HARI KEBANGKITAN (Oleh: Supendi, S.Sy.)

HARI KEBANGKITAN

(Oleh: Supendi, S.Sy.)

KHUTBAH PERTAMA

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ

فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّار

Ma’asyirol muslimin rohimakumulloh… Alloh swt berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Mu’minun ayat 15 dan 16)

ثُمَّ اِنَّكُمْ بَعْدَ ذٰلِكَ لَمَيِّتُوْنَ ۗ ١٥ ثُمَّ اِنَّكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ تُبْعَثُوْنَ ١٦

“Sesungguhnya kalian itu wahai manusia, ketika telah selesai masa hidupmu, kalian benar-benar akan mati… kemudian kalian akan dibangkitkan kembali pada hari kiamat nanti..” (QS. Al-Mu’minun: 15-16)

Ayat yang mulia ini adalah salah satu dari sekian banyak dalil dari Al-Qur’an, yang mewajibkan kita semua untuk beriman terhadap adanya hari kebangkitan di akhirat kelak… hari dimana Alloh akan menghidupkan kembali semua yang telah mati dan akan membangkitkannya dari kubur-kubur mereka.. yang kemudian Alloh akan memperhitungkan semua amal yang telah dilakukannya saat di dunia…

Jangan menjadi seperti orang-orang yang kafir, dimana mereka tidak mengimani adanya hari kebangkitan ini, sebagaimana yang Alloh firmankan dalam Al-Qur’an surat At-Taghobun ayat ke 7:

“Orang-orang yang kafir itu meyakini bahwa mereka tidak akan pernah dibangkitkan. Katakanlah kepada mereka (wahai Rasul), “Tidak, (itu adalah keyakinan batil), demi Robbku, yang benar itu, kalian pasti akan dibangkitkan dari kubur-kubur kalian, kemudian kalian akan diberitahu tentang apa yang kalian lakukan di dunia,” dan itu sangat mudah sekali bagi Alloh.” (QS. At-Taghabun: 7).

Ma’asyirol muslimin rohimakumulloh… Setelah kehidupan dunia selesai dengan ditiupnya sangkala pertama, maka akan ditiup sangkakala yang kedua… Sehingga bangkitlah semua manusia sejak zaman Nabi Adam asa hingga manusia terakhir… dimanapun meninggalnya, apakah yang dikubur, yang tertimbun reruntuhan, yang tenggelam ke dasar lautan atau yang dimakan binatang buas sekalipun, semuanya akan dihidupkan dan dibangkitkan kembali…

Alloh berfirman:

وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الأرْضِ إِلا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَى فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَ (٦٨)

“Ketika ditiup sangkakala, maka matilah semua yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Alloh untuk tidak mati. Kemudian ketika ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka mereka semuanya bangkit dari kubur-kubur mereka, setelah itu mereka melihat dan menunggu apa yang akan terjadi.” (QS. Az-Zumar: 68)

Rosululloh saw bersabda (yang artinya): “Setelah tiupan sangkakala kedua, Alloh menurunkan air dari langit, maka mereka pun hidup kembali sebagaimana tumbuhnya sayur-sayuran… kemudian Rosululloh saw juga menjelaskan, bahwa setelah kematian manusia, Tidak ada yang tersisa dari anggota tubuhnya, kecuali tulang ekornya saja. Dari tulang itulah, manusia dibangkitkan kembali pada hari kiamat.” (HR. Muslim)

Ma’asyirol muslimin rohimakumulloh… Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam pernah menanyakan bagaimana kebangkitan itu terjadi?… pertanyaan beliau ini Alloh swt abadikan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqoroh ayat 260.

“Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati”.” (QS. Al-Baqarah: 260)

Maka Alloh berfirman: “Apakah engkau tidak percaya?

Ibrahim pun menjawab: “Tentu saja aku percaya, tetapi ini untuk menambah ketenteraman hatiku.”

Kemudian Allah berfirman: “(Kalau demikian) ambillah 4 ekor burung, lalu cincanglah semuanya olehmu dan campurkan semua dagingnya. “Lalu sebarlah daging yang sudah dicampur tersebut di gunung-gunung yang berjauhan, setelah itu, panggillah burung-burung itu, niscaya burung-burung itu hidup kembali dan datang kepadamu dengan segera.” (QS. Al-Baqarah: 260)

Jadi, meskipun jasad manusia itu dimutilasi atau dibakar dan sudah menjadi abu sekalipun… tetap nanti di akhirat akan dihidupkan dan dibangkitkan kembali…

Abu Huroiroh Radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rosululloh saw pernah bersabda, “Ada seseorang yang belum pernah beramal sholih sedikit pun… Lalu orang itu berwasiat kepada keluarganya: “Jika aku meninggal, tolong bakar jasadku, lalu tumbuk tulangnya sehalus-halusnya. lalu sebarkan saat angin kencang, sebagian di daratan dan sebagian lagi di lautan.

