[Sya’ir] Di Rumahku Ada Mujahid

19 Feb 2014Redaksi Audio

pejuang islam

Judul Sya’ir : Di Rumahku Ada Mujahid

Oleh : Ust. Fachri Fachruddin, S.H.I

————————————————

Play
Cara Download Audio ==> Klik Disini

Anda ingin mendownload adio ini ? Caranya Mudah : 1. Bagi Anda pengguna Google Crhome, silahkan tekan tombol Alt+[Klik Pada Kata Download]. 2. Bagi Anda pengguna Mozila Firefox & yang lainnya, silahkan langsung klik kata Download.

————————————————

Saudariku yang dimuliakan oleh -Alloh Subhanahu wa Ta’ala-, sungguh Alloh -Alloh Subhanahu wa Ta’ala- telah berfirman; “Dan barangsiapa mentaati Alloh dan rosulNya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.”

Saudariku yang dimuliakan oleh Alloh -Alloh Subhanahu wa Ta’ala-, di kehidupan kita tiada kebahagiaan yang sempurna selain kebahagiaan seseorang dalam rumah tangganya dan kebahagiaannya kelak di akhirat. Begitu pula tiada penderitaan yang paling menyakitkan selain penderitaan dalam kehidupan rumah tangganya dan penderitaannya kelak di akhirat. Maka siapa saja yang merasa bahagia dalam menjalani rumah tangganya iapun pasti akan bahagia dalam menjalani hidup sesamanya. Begitu pula sebaliknya jika dia merasa kehilangan ketenangan jiwa dalam kehidupan rumah tangganya maka kehidupannya bersama yang lain pun akan terasa membosankan dan menyusahkan.

