ANTARA MISKIN DAN KAYA

18 Nov 2015Redaksi Buletin Dakwah As Asilmi

Alloh Subhanahu wata’ala memiliki nama Ar-Rozzaq yang artinya Maha Pemberi rezeki berikut sarana untuk mendapatkan rezeki tersebut. Setiap makhluk telah dijamin rezekinya oleh Alloh. Alloh subhanahu wata’ala berfirman,

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Alloh-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (Qs. Hud : 6)

Alloh telah menentukan rezeki setiap orang sejak 50.000 tahun yang lalu sebelum Dia menciptakan langit dan bumi. Nabi shollollohu’alaihi wasallam bersabda,
“Alloh ta’ala menetapkan (taqdir semua makhluk) sejak 50.000 tahun sebelum Dia menciptakan langit dan bumi.” (HR. Bukhori)
Bertolak dari hadits ini, kita harus meyakini bahwa yang memberikan rezeki hanyalah Alloh dan tidak boleh berharap apapun kecuali kepada Alloh Yang Maha Agung.

Untuk itu gantungkanlah hatimu pada Sang Pencipta dan Pemberi rezeki serta tinggalkanlah bergantung pada makhluk. Karena sesungguhnya  rezeki itu ada di langit. Tanamkanlah keyakinan dalam jiwa anda bahwa rezeki anda datang dari Rabb sekalian alam. Rezeki anda tidak akan dimakan oleh orang lain. Andapun tidak akan mati sampai rezeki anda sempurna diterima. Rasululloh shollollohu’alaihi wasallam bersabda,
Dari abu Darda’ rodhiallohu’anhu “sesungguhnya rezeki itu mengejar seorang hamba lebih banyak daripada upaya yang dilakukan untuk mencarinya.” (HR. Thobroni).

Rezeki Anak Pun Sudah Dijamin oleh Alloh Ta’ala
Sebagian orang ada yang berasumsi bahwa semakin banyak anak akan membuat kita semakin miskin, dan sedikit anak akan membuat kita menjadi sejahtera dan cepat kaya. Asumsi seperti ini jelas sangat keliru, berapa banyak orang yang memiliki satu atau dua anak namun hidupnya tetap miskin dan tidak sedikit orang yang memiliki banyak anak namun hidupnya kaya sejahtera. Yang demikian itu karena Alloh telah menjamin rezeki kepada masing-masing anak dan orang tua. Alloh subhanahu wata’ala berfirman,
“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu.” (Qs. Al-Isro’ : 31)
Makna ayat ini adalah jangan membunuh anak karena takut miskin baik sekarang maupun yang akan datang.
Mengapa ??
Karena anaklah yang menjadi salah satu faktor datangnya kebahagiaan, kekayaan dan melimpahnya rahmat Alloh ta’ala. Yakinlah, setiap anak yang lahir dengan rezekinya masing-masing !!

Alloh Memberi Rezeki Hamba-Nya Sesuai Kadar Ukurannya
Alloh ta’ala melapangkan rezeki dan menyempitkannya kepada siapa saja yang Dia kehendaki berdasarkan hikmah dan sifat keadilan-Nya. “Alloh melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya dan Dia pula yang menyempitkan baginya. Sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Qs. Al ‘Ankabut : 26)
Ibnu Katsir rohimahulloh dalam kitab tafsirnya menjelaskan, “Maka diantara mereka (makhluk) ada yang kaya dan ada pula yang miskin. Dan Alloh Maha Mengetahui tentang apa yang cocok bagi masing-masing diantara mereka dan maha mengetahui siapa saja yang cocok berstatus kaya dan siapa saja yang cocok berstatus miskin.”
Jika anda tidak kaya, anda harus mengetahui mungkin saja yang terbaik bagi anda adalah tidak kaya. Sebab Alloh Maha Mengetahui yang terbaik untuk hamba-Nya.

Kaya Dan Miskin adalah Ujian dari Alloh Ta’ala
Umar rodhiyallohu ‘anhu berkata “Kekayaan dan kefakiran adalah dua kendaraan, aku tidak peduli mana diantara keduanya yang aku naiki, dan kekayaan dan kefakiran adalah ujian dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala untuk hamba-Nya.” Alloh berfirman, “Adapun manusia apabila Rabbnya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata “Rabbku telah memuliakanku.” (Qs. Al-Fajr : 15)

Kaya dan Miskin Sama Saja disisi Alloh Asalkan Bertakwa
Kaya bukan berarti mulia dan miskin bukan berarti hina. Sangat ironis jika kita memahami bahwa kelebihan rezeki seseorang terhadap orang lain, dianggap sebagai bentuk pengangkatan derajat dalam segala hal. Karena kemiskinan bukanlah bentuk penghinaan Alloh ta’ala atas seseorang. Alloh ta’ala menjelaskan dalam Al-Qur’an “Adapun manusia apabila Rabbnya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata ‘Rabbku telah memuliakanku.’ Adapun apabila Rabbnya mengujinya lalu membatasi rezekinya, maka dia berkata ‘Rabbku menghinakanku.” (Qs. Al-Fajr :15-16)
Ukuran kemuliaan dan kehinaan bukan kaya atau miskin karena Alloh telah memberikan pintu rezeki kepada yang Dia sukai maupun kepada yang tidak Dia sukai. Alloh ta’ala berfirman, “Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kalian disisi Alloh adalah orang yang paling bertakwa diantara kalian.” (Qs. Al-Hujurot : 13)

Miskin Bersabar Kaya Bersyukur
Kaya dan miskin, masing-masing kondisi adalah ladang pahala dan kesempatan untuk mengumpulkan pundi-pundi pahala. Adapun bagi orang yang ditakdirkan miskin, maka diantara hikmahnya, agar hamba tersebut senantiasa membutuhkan Alloh, senantiasa bertawakal, mengharap kepada Alloh semata. Demikian juga bagi orang kaya, ia mengetahui dan merasakan betapa besarnya nikmat Alloh atas dirinya. Rosullulloh shollollohu ‘alaihi wasalam bersabda “Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapat kesenangan dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan dia akan bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya.” (HR. Muslim)

(Red-HASMI)