Menjadi Muslim Yang Produktif

7 Jul 2014Redaksi Pemuda Juang

Cukup menarik memang. Jika kita membicarakan tentang pentingnya menjadi pribadi Muslim yang produktif alias bisa berbagi manfaat kepada saudara Muslim lainnya. Hal ini terbukti dari banyaknya artikel, ceramah singkat, hingga seminar-seminar yang gencar diadakan oleh beberapa EO (Event Organizer) terkait dibanyak tempat.

Pertanyaannya, mengapa banyak orang yang tertarik bahkan gemar menyoal bahasan ini? Jawabannya sederhana, karena Rasulullah ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) pun pernah membahas tentang hal ini, bahkan  Rasulullah ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) memerintahkan kepada kita selaku ummatnya untuk berlaku demikian.

Rasulullah ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) bersabda :

خير الناس أنفعهم للناس

“Sebaik-baik manusia adalah (mereka) yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (HR. Ahmaddan Dishahihkan Al-Albani dalam As-Silsilah As-Shahihah)

Dengan demikian, telah jelaslah bahwa salah satu karakter yang harus dimiliki oleh pribadi Muslim adalah Menjadi Muslim Yang Produktif dan memiliki karakter atau sifat selalu memberi, bukan menerima. Seorang Muslim lebih ditekankan untuk bisa memberikan manfaat bagi orang lain, bukan hanya sekedar mencari pertolongan atau mencari manfaat dari orang lain apa lagi memanfaatkan orang lain.

Karena demikianlah wujud dari sebuah implementasi konsep Islam yang penuh kasih sayang dan cinta, yaitu memberi. Memberi tidak harus dengan materi, karena materi bukan sebuah wujud atau tanda seseorang telah melakukan pemberian. Memberi dapat di aplikasikan dengan cara memberi semangat, mendo’akan, mendukung, serta mengunjungi kediaman mereka dengan membawa seuntai do’a yang Insya Allah bisa lebih bermanfaat.

Selain itu, tahukah Anda jika manfaat yang Anda berikan kepada orang lain sepenuhnya akan kembali kepada Anda sendiri?

Allah subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) Berfirman dalam al-Qura’an surah al-Isra ayat 7 :

“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri.”

Definisi kata “bermanfaat/produktif” sendiri menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah menjadi sesuatu yang berguna, berfaedah dan memberikan keuntungan. Menjadi pribadi yang bermanfaat dalam kaitannya sebagai makhluk Allah subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He), dan menjadi makhluk yang memberikan guna, faedah dan keuntungan bagi sesama dan lingkungannya yang semata-mata diniatkan untuk mendapatkan ridha Allah subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He).

Islam memberikan aturan sebagai pegangan dalam segala aspek kehidupan manusia, mengutamakan nilai-nilai produktivitas secara sempurna. Produktivitas inilah yang dimaksudkan sebagai kebermanfaatan. Produktif dalam menghasilkan sebuah karya ataupun produktif dalam menghasilkan peningkatan serta perbaikan diri dan masyarakat. Oleh karena itu, produktivitas di sini didefinisikan sebagai semua hal yang mengandung nilai-nilai kebaikan (khairiyyah).

Allah subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) berfirman dalam Q.S al-Hajj ayat 77:

“Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.”

Kemauan dan niat karena Allah subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) menjadi modal dasar bagi kita untuk berupaya menjadi muslim yang produktif. Apapun kondisi kita, dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada pada kita, kita tetap bisa berkontribusi dan memberi manfaat yang lebih besar. Kuncinya terletak pada pertanyaan: apakah kita mau menjadi pribadi yang bermanfaat?

Kemudian, setelah memiliki modal kemauan dan niat yang ikhlas karena Allah subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He), maka segeralah merealisasikan tujuan Anda tadi. Contoh paling sederhananya adalah dengan membagikan atau memberikan kesempatan pada orang lain agar mereka bias membaca bulletin jum’at ini. Lakukanlah mulai dari hal kecil, mulai dari diri sendiri dan mulai saat ini.

