KEUTAMAAN SHOLAT BERJAMAAH
(Oleh: Supendi, S.Sy.)
KHUTBAH PERTAMA
إن الحمد لله نحمده نستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلله فلا هادي له و أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له و أشهد أن محمدا عبده ورسوله
اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ
Ma’asyirol muslimin rohimakumulloh… suatu ketika ada seseorang yang matanya buta datang menemui Nabi Muhammad saw, kemudian dia mengatakan,
يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ لَيْسَ لِي قَائِدٌ يَقُودُنِي إِلَى الْمَسْجِدِ
“Ya Rosululloh, aku ini tidak bisa melihat dan tidak ada yang menuntunku ke masjid untuk sholat berjama’ah, karena itu, berilah aku keringanan untuk shalat di rumah saja’. lantas Rosululloh saw bertanya kepadanya ‘Apa engkau mendengar adzan?’. Ia pun menjawab: ‘Ya, saya mendengarnya’. Maka Rosululloh saw pun bersabda, ‘Kalau begitu engkau harus tetap sholat berjama’ah di masjid.” (HR. Muslim)
Pernah juga suatu hari, Umar Ibnul Khotthob ra pergi ke kebun kormanya. Ketika pulang, ternyata sahabat-sahabatnya telah selesai melaksanakan sholat ‘Ashar berjama’ah. Maka beliaupun menyesal dan kebunnya pun disedekahkan kepada fakir miskin agar menjadi penebus atas tertinggalnya sholat berjamaah..
Ma’asyirol muslimin rohimakumulloh… Dari dua kisah ini, seharusnya kita dapat mengambil pelajaran berharga…. Kita menyadari bahwa kita belum sampai ke titik mengagung sholat berjamaah di masjid dengan semestinya…. Kita masih menganggap remeh seruan adzan yang kita dengar dari masjid-masjid, Padahal sholat berjama’ah adalah ibadah yang agung, ibadah yang menjadi syiar Islam yang paling nyata …. Dan perintahnya pun sangat jelas, benar-benar berasal dari pencipta kita, pemberi rizki kita, penguasa jagat raya ini; Alloh Azza wa Jalla…
وَأَقِيمُوا الصَّلاَةَ وَءَاتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ
“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah bersama orang-orang yang ruku’.” (QS. Al-Baqarah: 43)
Karena itu, Alangkah beruntungnya kita semua, yang diberikan kemudahan dan kesanggupan untuk melaksankan sholat berjama’ah di masjid, dan ini wajib kita syukuri, karena berapa banyak orang yang kuat fisiknya, memiliki waktu yang luang, bahkan tempatnya tidak jauh dari masjid, namun tidak sanggup melangkahkan kakinya ke masjid untuk sholat berjama’ah…
Ma’asyirol muslimin rohimakumulloh… banyak sekali hadis-hadis Rosululloh saw yang menyebutkan tentang keuntungan yang akan diraih oleh orang-orang yang sholat berjamaah di masjid.. Di antara keutamaannya tersebut:
Pertama: Dosa dan kesalahannya dihapus dan diampuni oleh Alloh swt. sebagaimana sabda Rosululloh saw
مَنْ رَاحَ إِلَى مَسْجِدِ الْجَمَاعَةِ فَخُطْوَةٌ تَمْحُو سَيِّئَةً وَخُطْوَةٌ تُكْتَبُ لَهُ حَسَنَةً, ذَاهِبًا وَرَاجِعًا : رواه أحمد
“Barang siapa yang berangkat menuju masjid untuk shalat berjama’ah maka satu langkah kakinya akan menghapuskan dosa dan satu langkah kakinya lagi akan ditulis satu kebaikan, baik ketika pergi maupun ketika kembali” (HR. Ahmad).
Dalam hadis lain Rosululloh saw juga bersabda:
“Barangsiapa yang berwudhu secara sempurna, kemudian berangkat ke masjid untuk mengerjakan shalat wajib, lalu ia shalat bersama kaum Muslimin, atau bersama jama’ah, niscaya Alloh akan mengampuni dosa-dosanya.” (HR. Muslim)
Karena itu sudah selayak kita sebagai manusia yang banyak memiliki dosa dan kesalahan, bersemangat mendatangi masjid untuk melaksanakan sholat berjama’ah, agar dosa-dosa kita diampuni Alloh swt.
Kemudian, yang kedua: orang yang sholat berjamaah di masjid akan meraih pahala 27x lipat pahala atau derajat dari sholat sendirian.. Rasulullah saw bersabda,
((صَلاةُ الْجَمَاعَةِ أفْضَلُ مِنْ صَلاةِ الْفَرْدِ بِسَبْعٍ وَعِشْرِيْنَ دَرَجَة)).