Saudariku… tahukah kamu,… kebahagiaan bukanlah bintang ajaib yang jatuh kepada setiap kita, lantas kita akan merasakannya……. dan siapa yang tidak mendapatkan bintang itu maka hidupnya akan menderita dan susah, akan tetapi kebahagiaan terjadi diluar kemampuan manusia, terjadi di luar ambang batas kesanggupan manusia dan itu hanya bisa diraih dengan tekad yang kuat, usaha, dan juga kerja keras. Kebahagiaan yang penuh aral melintang dan juga batu terjal menghadang, kebahagiaan hakiki yang menjadi janji rubbul ‘izzati, kebahagiaan yang tak jarang membuat orang mati dalam meniti, hingga menjadikan sedikit sekali orang yang merindukannya. Karena indahnya dunia…. indahnya dunia dan banyaknya harta telah melenyapkan dan mengalahkan janji robbnya.  Saudariku yang dimuliakan Alloh, satu-satunya jalan yang dapat menghantarkan kita kepada kebahagiaan dan ketenangan di dunia serta  keselamatan, juga keberuntungan kita di akhirat kelak adalah ketaatan kepada Alloh dan rosulnya. Ketaatan yang menuntut keikhlasan, ketaatan yang tidak menjadikan hati menjadi berat, ketaatan yang menuntut penerimaan yang tulus dalam diri kita. Ketaatan yang menuntut pengorbanan, harta, keluarga, bahkan jiwa sekalipun dalam diri kita. Oleh karena itu saudariku yang dimuliakan Alloh -Subhanahu wa Ta’ala-. sungguh indah bila tatanan rumah tangga dihiasi dengan bingkai ketaatan kepada Alloh dan rosulnya. Alangkah bahagianya bila suamimu adalah orang yang selalu mendermakan hidup, harta dan jiwanya untuk meraih kemuliaan disisi Alloh -Subhanahu wa Ta’ala-. Keningnya senantiasa tunduk karena sujud, lisannya tak pernah lelah karena berdzikir. Keringatnya tak pernah kering dan debu selalu menyelimuti tubuh dan pakaiannya karena kecintaannya berjuang di jalan Alloh -Subhanahu wa Ta’ala-. Engkau… ya engkau dan anakmu tak pernah memalingkannya untuk meraih kemuliaan disisi robb justru suamimu akan menjadikanmu dan anakmu sebagai bahtera yang menyelamatkan kehidupannya dan bukan sebagai penghalang atau penghancur kebahagiaanya. Suamimu akan selalu menanamkan sifat qonaah dan juga keperwiraan kepada keluarganya juga tidak pernah berkecil hati dengan segala pemberian robbnya. Saudariku yang dimuliakan Alloh -Subhanahu wa Ta’ala- alangkah mulianya bila dirimu mendermakan hidup, harta dan jiwamu untuk meraih kemuliaan disisi Alloh -Subhanahu wa Ta’ala-, kemuliaanmu akan kamu raih dengan ketaatanmu kepada suamimu, selalu menjaga rahasia, harta dan kehormatan suamimu karena taukah kamu bila surga dan nerakamu terletak pada ketaatanmu kepadanya. Biarkanlah bibir merahmu yang selalu merekah selalu tersenyum simpul dengan pemberian suamimu yang tercinta. Biarkanlah dari tanganmu yang lembut dan mulia tumbuh dan berkembang sosok-sosok perwira. Malammu selalu dihidupkan untuk berdoa, memohon, dan merajuk kepada robbul ‘izzati demi kemuliaan diri, anak, dan suamimu. Kamu tidak akan pernah rela bila suamimu tergoda oleh nikmatnya dunia yang fana, dan hatimu pun tidak akan pernah tenang bila suamimu lari dari ladang perjuangan. Kamu pun tidak ingin menjadi dirimu menjadi penghalang suamimu untuk meraih kemuliaannya. Oleh karena itu saudariku,…. banggalah dengan dirimu, banggalah dengan keadaanmu, karena kamu adalah istri seorang mujahid. Ya… kamu istri seorang mujahid dan kamu bukanlah istri seorang konglomerat. Kalau suamimu ingin meninggalkan jihad ini dan kerja siang malam setengah mati, mungkin saja rizkinya disana akan memberikan tambahan uang untuk kamu. Tetapi kamu,…. kamu akan mendapatkan banyak sekali kerugian di kehidupanmu. Tahukah kamu wahai saudariku, seorang suami yang menjauh dari jihad, jauh dari dzikir, dan jauh dari Islam ia akan senang bermain diluar, berkhianat diluar, dan dia tidak pernah bisa mendidik juga tidak pernah bisa membuat anak-anakmu menjadi orang-orang yang berjiwa mulia. Saudariku akhirnya toh kamu akan menua, keriput, melayu, mengenang masa lalu yang kelam. Tapi jangan lupa wahai saudariku….. jangan pernah lupa…. kalau di rumahmu ada seorang mujahid. Oh… sungguh suatu kebanggaan tersendiri…. di rumahku ada seorang mujahid. Suatu kebanggaan luar biasa bagi seorang wanita mempunyai suami seorang mujahid. Boleh jadi dia seorang yang tak punya, boleh jadi dia seorang yang tak perkasa, namun itu semua tak mengapa… karena dia mulia di mata robbnya. Saudariku yang dimuliakan Alloh -Subhanahu wa Ta’ala-. apalah arti keindahan,….. karena keindahan itu di hati dan di perilaku….. apalah arti dari sebuah kekayaan…. karena kekayaan itu adalah kekayaan hati dan iman. Jangan pernah kau sakiti dia,…. siapa tahu dia sudah punya istri di surga sana,…. sedang memarahimu dan mengatakan ‘biarkanlah dia…. biarkanlah dia…..  jangan kau ganggu suamiku.’ Saudariku… jangan sampai malaikat mencercamu karena kamu telah menyusahkan sang mujahid di malam hari dan menggerutuinya di pagi hari. Demi Alloh…… demi Alloh kehidupanmu akan susah dan perjalananmu akan terasa berat bila kamu menyulitkannya. Tidakkah kamu ingin kembali berkumpul bersamanya kelak di jannah.  Oh sungguh suatu kebangaan tersendiri di rumahku ada seorang mujahid.