Ketika kemauan, niat dan keinginan Anda tersebut mulai terwujud, maka jadikanlah kebermanfaatan tadi sebagai gaya hidup para pembaca. Tentu ketika produktivitas menjadi gaya hidup maka semuanya akan terasa semakin ringan dan berkah.

Allah subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) berfirman dalam Q.S al-Zalzalah ayat 7 :

“Maka barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sebesar dzarrah-pun, ia akan mendapatkan balasannya.” 

Kemudian setelah kita mengetahui sekelumit tentang hal tersebut, yang harus kita tanyakan adalah bagaimana caranya agar kita bisa menjadi pribadi yang produktif bahkan bias bermanfaat bagi orang banyak?

Mari kita simak beberapa cara atau tips agar kita bias menjadi pribadi yang produktif dan bermanfaat bagi orang lain :

  1. Harus Memiliki Niat dan Kemauan yang Tinggi.

Ya, kunci utama yang harus kita pegang erat adalah niat dan kemauan. Tanpa adanya niat dan kemauan, mustahil kita bisa menjadi pribadi yang produktif apa lagi bisa bermanfaat untuk orang lain. Jika Anda memiliki harta, Anda bisa memberikan manfaat kepada orang lain dengan harta. Jika Anda memiliki ilmu, Anda bisa memberikan manfaat kepada orang lain dengan mengajarkan ilmu Anda kepada orang lain.

Ini adalah langkah awal. Pegang dan kuatkan niat serta kemauan Anda untuk dapat memberikan manfaat kepada orang lain. Ingat, jika Anda benar-benar mau dan serius,  Anda bisa memberikan manfaat kepada orang lain. Mau serius?

  1. “Take Action Now” (mulailah dari sekarang).

Kalau bukan sekarang, kapan lagi. Kalau bukan kita, siapa lagi. Apa yang bisa Anda lakukan sekarang ini untuk bisa memberikan manfaat kepada orang lain? Sudahkah Anda membuat orang lain merasa nyaman dan aman didekat Anda? Sudahkah mereka merasa aman dan nyaman bertetangga dengan Anda? Lihatlah sekitar Anda, masih adakah orang yang membutuhkan bantuan Anda?

  1. Jadikanlah Produktifitas Anda sebagai gaya hidup Anda.

Jika produktifitas atau memberikan manfaat kepada orang lain telah menjadi sahabat dekat bahkan telah menjadi “life style” (gaya hidup), maka Anda sudah dapat dipastikan bisa menjadi insan yang aktif dalam memberikan manfaat bagi orang lain. Sifat inilah yang kadang dilupakan banyak orang, banyak orang yang hanya mendefinisikan bahwa melakukan kebaikan hanya dengan membantu orang lain saja. Namun itu belum menjadi kepribadian, baru sebatas mau melakukan kebaikan saja. Ingat, sebuah tindakan akan menjadi sebuah akhlak (gaya hidup) saat Anda sudah melakukannya dengan biasa tanpa terlalu banyak berpikir panjang.

Anda suka memberi? Itu belum tentu merupakan wujud dari kepribadian Anda. Namun jika Anda sudah terbiasa memberi dan bahkan menjadi Akhlak serta gaya hidup Anda, maka itulah salah satu wujud dari kepribadian Anda yang patut untuk dipertahankan.

  1. Tingkatkan Manfaat Diri Anda.

Haruskah kita meningkatkan manfaat diri? Tentu. Karena yang diberi gelar sebagai orang yang terbaik oleh Rasulullah ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) adalah orang yang ‘paling bermanfaat’, bukan hanya sekedar bermanfaat.

  1. Manfaatnya Akan Kembali Pada Anda.

Apakah Anda mengira manfaat itu hanya akan terasa bagi orang yang Anda bantu? Bukankah Allah subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) telah berfirman dalam al-Qur’an surah al-Zalzalah ayat 7 yang artinya : “Maka barangsiapa yang mengerjakan amal kebaikan sekecil dzarrahpun, (kecuali) ia akan mendapatkan balasannya.”

Semoga dengan aktifnya kita berbuat baik kepada orang lain kita bisa mengaca diri betapa kita-pun membutuhkan orang lain. –Wallahu Ta’ala ‘Alam-