.:: Hukum Berpartisipasi dan Membantu dalam Acara Tumbal dan Sesajen Setelah kita mengetahui bahwa melakukan ritual jahiliyyah ini adalah dosa yang sangat besar, bahkan termasuk perbuatan syirik kepada Allah, yang berarti terkena ancaman dalam firman-Nya, إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا “Sesungguhnya, Allah tidak akan mengampuni (dosa) perbuatan …
Read More »Budaya Munkar
.:: Tumbal dan Sesajen. Tradisi Syirik Warisan Jahiliyah (Bagian 2).
.:: Hukum Tumbal dan Sesajen dalam Islam Mempersembahkan kurban yang berarti mengeluarkan sebagian harta dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, adalah suatu bentuk ibadah besar dan agung yang hanya pantas ditujukan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala[Lihat kitab Taisiirul Kariimir Rahmaan (hal. 282)]. Sebagaimana dalam firman-Nya, قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا …
Read More ».:: Tumbal dan Sesajen. Tradisi Syirik Warisan Jahiliyah (Bagian 1).
Ritual mempersembahkan tumbal atau sesajen kepada makhuk halus/jin yang dianggap sebagai penunggu atau penguasa tempat keramat tertentu adalah kebiasaan syirik (menyekutukan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan makhluk) yang sudah berlangsung turun-temurun di masyarakat kita. Mereka meyakini makhluk halus tersebut punya kemampuan untuk memberikan kebaikan atau menimpakan malapetaka kepada siapa saja, sehingga dengan mempersembahkan tumbal atau sesajen tersebut mereka berharap dapat meredam kemarahan …
Read More »Jelang HUT RI, Puluhan Mahasiswa Nyekar ke Makam Pahlawan
SURABAYA – Surabaya punya banyak cerita sejarah perjuangan bangsa. Setidaknya itulah alasan puluhan mahasiswa mengadakan ‘nyekar’ ke beberapa makam pahlawan bangsa. Mereka ingin mengaiti generasi muda untuk tetap mengingat dan mau mempelajari sejarah bangsa. Untuk sampai ke makam WR Soepratman di jalan Rangkah (salah satunya), puluhan mahasiswa tersebut ngonthel bareng menggunakan sepeda jadul. Mereka juga lengkap mengenakan baju batik dan baju …
Read More »Waktu Keramat
Di suatu pagi yang cerah, terjadi perbincangan antara dua sahabat (Ali dan Ade) di sebuah warung tegal: ‘Ali: “Assalamu’alaikum, hai Ade apa kabar? datang yah bulan depan di acara pesta pernikahanku!” Ade:“Wa’alaikum salam, Alhamdulillah baik kang, Tapi… bulan depankan Safar? Kamu tahu kan tentang bulan keramat tersebut? Sst… baiknya jangan kawin di bulan safar, nanti rumah tangganya bisa …
Read More »Ketika Kuburan Dikeramatkan
“Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian telah menjadikan kubur-kubur sebagai masjid… Ingatlah janganlah kalian menjadikan kubur sebagai masjid, karena sesungguhnya aku melarang kalian dari hal ini.” (HR. Muslim, an-Nasai, Ibnu Hibban, dan Abu 'Awanah dari Jundub bin Junadah). Dalam fakta sejarah, paganisme merupakan agama sesat pertama yang dianut oleh manusia, hal itu bermula saat mereka mengkultuskan para tokoh yang sudah wafat. …
Read More »Dan Hewan pun Disembah
Hewan itu…, bernama kerbau…. Tak jauh berbeda dengan kerbau lainnya…, makan rumput, main lumpur…, dan seterusnya… Tapi mengapa…, kerbau yang satu ini harus dibedakan…? Berbondong-bondong orang mendatanginya, mengaraknya, sampai berdesak-desakan hanya untuk bersentuhan dengannya… dan tak hanya itu, bahkan sampai kotoran dari hewan yang tak punya malu karena tak pernah pakai baju dan celana itu pun diburu habis-habisan…, ditunggu-tunggu …
Read More »Tashawwuf, Mengotori Jalan Sunnah
Tidak ada ta’abudi atau amali i’tiqadi yang dilakukan secara berlebih-lebihan (ghulu’) dan tasydid (sangat ketat dan keras), kecuali dilaksanakan oleh perorangan yang telah ditepis dan dilarang oleh Rosul shalallahu ‘alaihi wa sallam. Seperti tepisan dan larangan Rosul shalallahu ‘alaihi wa sallam terhadap beberapa orang yang bertanya tentang ibadah, ada yang terus-menerus shaum, ada yang tidak mau menikah dan lain-lain, kemudian …
Read More »Bila Kyai di Pertuhankan
Fanatik terhadap kyai, ulama, atau ustadz memang telah mendarah dagingdalam tubuh umat ini. Yang jadi masalah bukanlah sekedar mengikuti pendapat orang yang berilmu. Namun yang menjadi masalah adalah ketika pendapat para ulama tersebut jelasjelas menyelisihi alQur’an danasSunnah tetapi dibela matimatian. Yangpenting kata mereka ‘sami’na wa atho’na’ (apa yang dikatakan oleh kyai kami, tetap kami dengar dan kami taat). Entah pendapat …
Read More »“DEBUS” KAROMAH ATAU SIHIR?
Pemerintah daerah diminta melestari-kan seni bela diri debus khas budaya Banten, karena saat ini seni bela diri tersebut sudah langka di masyarakat. "Saya sangat prihatin seni bela diri debus yang merupakan warisan nenek moyang nyaris menghilang," kata Ketua Paguyuban Tjimande Tarik KolotKebon Djeruk Hilir (TTKKDH) Kabupaten Lebak Banten.
Read More »
HASMI :: Sebuah Gerakan Kebangkitan Himpunan Ahlussunnah Untuk Masyarakat Islami