Lalu ia berkata, ‘Demi Allah, jika Allah mampu untuk menghidupkannya, tentu Allah akan mengazabnya dengan azab yang belum pernah dialami seorangpun.

Maka Alloh memerintahkan lautan dan daratan, untuk mengumpulkan jasadnya yang telah menjadi abu tersebut. Lalu orang tersebut hidup kembali. (HR. Bukhori dan Muslim)

Ma’asyirol muslimin rohimakumulloh..setelah semua manusia dibangkitkan, mereka begitu kebingungan, tidak tau arah, berjalan kesana kemari, ke kiri ke kanan dan bertabrakan satu dengan yang lainnya.. karena itu mereka digambarkan seperti Laron-laron yang berhamburan.

Allāh berfirman:

 يَوْمَ يَكُونُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوث

“Hari di mana manusia tatkala itu seperti laron-laron yang bertebaran.”

Setelah itu, mereka dikumpulkan ke suatu tempat yang luas yaitu padang mahsyar… dan keadaan mereka saat menuju padang Mahsyar tersebut sangatlah beragam kondisinya, tergantung tingkat amal sholih mereka semasa hidup di dunia.

Orang-orang yang beriman dan bertakwa dikumpulkan di padang Mahsyar dengan penuh keagungan dan kemuliaan seperti utusan para raja.

Alloh swt berfirman dalam Surat Maryam [19]:

يَوْمَ نَحْشُرُ الْمُتَّقِينَ إِلَى الرَّحْمَنِ وَفْدًا

“(Ingatlah) hari (ketika) Kami mengantar orang-orang yang bertakwa sebagai utusan yang dimuliakan untuk menghadap Alloh Yang Maha Rohman (QS. 19:85)

Sedangkan Orang-orang kafir dikumpulkan dalam keadaan biru muram karena begitu dahsyatnya rasa takut pada hari itu

Dalam sebuah hadits, Rosululloh saw bersabda,

“Pada hari kiamat kelak manusia akan dikumpulkan dalam tiga kelompok besar; ada kelompok yang berjalan, ada kelompok yang berkendaraan dan ada kelompok yang berjalan dengan wajah-wajah mereka.”

Para sahabat pun bertanya, “Ya Rasulallah, bagaimana mereka berjalan dengan wajah-wajah mereka?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Alloh yang berkuasa menjadikan mereka berjalan dengan kaki, juga berkuasa menjadikan mereka berjalan dengan wajah-wajah mereka, dan mereka yang berjalan dengan wajah akan hati-hati ketika melewati tempat yang bergelombang atau tempat yang berduri.” (HR. Ahmad no. 8632)

  • Pemakan riba akan digiring ke padang mahsyar dalam keadaan seperti orang gila karena kesurupan setan.
  • Para koruptor akan dikumpulkan dengan membawa barang yang dikorupsinya.
  • Orang-orang yang sombong dan angkuh akan dihimpunkan seperti semut-semut kecil dalam bentuk manusia.
  • Para syuhada dihimpun dalam keadaan berlumuran darah, namun beraroma minyak kasturi.
  • Orang yang meninggal dalam keadaan ihram akan dibangkitkan dalam keadaan bertalbiyah.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْم

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ… أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

Ma’asyirol muslimin rohimakumulloh… yakinilah bahwa kematian di dunia ini, merupakan gerbang menuju fase kehidupan baru yaitu di akhirat kelak, yang diawali dengan bangkitnya kita semua dari kubur-kubur kita.

Siapa yang keadaanya baik saat dibangkitkan, maka selanjutnya akan merasakan kehidupan yang baik. Dan siapa yang keadaannya buruk saat dibangkitkan, maka selanjutnya akan lebih buruk lagi.

Semoga Alloh swt menjadikan kita orang-orang yang bertakwa dan mati di atas ketakwaan, di atas agama Islam yang mulia ini, karena Rosululloh saw telah bersabda :

يُبْعَثُ كُلُّ عَبْدٍ عَلَى مَا مَاتَ عَلَيْهِ

“Setiap hamba itu akan dibangkitkan berdasarkan kondisi saat ia mati” (HR Muslim no 2878)

إنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآيـُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صّلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ وَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ اْلأَمْوَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَ لِوَالِدَيْنَا وَ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَيَانَا صَغِيْرًا

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

اَللَّهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ أَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَ الْمُشْرِكِيْنَ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ اْلعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى اْلمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَلَمِيْنَ

Check Also

KISAH KAUM ‘AAD (Oleh: Supendi, S.Sy.)

KISAH KAUM ‘AAD (Oleh: Supendi, S.Sy.) KHUTBAH PERTAMA إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

slot
situs slot