Hak Tetangga

7 Feb 2014Redaksi Syarah Hadits
Hak Tetangga
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا, قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ((مَازَالَ جِبْرِيلُ يُوصِينِي بِالْجَارِ، حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ)) .البخاري
Artinya: Dari ‘Aisyah raḍyAllāhu 'anha (may Allāh be pleased with her) bahwa Rasulullah ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) bersabda: “Jibril senantiasa berwasiat kepadaku agar berbuat baik kepada tetangga, hingga aku beranggapan bahwa ia akan mewarisi.” (Muttafaq ‘Alaih).
Kosa Kata:
مَازَالَ   =    Senantiasa
ظَنَنْتُ   =     Aku mengira
جِبْرِيلُ  =     Malaikat Jibril
سَيُوَرِّثُهُ =     Akan mewarisinya

Syarah Ringkas:
Malaikat Jibril adalah satu-satunya malaikat yang bertugas sebagai pembawa wahyu dari Allah subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) yang disampaikan kepada para utusan-Nya. Dalam haidts ini, Jibril  memberikan satu pesan yang berasal dari Allah subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) karena malaikat Jibril tidak mungkin mengada-adakan pesan ini dari dirinya, akan tetapi berdasarkan wahyu dari Allah subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He). Pesan tersebut berisi perintah berbuat baik kepada para tetangga. Pesan atau wasiat ini senantiasa Jibril sampaikan secara berulang-ulang sehingga Rasulullah ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) mengira bahwa tetangga pun akan mendapatkan harta warisan. Padahal pada hakikatnya tetangga tidak ada bagian sedikitpun dari harta peninggalan tetangga lainnya.

Faidah dan Hukum:
1.       Besarnya hak tetangga dalam Islam.
2.       Wasiat malaikat Jibril  pada hakikatnya adalah wahyu dari Allah subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He).
3.       Tetangga seseorang tidak mendapat hak warisan dari tetangga lainnya.
(Red-HASMI/BDI/Abu Umair Lc)