INDONESIA MENANGIS
Oleh: Abu Fayyadh Hanif, S.Th.I.
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan-tangan manusia, supaya Alloh menimpakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar-Rum [30]: 41).
Kita mungkin masih mengingat peristiwa yang terjadi pada tanggal 24 Desember 2004 yang menimpa negeri kita, khususnya di Propinsi Aceh. Jutaan manusia dan ribuan bangunan fisik hampir luldes diterjang Tsunami. Setelah Tsunami yang menggemparkan itu, negeri ini masih enggan untuk menjuai dari bencana, gempa Jogja, pesawat jatuh, kapal tenggelam, gunung meletus, banjir dan serentetan bencana yang lainnya saling susul menyusul, seolah-olah bencana-bencana tersebut berlomba untuk menghancurkan negeri kita tercinta ini. Ada apakah gerangan?
Alloh ﷻ telah menjelaskan kepada kita semua, bahwa pangkal dari kerusakan yang ada di bumi ini, baik di lautan maupun di daratan tidak lain dan tidak bukan adalah karena ulah tangan manusia itu sendiri, yaitu karena dosa dan kemaksiatan yang dilakukan oleh manusia kepada Robb mereka. Hal ini sebagaimana yang dipaparkan oleh para mufassir, diantaranya apa yang ditafsirkan oleh Al Jaziari, “bi dzulmihim wa kufrihim wa fisqihim wa fujurihim wa intisyaril kezholimah, kekufuran, ke- fasikan dan kemaksiatan mereka)”.
Marilah sejenak kita merenungi keadaan ini! Ternyata memang benar adanya, negeri ini telah menjadi lahan subur bagi berkembangbiaknya maksiatan para penghuninya. Sihir dan kesyirikan semakin hari semakin merajalela hingga menjadi suguhan di acara televisi. Korupsi, perampokan, perzinahan, pembunuhan seolah sudah biasa terdengar dan terlihat di depan mata kita. Sementara pembangkangan terhadap perintah-perintah Dzat yang Maha Perkasa; Alloh pun tak terhingga banyaknya.
Saudaraku…, marilah kita simak apa yang dipaparkan oleh Abul ‘Aliyah yang dikutip oleh Ibnu Katsir: “Siapa saja yang bermaksiat kepada Alloh di muka bumi, sungguh dia telah melakukan kerusakan di muka bumi. Sebab, baiknya bumi dan langit disebabkan karena ketaatan”. (Ibnu Katsir, Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim). Maka solusi untuk mengatasi bencana yang datang bertubi-tubi di nusantara ini adalah dengan kembali kepada jalan Alloh ﷻ, yaitu kembali kepada Al Qur’an dan Sunnah Nabi ﷺ yang dipegang teguh dan diamalkan oleh para sahabatnya. Marilah kita bangun dari keterpurukan ruhani kita yang kosong dari ilmu-ilmu Alloh ﷻ, karena keterpurukan ruhani lah biang dari keterpurukan jasmani. Dan yang paling kita khawatirkan adalah keterpurukan ukhrawi akan menimpa kepada kita. Naudzubillah…
Sumber : Materi Majalah INTISARI HASMI Vol. 0006 Rubrik Renungan
HASMI :: Sebuah Gerakan Kebangkitan Himpunan Ahlussunnah Untuk Masyarakat Islami