Prinsip-prinsip Dasar Ahlussunnah Wal Jama’ah

3 Oct 2015Redaksi Materi

Berikut adalah sebagian besar dari prinsip-prinsip dasar Ahlussunnah wal  Jama’ah yang pada hakikatnya adalah prinsip-prinsip Dinul Islam yang murni seperti yang dismpaikan oleh Rasulullah saw tanpa tercampur unsur-unsur dari luar wahyu Ilahi. seteah mempelajari dasar-dasar ini akan bertambah keyakinan bahwasannya Islam yang murni dan asli adalah Manhaj Ahlussunah wal Jama’ah.

  1. Sumber agama Islam dengan segala seginya adalah wahyu Alloh dalam bentuk Al-Qur’an dan Hadits yang  shohih.

Allah swt berfirman :

“Dan Allah telah menurunkan kitab dan hikmah kepadamu dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. Sesungguhnya karunia Alloh sangat besar atasmu”. (QS. An Nisa’ : 113)

  1. Ijma Sohabat adalah hujjah syar’iyyah.

Ini berarti bahwa ketika sohabat telah berijma’ pada suatu masalah dalam agama, maka ijma itu harus diikuti. Siapa yang melanggarnya akan berdosa dan sesat. Ijma’ sahabat adalah ma’sum, walaupun perorangan mereka tidaklah ma’sum. Ketika keyakinan mereka pada suatu masalah terbagi atas lebih dari satu, maka kita harus mengikuti salah satunya dan tidak boleh menentukan keyakinan lainnya.

  1. Pemahaman Al Qur’an dan Hadits harus sesuai dengan pemahaman sohabat dan methode pemahaman mereka.

Prinsip ini terlalu kuat dan terlalu penting dalam Dinul Islam. Kepentingan dan keutamannya didukung oleh dalil-dalil yang kuat dan jelas sekali.

  1. Ahlussunnah wal Jama’ah menolak semua bentuk bid’ah, baik bid’ah amaliah, aqidah maupun manhajiyah.

Semua bid’ah dalam agama adalah buruk dan sesat, tidak ada stu bid’ah pun yang hasanah.

  1. Semua hadits sohih diterima sebagai dalil dan dasar untuk semua masalah termasuk masalah aqidah baik itu hadits mutawatir ataupun hadits ahad.
  2. Wahyu dari Alloh swt tidak ada yang bertentangan dengan akal yang bersih.

Kalau terjadi seakan-akan ada pertentangan antara keduanya, maka hal ini disebabkan ketidak jernihan akal yang terkotori hawa nafsu, kelemahan atau kejahilan. Dalam hal seperti ini wahyu harus didahulukan atas akal.

  1. Ahlussunnah beriman kepad asemua khabar-khabar ghoib yang datang dari Alloh melalui Al Qur’an dan As Sunnah dan tidak mempercayai khabar ghoib apapun dari sealain keduanya.
  2. Al Iman terdiri dari empat unsur yaitu perkataan hati, perbuatan hati, perkataan lisan, dan perbuatan anggota badan.
  3. Seseorang yang bersyahadatain adalah muslim sampai terbukti kekufurannya.
  4. Tauhidullah (Pengesaan Alloh swt) adalah dasar agama Islamyang terutama bahkan Islam seluruhnya terdiri atas Tauhidulloh.
  5. Ahlussunnah beriman kepada nama-nama dan sifat-sifat Alloh swt yang dijelaskan d dalam Al Qur’an dan Sunnah tanpa merubah-rubahnya atau menolak sebagiannya atau menentukan hakikatnya atau menyamakan dengan makhluknya. Ahlussunnah juga menyangkal semua sifat Alloh swt yang disangkal Alloh swt dan Rasul-Nya dan di waktu yang samamengambil sikap diam terhadap sifat dan nama yang tidak ditetapkan ataupun disangkal oleh wahyu.
  6. Penerapan hukum Alloh swt sebagai satu-satunya undang-undang yang memayungi kehidupan bermasyarakat dan bernegara adalah suatu kewajiban mutlaq yang besar.
  7. Ahlussunnah memberikan wala’ (loyalitas) yang mutlak kepada Alloh swt dan Rosul-Nya, kepada kaum muslimin dalam jihad mereka melawan kuffar dan munafiqin.
  8. Ahlussunnah beriman akan adanya malaikat dengan sifat-sifat dannama-nama yang dijelaskan di dalam Al Qur’an dan hadits-hadits Rosulullah .
  9. Ahlussunnah beriman bahwasannya Alloh swt telah mengutus Rosul-rosul-Nya kepada setiap umat dengan Tauhid. Ahlussunnah pun bersaksi bahwa para Rosul yang mulia itu telah menyampaikan risalah Alloh swt dan menunaikan amanah mereka.
  10. Muhammad Ibnu Abdillah adalah Rosul (utusan) Alloh terakhir dan tidak ada nabi dan rosul sesudahnya sampai hari kiamat.
  11. Alloh swt telah menurunkan kitab-kitab-Nya yang tidak mengandung sedikitpun padanya kebatilan dan Al Qur’an adalah kitab terakhir Yng menjadi satu-satunya kitab panutan setelah kebangkitan Nabi Muhammad .
  12. Alam Barzakh alam antara dunia dan akhirat adalah haq, pertanyaan Malaikat kepada ahlul kubur adalah haq. Azab dan ni’mat kubur adalah haq.
  13. Yaumul Qiyamah pasti datang. Tiada keraguan tentangnya. Tak ada seorang makhlukpun yang tahu tentang waktunya, hanya Alloh swt yang mengetahuinya. Semua Khabar dari Al Qur’an dan Hadits shohih tentang hari ini adalah haq.
  14. Ahlussunnah beriman kepada Qodarulloh, bahwasannya seluruh yang baik maupun yang buruk hanya dari Alloh saja.
  15. Ahlussunnah beriman kepada wahyu (Kitab dan Sunnah) seluruhnya, tidak meninggalkan sebagian dan menerima sebagiannya lagi. Seluruh wahyu harus diterima dan ditegakkan.
  16. Ahlussunnah berprinsip menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar.