Sunniyyah Jama’iyyah, Bahtera Penyelamat Umat

20 Feb 2014Redaksi Kumpulan Khutbah

Bahtera Penyelamat Umat

إِنّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.

يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ …

فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ.

Jamaah shalat Jumat rahimani wa rahimakumullah

Alloh subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kalian aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kalian dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Alloh dan Rosul-Nya dan berjihad di jalan Alloh dengan harta dan jiwa kalian. Itulah yang lebih baik bagi kalian, jika kalian mengetahui. Niscaya Alloh akan mengampuni dosa-dosa kalian dan memasukkan kalian ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar. Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kalian sukai (yaitu) pertolongan dari Alloh dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.”  (QS. ash-Shof [61]: 10-13)

Ketika membahas surat ash-shof ayat 10-13 di atas, biasanya fokus perhatian kita lebih tertuju kepada jihad fi  sabilillah. Surat ash-shof sendiri popular di kalangan para aktivis dakwah karena isinya menggugah kesadaran dan semangat jihad. Kita jarang menyadari bahwa dalam ayat-ayat ini terhimpun prinsip-prinsip besar manhaj Islam.

Bagi pribadi seorang da’i, tujuan dari aktifitas dakwahnya adalah “untuk mendekatkan dirinya sedekat-dekatnya kepada Alloh  dan memasuki surga, serta mendapatkan pahala sebesar-besarnya melalui usaha-usahanua untuk menegakkan Manhaj Alloh  di muka bumi dan membantu sebanyak-banyaknya manusia agar mendapat hidayah dari Alloh . Seorang da’i mengharapkan Alloh  mencintainya karena dia adalah prajurit-Nya yang setia dalam membela hak-hak uluhiyyah serta mengharap sebanyak-banyaknya pahala ketika ia menjadi sebab dapatnya seorang hidayah dari Alloh .

Adapun tujuan dakwah secara umum adalah mewujudkan Islam di bumi ini, menegakkan hak-hak uluhiyyah di alam nyata, menjadikan manusia berada di jalan yang diridoi Alloh , merubah seluruh aspek kehidupan manusia dari kehidupan jahiliyyah menuju kehidupan Islamiyyah.

Semua tujuan dakwah yang telah ditegaskan tadi tidak mungkin tercapai oleh selain dakwah sunniyyah yaitu dakwah yang berjalan di atas sunnah dan mendakwahnya manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Adapun dakwah yang bukan sunniyyah adalah dakwah yang tidak berjalan di atas sunnah dan tidak mendakwahkan manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Hal ini berarti dakwah itu berjalan di jalan yang sesat yang tidak sejalan dengan tujuan pribadi seorang da’i dan tujuan umum dakwah itu sendiri.

Begitu juga amat pentingnya dakwah dijalankan dengan amal jama’i (berjama’ah/terorganisir dan terpimpin). Beberapa poin di bawah ini akan sedikit menjelaskan urgensinya amal jama’i dalam dakwah:

1. Kalau kita tinjau tujuan-tujuan dakwah dan sarana-sarana yang kita perlukan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, jelaslah bahwa akal manusia yang sehat tidak menerima sama sekali bahwa hal-hal tersebut bisa terwujud tanpa amal jama’i. Dengan demikian akal sehat pun mengharuskan beramal jama’i.

2. Amal jama’i telah diterapkan oleh Rosululloh  dan para sahabatnya dalam berdakwah. Mereka bergerak dalam dakwah di bawah komando Rosululloh . Rosululloh  lah yang mengirim beberapa orang sahabah ke negeri Habasyah, Beliau pula yang mengangakat para naqib untuk Anshor serta mengirim utusan-utusan dakwah yang banyak sekali, baik sebelum maupun sesudah hijrah, Rosululloh  telah mendakwahkan kabilah-kabilah sambil meminta mereka untuk mengawal dakwah.

3. Dakwah adalah amal kebajikan dan ketaqwaan, bahkan sebuah kebajikan yang terbesar. Oleh karena itu, dakwah termasuk pada perintah yang terkandung dalam firman Alloh :

“Dan tolong-menolonglah kalian dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kalian kepada Alloh, sesungguhnya Alloh amat berat siksa-Nya.”  (QS. al-Maidah [2]: 2)

Kaum muslimin, rahimani wa rahimakumullah

4. Dakwah adalah amal nushroh (membela agama Alloh ) karena tujuan dakwah adalah menegakkan hak-hak Alloh .

Alloh subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, jadilah kalian penolong (agama) Alloh sebagaimana Isa Ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Alloh?” Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: “Kamilah penolong-penolong agama Alloh”, lalu segolongan dari Bani Isroil beriman dan segolongan lain kafir; Maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang.”(QS. ash-Shof [61]: 14)

5. Amal jama’i dalam berdakwah akan membentuk terwujudnya lingkungan kehidupan yang lebih komitmen terhadap Islam.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَحِيْمُ

Khutbah kedua:

الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْأَرْبَابِ، وَمُسَبِّبِ الْأَسْبَابِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ الْعَزِيْزُ الْوَهَّابُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَفْضَلُ مَنْ قَامَ بِالدَّعْوَةِ وَالْاِحْتِسَابِ، صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أُوْلِي الْبَصَائِرِ وَالْأَلْبَابِ، وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الْمَآبِ.

Jama’ah Jum’at rahimakumullah

Semua yang telah kita paparkan tentang sunniyyah dan jama’iyyah sebagai bahtera penyelamat umat telah dijelaskan oleh Rosululloh ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him).

“Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Alloh, mendengar dan menta’ati ulul amri, sekalipun dia adalah budak habasyah. Sesungguhnya barangsiapa di antara kalian yang masih hidup sesudahku, maka dia akan melihat banyak perselisihan. Untuk itu, wajib bagi kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah khulafa rosyidin yang mendapat hidayah serta terarah di dalamnya. Peganglah dia dan gigitlah dengan gigi geraham kalian. Waspadalah kalian dari perkara-peraka baru dalam agama, karena perkara baru agama itu adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan”. (Hr. Abu Dawud, at-Tirmidzi dan Ahmad).

(( لَتَفْتَرِقَنَّ أُمَّتِيْ عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً، وَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ وَثِنْتَانِ وَسَبْعُوْنَ فِي النَّارِ. قِيْلَ: يَا رَسُوْلَ الله،ِ مَنْ هُمْ؟ قَالَ: اَلجَمَاعَةُ ))

“Sesungguhnya umatku akan berpecah-belah menjadi 73 golongan. Satu golongan di dalam surga dan 72 golongan di dalam neraka. Ditanyakan kepada beliau: Siapakah mereka (yang satu golongan) itu wahai Rosululloh?, maka beliau menjawab: al-Jama’ah. (HR. Ibnu Majah, Ibnu Abi ‘Ashim dan al-Lalika’i)

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً”.
اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد, اللهم بارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد.
ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخاسرين
ربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين آمنوا ربنا إنك رؤوف رحيم
ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاب
ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين
وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين. أقيموا الصلاة

(Red-HASMI/IH/Dr.M.Sarbini M.H.I)