SUDAH 4 DARI 5 NEGARA ANGGOTA TETAP DK PBB PEMEGANG HAK VETO RESMI DUKUNG PALESTINA MERDEKA, HANYA TERSISA 1 NEGARA YANG MASIH MENOLAK (Oleh: Yusuf Supriadi, S.Pd.I., Lc., M.A.)

SUDAH 4 DARI 5 NEGARA ANGGOTA TETAP DK PBB PEMEGANG HAK VETO RESMI DUKUNG PALESTINA MERDEKA, HANYA TERSISA 1 NEGARA YANG MASIH MENOLAK

Oleh: Yusuf Supriadi, S.Pd.I., Lc., M.A.

JAKARTA – Gelombang pengakuan terhadap Negara Palestina semakin kuat di forum internasional. Pada 21 September 2025, Inggris secara resmi mengakui Palestina, disusul sehari kemudian (22 September 2025) Prancis mengumumkan pengakuan serupa di Sidang Umum PBB. Kedua langkah bersejarah ini melengkapi sikap Rusia dan China yang sudah lebih dahulu mengakui Palestina sejak 1988. Kini, dari lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB, hanya Amerika Serikat yang masih menolak. Tragedi kemanusiaan akibat perang brutal Israel di Gaza menjadi pemicu utama perubahan sikap negara-negara besar tersebut.

Rusia

Pada 15 November 1988, segera setelah Yasser Arafat memproklamasikan kemerdekaan Palestina di Aljir, Uni Soviet langsung memberikan pengakuan resmi. Setelah bubarnya Uni Soviet, Federasi Rusia tetap melanjutkan sikap itu. Hingga kini, Moskow konsisten mendorong solusi dua negara berdasarkan resolusi PBB dan hukum internasional.

China

Sebulan setelah deklarasi di Aljir, yakni pada Desember 1988, China juga mengakui Palestina sebagai negara merdeka. Beijing mendukung berdirinya negara Palestina di perbatasan 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota. Meski dukungannya kuat secara politik, China tetap berhati-hati dalam langkah konkret demi menjaga stabilitas regional.

Prancis

Setelah bertahun-tahun mengambil posisi hati-hati, akhirnya pada 22 September 2025, Presiden Emmanuel Macron menyampaikan di Sidang Umum PBB bahwa Prancis resmi mengakui Palestina. Keputusan ini diambil sebagai respon atas tragedi kemanusiaan di Gaza serta meningkatnya tekanan publik internasional.

Inggris

Sehari sebelumnya, pada 21 September 2025, Inggris lebih dulu mengumumkan pengakuan resminya terhadap Palestina. Langkah ini bersejarah mengingat Inggris-lah yang dulu menerbitkan Deklarasi Balfour (1917) yang menjadi awal berdirinya Israel. Kini, pengakuan itu disebut sebagai komitmen Inggris terhadap solusi dua negara dan penghentian pembangunan pemukiman ilegal Israel di Tepi Barat.

Catatan

Dengan pengakuan empat anggota tetap Dewan Keamanan PBB ini, dukungan internasional terhadap Palestina semakin menguat. Meski implementasinya penuh tantangan, langkah ini menandai babak baru perjuangan diplomasi rakyat Palestina untuk mendapatkan kemerdekaan yang sah di mata dunia.

Sumber: Diolah dari SINDOnews.com, Jum’at 26 September 2025, artikel oleh Muhaini.
Link: SINDOnews.com.

Sumber : Materi Majalah INTISARI HASMI Vol. 0007 Rubrik Minoritas Muslim

Check Also

JANJI KEMENANGAN (Oleh: Hanif Abu Fayyadh, S.Th.I.)

JANJI KEMENANGAN Oleh: Hanif Abu Fayyadh, S.Th.I.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

slot
situs slot