Langganan:Tulisan Komentar

You Are Here: Home » Fatawa » Hukum Terlalu Bersemangat yang Mengarah Kepada Sikap Ekstrem

Hukum Terlalu Bersemangat yang Mengarah Kepada Sikap Ekstrem

Syaikh Ibnu Baz

Pertanyaan:
Ada sebagian para pemuda yang terlalu bersemangat melebihi yang sepatutnya dan mengarah kepada sikap ekstrem, apa nasehat anda terhadapnya?

Jawaban:

Para pemuda dan selain mereka wajib berhati-hati sehingga tidak melakukan tindakan kekerasan, ekstremisme dan ghuluw. Hal ini berdasarkan firman Allah,

“Katakanlah, ‘Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu’.” (Al-Ma’idah:77).

Demikian juga firmanNya,

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (Ali Imran:159).

Dan firmanNya kepada Musa عليه السلام, dan Harun عليه السلام, ketika Dia mengutus keduanya menghadap Fir’aun,

“Maka berbicalah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut mudah-mudahan ia ingat atau takut.” (Thaha:44).

Di dalam hadits Nabi, beliau صلی الله عليه وسلم bersabda,

هَلَكَ اْلمُتَنَطِّعُوْنَ

“Sungguh telah binasalah orang-orang yang melampaui batas.” Beliau mengucapkan hal ini hingga tiga kali.[1]

Dalam sabdanya yang lain,

إِيَّاكُمْ وَالْغُلُوَّ فِي الدِّيْنِ، فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِيْنَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ الْغُلُوُّ فِي الدِّيْنِ

“Berhati-hatilah kamu terhadap tindakan ghuluw (melampaui batas) di dalam agama, karena sesungguhnya yang membinasakan orang-orang sebelum kamu adalah tindakan ghuluw di dalam agama.”[2]

Oleh karena itu, saya berwasiat kepada seluruh da’i agar tidak terjerumus ke dalam sikap berlebih-lebihan dan melampaui batas (ghuluw). Hendaknya mereka bersikap pertengahan, yaitu berjalan di atas manhaj Allah dan hukum KitabNya dan Sunnah RasulNya صلی الله عليه وسلم.

_________
Footnote:
[1] HR. Muslim dalam Shahih-nya, kitab Al-’Ilm (2670).
[2] HR. Imam Ahmad (1854), dan juga diriwayatkan oleh sebagian pengarang kitab As-Sunan dengan sanad Hasan; an-Nasa’i, kitab Al-Hajj (3057), Ibn Majah, kitab Al-Manasik (3029).

Rujukan:
Majalah al-Buhuts al-Islamiyyah, edisi 32, h.120, dari fatwa Syaikh Ibn Baz.
Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 2, penerbit Darul Haq.

 

Sekilas HASMI

"HASMI" (Harakah Sunniyyah Untuk Masyarakat Islami) merupakan salah satu Ormas Dakwah terkemuka di Kota Hujan. Merumputkan manhaj "Ahlussunnah" serta membentuk Masyarakat Islami merupakan pokok utama di bentuknya Ormas Dakwah ini. Dengan ber-Ittiba' kepada Rasulullah -Shallallahu 'alaihi wa sallam- serta mengusung manhaj "Salafuna shalih", HASMI bergerak dan terus berjuang. Hingga Islam Kembali Bangkit dengan menggenggam Kemurnian.

2 Comments

  1. abu sabila says:

    yng prtama harus d benahi adlah aqidah&tauhid,kebanyakan klmpok2 extrem mereka yng kurang aqidah&tauhid,jd mudah d dktrn

  2. pertama says:

    ustadz, mohon penjelasannya..
    saat ini, siapakah yang dimaksud dalam hadist, yang menyebutkan bahwa akan ada dari umat islam yang senantiasa berjihad sampai hari kiamat.
    makasih..

Leave a Reply

© 2011 HASMI :: Sebuah Gerakan Kebangkitan · Subscribe:PostsComments ·