((Shalat berjama`ah lebih utama derajatnya daripada shalat sendirian, selisihnya 1 banding 27 derajat.)) Muttafaqun `Alaihi.
Kemudian yang ketiga: Mereka yang sholat berjamaah di masjid, akan didoakan oleh para Malaikat… dan doa para Malaikat itu pasti diijabah.
Rosululloh saw telah bersabda:
وَالْمَلاَئِكَةُ يُصَلُّوْنَ عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ فِى مَجْلِسِهِ الَّذِي صَلَّى فِيْهِ يَقُوْلُوْنَ: اَللَّهُمَّ ارْحَمْهُ، اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ، اَللَّهُمَّ تُبْ عَلَيْهِ
“para malaikat akan mendoakan salah seorang di antara kalian, selama masih berada di tempat (shalat)nya. Mereka berdoa: ‘Ya Alloh, sayangi dan ampunilah ia, serta terimalah taubatnya’…. (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Kemudian yang keempat: keutamaan yang akan diraih oleh orang yang rajin sholat berjamaah di masjid, adalah sebagaimana sabda Rosululloh saw:
إِنَّ لِلْمَسَاجِدِ أَوْتَادًا هُمْ أَوْتَادُهَا ، لَهُمْ جُلَسَاءُ مِنَ الْمَلَائِكَةِ، فَإِنْ غَابُوا سَأَلُوا عَنْهُمْ، وَإِنْ كَانُوا مَرْضَى عَادُوهُمْ، وَإِنْ كَانُوا فِي حَاجَةٍ أَعَانُوهُمْ
“Sesungguhnya masjid-masjid itu memiliki pasak. Mereka adalah para jamaah tetap dan mereka memiliki teman duduk dari golongan malaikat.. jika jamaahnya tidak ada, maka malaikat merasa kehilangan. Jika mereka sakit, maka malaikat akan menjenguknya. Jika mereka memiliki kebutuhan, maka para malaikat akan membantunya. (HR. Ahmad)
أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ
Ma’asyirol muslimin.. alangkah beruntungnya jika kita termasuk orang-orang yang mendapatkan keutamaan sholat berjama’ah di masjid…. karena dengan begitu derajat kita akan ditinggikan dan dosa-dosa kita akan diampuni oleh Alloh swt.
Sebaliknya, seseorang, akan sangat merugi jika tidak sholat berjama’ah di masjid, karena selain tidak mendapatkan banyak keutamaannya, diapun akan tergolong orang yang memiliki sifat kemunafikan…. karena ciri kemunafikan yang sangat jelas di masa Rosulululloh saw dan para sahabatnya adalah tidak sholat berjama’ah di masjid, terlebih pada sholat isya dan sholat subuh.
Rosululloh saw bersabda:
أَثْقَلَ الصَلَاةِ عَلَى المُنَافِقِيْنَ صَلَاةُ العِشَاءِ وَصَلَاةُ الفَجْرِ، وَلَوْ يَعْلَمُوْنَ مَا فِيْهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا
v“Shalat yang paling berat bagi kaum munafikin ialah shalat ‘isya’ dan shalat Subuh. Padahal Seandainya mereka mengetahui keutamaan pada kedua shalat itu, niscaya mereka akan mendatanginya meski dengan merangkak.”
Ma’asyirol muslimin rohimakumulloh… semoga kita semua diberikan kekuatan, kemudahan dan keistiqomahan dalam melaksanakan sholat berjama’ah di masjid, agar kita semua bisa meraih segala keutamaan-keutamaannya…
إنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآيـُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صّلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ وَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ اْلأَمْوَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَ لِوَالِدَيْنَا وَ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَيَانَا صِغَارًا
اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ نُشْرِكَ بِكَ شَيْئًا نَعْلَمُهُ ، وَنَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا نَعْلَمُهُ
اللَّهُمَّ يَامُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ، ثَبِّتْ قُلُوْبَنَا عَلَى دِيْنِكَ، وَ يَامُصَرِّفَ الْقُلُوْبِ صَرِّفْ قُلُوْبَنَا إِلَى طَاعَتِكَ
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
اَللَّهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ أَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَ الْمُشْرِكِيْنَ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ اْلعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى اْلمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَلَمِيْنَ
HASMI :: Sebuah Gerakan Kebangkitan Himpunan Ahlussunnah Untuk Masyarakat Islami