Harta Adalah Kebutuhan Pokok Manusia

4 May 2017Redaksi Aqidah

Alloh subhanahu wata’ala adalah pemilik mutlak alam semesta ini. Manusia diberi amanah mengurusi dan mengelola harta yang diberikan kepadanya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Seperti kebutuhan makan, minum, pakaian, kendaraan, tempat tinggal, dan kebutuhan hidup lainnya. Alloh subhanahu wata’ala membolehkan manusia untuk menikmati dan menggunakan harta tersebut sesuai dengan batasan-batasan yang Alloh subhanahu wata’ala tetapkan. Alloh subhanahu wata’ala berfirman:

وَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ

“Makan dan minumlah kalian, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. al-A’raf [7]: 31)

رَوَى اْلإِمَامُ أَحْمَدُ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: كُلُوْا، وَاشْرَبُوْا، وَتَصَدَّقُوْا، وَالْبَسُوْا، فِي غَيْرِ مَخِيلَةٍ وَلَا سَرَفٍ، إِنَّ اللهَ يُحِبُّ أَنْ تُرَى نِعْمَتُهُ عَلَى عَبْدِهِ.

Imam Ahmad meriwayatkan hadits dari jalur Amr ibn Syu’aib yang beliau riwayatkan dari bapaknya dan yang beliau riwayatkan pula dari kakeknya bahwa Rosululloh sholallohu’alaihi wasallam bersabda,
“Hendaknya kalian makan, minum, bersedekah, dan berpakaian tanpa kesombongan dan tanpa berlebih-lebihan. Sesungguhnya Alloh subhanahu wata’ala mencintai nikmat yang diberikan kepada hamba-Nya terlihat.”

Ayat dan hadits tersebut menunjukkan dibolehkannya bagi manusia untuk makan, minum, dan berpakaian dengan tetap berpegang teguh pada batasan-batasannya. Sebab hal tersebut merupakan kebutuhan hidup manusia yang tidak bisa dipisahkan.