Hadiah Terindah Untuk Keluarga

12 Jun 2014Redaksi Ruang Keluarga

“Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai.”

(HR. al-Bukhori)

Benih Cinta Yang Harusnya Tumbuh di Dalam Keluarga

Tidak disangsikan lagi bahwa cinta merupakan bahan dasar dari terbentuk dan terbinanya sebuah keluarga. Tanpa cinta, jalinan keluarga akan terasa hambar seperti masakan tanpa bumbu. Tapi, pengakuan cinta saja tidak cukup. Harus ada bukti yang konkrit agar cinta kita kepada keluarga benar-benar teruji. Oleh karena itu, sudah menjadi keharusan bagi kita untuk menanamkan benih cinta dan membuktikannya kepada keluarga.

Nah, di antara tips yang akan membantu membuktikan rasa cinta kita kepada keluarga adalah dengan memberikan hadiah. Ya, hadiah.

Hadits pembuka di atas menunjukkan betapa tingginya kedudukan hadiah ini. Perbuatan ini akan menjadi penyebab saling mencintai, mendekatnya hati, tumbuh suburnya keakraban, damainya jiwa yang berselisih dan hilangnya kabut gelap dalam hati.

Ketika kondisi keluarga tak menentu, hadiah mampu memadamkan api permusuhan, menenangkan kemarahan dan melenyapkan rasa iri hati dan kedengkian. Alhasil, hadiah dapat mendatangkan kecintaan yang sangat kuat.

Renungkanlah sabda Rosululloh ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) berikut ini,

تَصَافَحُوا يَذْهَبْ الْغِلُّ، وَتَهَادَوْا تَحَابُّوا، وَتَذْهَبْ الشَّحْنَاءُ

“Saling berjabat tanganlah kalian, niscaya akan hilang rasa dengki; dan saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai dan akan lenyap rasa permusuhan.” (HR. Malik)

Saking indahnya sifat hadiah ini, secara alami setiap orang tak akan peduli walaupun jumlahnya sedikit atau harganya murah, karena mereka lebih melihat kepada nilai maknawinya.

Hal inilah yang juga diingatkan oleh Rosululloh ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) agar kita tidak meremehkan pemberian juga tidak “minder” memberi hadiah sesederhana apapun dalam sabdanya,

“Wahai wanita kaum Muslimin , janganlah ada seorang tetangga meremehkan pemberian tetangganya yang lain meskipun pemberian tersebut berupa ujung kuku unta.” (HR. al-Bukhori)

Padahal, apalah artinya kuku yang tentunya hanya menyisakan sedikit daging. Bahkan Rosululloh ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) bersabda,

“Andaikata aku diundang untuk menyantap makanan berupa bagian di bawah tumit, niscaya aku penuhi undangan itu, dan andaikata aku dihadiahi hal yang sama juga, niscaya aku menerimanya.” (HR. al-Bukhori)

Subhanalloh, hal ini beliau lakukan tidak lain agar menjadi pelajaran bagi umatnya agar bersikap tawadlu’ dan rendah hati terhadap kaum Muslimin  apa pun kedudukan dan hadiah yang diberikan oleh mereka.

Hadiah akan lebih istimewa lagi ketika terjadi di antara suami istri atau sesama anggota keluarga. Resep ini insyaAlloh manjur untuk menambah rasa kecintaan dan kedekatan hati antara suami istri atau keluarga, memperbarui ruh kehidupan rumah tangga dan menghilangkan perselisihan.

Seorang istri lebih mudah tersentuh oleh hadiah yang diberikan suaminya ketimbang terhadap hadiah orang lain, sebaliknya juga dengan sang suami, apalagi anak-anak.

Oke, cukup untuk teorinya. Sekarang masalahnya apa yang mau dijadikan hadiah? Cincin emas 24 karatkah, sepeda motor keluaran terbaru, atau selusin mainan anak-anak?

Untuk membantu Anda menetapkan pilihan hadiah yang tepat bagi keluarga, mungkin saran-saran berikut perlu diperhitungkan:

  1. Berikan hadiah yang tidak berwujud.

Apa maksudnya tidak berwujud? Maksudnya hadiah tersebut tidak berbentuk barang-barang yang konkrit. Tapi lebih kepada sikap kita kepada keluarga. Misalnya kita memberikan perhatian dan kasih sayang, memberikan bantuan, ide dan gagasan, nasihat, arahan atau menunjukkan kepada amal sholeh dan yang semisalnya.

Dan bagusnya, hadiah-hadiah berharga ini bisa kita berikan setiap hari kepada keluarga. Sehingga keharmonisan dan kebahagiaan keluarga senantiasa terjaga.

  1. Sesuaikan hadiah dengan minat si penerima.

Masalah pemberian hadiah harus sesuai dengan kondisi keuangan, sepertinya tidak usah dibahas lagi. Yang perlu kita ketahui apakah hadiah yang kita berikan sudah sesuai dengan minat penerima? Karena hadiah yang sesuai keinginan akan lebih mengena dan berkesan di hati penerima.

Jika istri Anda penggemar bunga, maka berikanlah bunga yang digemarinya sebagai bahasa cinta dari Anda. Jika suami Anda hobi membaca buku sejarah Islam, maka berikanlah buku sejarah Islam kepadanya. Jika anak Anda menyukai mainan mobil-mobilan, maka berikanlah kepadanya mobil-mobilan. Dan begitu seterusnya. Berikanlah hadiah yang sesuai dengan minat sang penerima.

Namun yang perlu kita perhatikan, sesuatu yang disukai tersebut tidak boleh bertentangan dengan syari’at Islam. Misalnya kaset atau cd musik, gambar atau lukisan makhluk bernyawa, minuman keras, rokok, dan barang-barang lainnya yang diharamkan.

  1. Sarana hidayah adalah hadiah terindah.

Mungkin ini hadiah yang banyak dilupakan kaum Muslimin  zaman sekarang. Dimana arus globalisasi telah menjadikan manusia begitu konsumtif terhadap harta benda, kemudian melupakan kepentingan agama mereka. Berapa banyak kaum Muslim yang tidak mempunyai al-Qur’an di rumahnya. Berapa banyak kaum Muslim di usianya yang sudah “gede” masih buta membaca al-Qur’an, apalagi bacaan sholat dan dzikir-dzikirnya. Belum lagi pengetahuan dan pengamalan ajaran-ajaran Islam lainnya. Jangan sampai itu juga terjadi pada keluarga kita.

Berikanlah hadiah berupa setiap sarana yang akan menjadi sebab turunnya hidayah taufik bagi keluarga kita. Berikanlah hadiah al-Qur’an kepada keluarga, sekaligus pengajarannya. Berikanlah buku-buku Islami, sekaligus penjelasannya jika mampu. Berikanlah setiap sarana atau apapun yang keluarga kita butuhkan demi tercapainya keselamatan dan kebahagiaan hakiki dunia hingga tembus sampai akhirat kelak. Inilah hadiah terindah untuk orang-orang yang kita kasihi.

Wallohu a’lam

(Red-HASMI)