupun dengan rentang waktu yang sangat lama.

Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Rosululloh shollallohu’alaihi wasallam,

“Sesungguhnya Alloh tabaroka wata’ala mengharamkan tanah menghancurkan jasad para nabi.”
(HR. Abu Dawud)

6. Mata mereka terpejam tidur, namun hatinya tetap sadar dan terjaga.

Berkata Anas bin Malik ketika mengisahkan kisah isro’ mi’roj,

Nabi shollallohu’alaihi wasallam matanya tidur, namun hatinya tidak tidur. Dan demikian juga para nabi, mata mereka tidur sedang hati mereka tidak tidur.
(HR. Bukhori)

7. Para Nabi dan Rosul walaupun telah meninggal dunia, namun mereka tetap hidup di kuburannya dalam keadaan sholat.

Dalam hal ini Rosululloh shollallohu’alihi wasallam bersabda,

Para nabi itu tetap hidup di kuburan mereka dalam keadaan sholat.
(HR. Al Bazaar, Abu Nu’aim dan Ibnu Asaakir)

Demikianlah tugas dan kekhususan para nabi secara umum dan ringkas. Mudah-mudahan dapat menambah pengetahuan dan keimanan kita secara benar terhadap mereka.