Dakwah, Tarbiyah & Tazkiyah

15 Feb 2014Redaksi Materi

Membangun peradaban robbaniyyah

Membangun Peradaban Umat Robbaniyah

Alloh subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) mengutus Rosul-Nya yang mulia untuk menciptakan sebuah umat robbani yang unik yang disebut Alloh sebagai umat pertengahan (ummatan wasathon: QS. al-Baqoroh [2]: 143) Dan umat terbaik yang dilahirkan untuk menyelematkan umat manusia (khoiru ummah ukhrijat linnas: QS. Ali `Imron [3]: 110). Itulah umat al-shirotul Mustaqim, yaitu umat yang mengikuti jalan yang lurus; jalan tawazun  (keseimbangan) dan takamul  (kesempurnaan) antara benda dan ruh, dunia dan akherat, akal dan wahyu, sikap idealis dan realistis, kehidupan individu dan sosial, kebebasan dan tanggung jawab serta antara kreativitas material dan komitmen keimanan. Di atas ajaran-ajaran ini berdirilah sebuah peradaban universal yang unik. Perdaban yang memadukan antara karakter robbaniyyah (komitmen dengan nilai ke-Tuhan-an) dan insaniyyah (selaras dengan realitas umat manusia), antara ilmu pengetahuan dan keimanan, antara kemajuan dan akhlak. Itulah peradaban Islam yang menguasai dunia selama berabab-abad.

Dalam sebuah tulisannya tentang tugas dan kerja para Nabi dalam membangun peradaban umat yang spesial ini, Ali Muhammad ash-Shollabi menyebutkan 11 tugas dan kerja:

  1. Mendakwahkan manusia untuk beribadah hanya kepada Alloh Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa
  2. Menyampaikan perintah-perintah dan larangan-larangan Alloh  kepada manusia dan kemanusiaan
  3. Menuntun manusia ke jalan kebaikan serta memandu mereka menuju as-sirotul mustaqim dengan mengenalkan dan mengesakan Penciptanya serta pengabdian yang benar
  4. Menampilkan qudwah hasanah
  5. Menjamin keseimbangan dunia dan akherat
  6. Memperkenalkan manusia dengan nilai-nilai kebenaran
  7. Memperkenalkan, mengajarkan ilmu pengetahuan serta mensucikan jiwa-jiwa manusia
  8. Mengingatkan tentang fiqh perjumpaan dengan Allohsubḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He)
  9. Memimpin umat dan menata kehidupan agama dan dunia mereka.
  10. Menjadikan mereka saksi-saksi sejarah dan penegakan kebenaran.
  11. 11. Memberi kabar gembira dan kabar ancaman.

Komitmen kerja besar ini dikisahkan oleh Alloh subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) dalam sebuah kalimat singkat yaitu firman-Nya:

“Tidak pantas seseorang manusia yang telah Alloh berikan kepadanya al-Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia menyeru manusia: “Hendaklah kalian menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Alloh.”  Dia pasti berseru: “Hendaklah kalian menjadi orang-orang robbani, karena kalian mengajarkan al-Kitab dan disebabkan kalian tetap mempelajarinya. Dan (tidak pantas pula baginya) menyuruh kalian menjadikan Malaikat dan para Nabi sebagai tuhan. Apakah (patut) Dia menyuruh kalian berbuat kekafiran di waktu kalian sudah (menganut agama) Islam?”. (QS. Ali `Imron [3]: 79-80)

Menurut hasil kumpulan dari berbagai penafsiran para ulama tentang robbani, Mazin bin Abdul Karim al-Freh berkesimpulan bahwa robbani adalah seseorang yang memiliki karakter gabungan antara ilmu, amal, dakwah, sabar dan komitmen pada kebenaran semua itu.

Jadi kerja membangun peradaban umat yang spesial ini ber-komitmen pada dakwah (menuntun), tarbiyyah (mendidik) dan tazkiyyah (mensucikan) manusia dalam menjalankan amanah pengabdian dan kekhilafahannya. Tugas inilah yang dijelaskan oleh Alloh  dalam semua ayat yang berbicara tentang tugas dan peran para rosul dalam mengemban amanah pembangunan umat dari Alloh subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He).

Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rosul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka kitab dan Hikmah (as Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.”  (QS. al-Jumuah [62]: 2)

Yatlu alaihim berarti mendakwahkan mereka sampai menjadi penganut setia ayat-ayat-Nya.

Yuzakkiihim berarti mensucikan jiwa-jiwa manusia dari berbagai kesyirikan, kekufuran, kenifaqan dan penyakit-penyakit jiwa lainnya.

Yu`allimuhumul kitaba wal hikmah adalah mengajarkan semua ilmu tentang kehidupan mereka hingga mereka meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Wallohu a’lam bishowab

(Red-HASMI/Dr. M. Sarbini, M.H.I.)