TAUHID PILAR UTAMA KEBANGKITAN SEJATI
Oleh: Supendi, S.Sy.
Saudaraku kaum muslimin…Pilar yang paling utama dari kebangkitan sejati adalah tauhid. Tanpa tauhid tidak akan mungkin kebangkitan tercapai, karena agama Islam dibangun di atas tauhid. Oleh karena itu ketika Alloh ﷻ hendak membangkitkan umat manusia dari keterpurukannya, Dia mengutus para rosol kepada setiap umat dengan tauhid. Sebagaimana firman Alloh ﷻ :
“Dan sungguhnya kami telah mengutus Rosul pada tiap-tiap umat (untuk menyeru-kan): ‘Sembahlah Alloh (saja), dan jauhilah Thaghut itu.’” (QS. an-Nahl: 36).
Demikian juga Rosululloh ﷺ yang menjadikan pilar kebangkitannya adalah tauhid. Maka kita pun wajib mengikutinya.
Mari kita simak keterkaitan baik langsung maupun tidak langsung antara tauhid dengan kebangkitan sejati di semua sisi.
Kebangkitan Ruhani
Kebangkitan ruhani adalah terwujudnya dominasi penitian Sirotulmustaqim dengan menunaikan sisi pertama amanat yang dipikul manusia yaitu beribadah hanya kepada Alloh ﷻ saja. Kebangkitan ini akan terwujud seiring lenyapnya elemen keterpurukan ruhani. Sedangkan elemen keterpurukan ruhani yang terbesar adalah berupa kepercayaan-kepercayaan dan amalan-amalan syirik yang merupakan lawan dari tauhid (mengesakan Alloh ﷻ).
Kebangkitan Peran
Kebangkitan peran ini berarti tertunaikannya peranan sebagai penyelenggara syariat tauhid atas semua makhluk yang ada di bumi.
Kebangkitan ini dilahirkan oleh induk kebangkitan, yaitu kebangkitan ruhani. Sebagaimana firman Alloh ﷻ :
“Dan Alloh telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kalian dan mengerjakan amal-amal yang sholih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhoi-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan merobah keadaan mereka sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap beribadah kepada-Ku dan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan-Ku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang yang fasik.” (QS. an-Nur: 55)
Ibnu katsir menafsirkan ayat tersebut dengan mengatakan: ‘Ini adalah janji Alloh kepada Rosul-Nya, yaitu akan menjadikan umat Beliau sebagai pemimpin seluruh manusia, memperbaiki keadaan negeri-negeri dan se-luruh manusia pun tunduk kepada mereka’.
Rosululloh ﷺ bersabda: “Sesungguhnya Alloh telah menghimpunkan untukku kekuasaan di bumi, kemudian aku melihat bagian timur dan barat penjuru bumi itu. Kelak kekuasaan umat-ku akan sampai pada daratan bumi di mana Alloh telah menghimpunkannya untukku” (HR. Muslim).
Hanya kekuasaan yang tegak di atas tauhid sajalah yang akan besar dan menang serta tidak akan tertindas. Yang ada hanyalah rasa aman sentausa dan bahagia setelah sebelumnya berada dalam rasa takut yang mencekam, dihina, ditindas, dan direndahkan.
Sebaliknya sangat mustahil kekuasaan akan tegak jika dibangun di atas kesyirikan kepada Alloh ﷻ.
Kebangkitan Duniawi
Kebangkitan ini berupa keberkahan, kebaikan, ketenangan dan kesejahteraan dalam semua sisi kehidupan, karena Alloh ﷻ memberikan kenikmatan-Nya dalam beragam bentuk dan dari berbagai jalan. Seluruh aspek kehidupan; ekonomi, politik, dan sosial kemasyarakatan dipenuhi dengan sumber-sumber kebaikan yang diberkahi.
Kebangkitan ini adalah buah dari tauhid yang ada pada ruhani seseorang, sehingga terjadilah kebangkitan ruhani.
Alloh ﷻ berfirman: “Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi..” (QS. al-A’raf: 96)
Dan firman-Nya: “Barangsiapa mengerjakan amal sholih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. an-Nahl: 97)
Kebangkitan Ukhrowi
Kebangkitan di akhirat adalah kebangkitan yang sejati. Kebangkitan yang berujung pada kehidupan bahagia tanpa derita, kehidupan penuh dengan kenikmatan tanpa merasakan kesengsaraan sedikitpun, kehidupan di surga-Nya yang abadi.
Kebangkitan ini pun terlahir karena kebangkitan ruhani yang dipenuhi dengan cahaya tauhid.
Rosululloh ﷺ bersabda: “Barangsiapa yang mati dalam keadaan tidak menyekutukan Alloh dengan sesuatu, niscaya akan masuk surga, dan barangsiapa yang mati dalam keadaan menyekutukan Alloh dengan sesuatu, niscaya masuk neraka.” (HR. Muslim)
Sebaliknya ketika tauhid tidak ada pada ruhani seseorang maka bukan kebangkitan ukhrowi yang dia peroleh justru sebaliknya dia akan terpuruk di lembah-lembah jahannam.
Alloh ﷻ berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang kafir, yaitu ahli kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.” (QS. al-Bayyinah: 6).
Semoga hal ini dapat membantu kaum muslimin dalam usaha gerakan kebangkitan.
Sumber : Materi Majalah INTISARI HASMI Vol. 0007 Rubrik Manhaj Kemurnian
HASMI :: Sebuah Gerakan Kebangkitan Himpunan Ahlussunnah Untuk Masyarakat Islami