Fikih Wanita Haid dan Nifas di Bulan Romadhon

23 Mar 2017Redaksi Fiqih Muslimah

Mungkin bagi wanita yang haid atau nifas, adalah wanita yang  paling bersedih dengan kehadiran bulan Romadhon, dikarenakan akan hilang kesempatan-kesempatan yang terindah dalam bulan Romadhon untuk menggapai karunia pahala yang melimpah ruah. Tapi ini merupakan syariat yang harus difahami bagi setiap muslimah dikarenakan haid atau nifas adalah sesuatu yang telah ditetapkan oleh Alloh subhanahu wata’ala atas para wanita. Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri, Nabi sholallohu ‘alaihiwasallam bersabda,

“Bukankah jika haid, mereka tidak sholah dan berpuasa? Itulah kekurangan agama mereka” (HR. Muslim). Dan juga ‘Aisyah berkata, “Kami mengalami haid pada masa Rosululloh sholallohu ‘alaihiwasallam, maka kami diperintahkan untuk mengqodho puasa dan tidak diperintahkan untuk meng-qodho sholat.” Sehingga  para wanita yang hidup pada zaman Rosululloh sholallohu ‘alaihiwasallam tidak pernah memaksakan diri untuk berpuasa pada bulan Romadhon.

Namun tidak usah khawatir, Alloh subhanahu wata’ala yang maha mulia telah memberikan solusi kepada anda agar bulan Romadhon menjadi bulan yang tidak dilewatkan oleh anda untuk meraih kemuliaan dan pahala dari-Nya. Diantara dari ibadah yang bisa dilakukan bagi muslimah untuk mengisi kekosongan shoumnya pada bulan Romadhon adalah:

  1. Memperbanyak berdoa kepada Alloh subhanahu wata’ala.
    Banyak diantara muslimah yang sedang mengalami haid atau nifas justru meninggalkan seluruh amal-amal kebajikan, karena merasa sudah tidak ada amal lagi yang mereka kerjakan. Padahal berdoa merupakan sebuah kegiatan yang dapat dilakukan bagi seorang muslimah untuk menggapai kemuliaan pada bulan Romadhon, selain itu memperbanyak doa pada bulan Romadhon adalah sebuah amal utama yang harus dikerjakan, karena pada waktu-waktu itu Alloh memberikan penjabahannya kepada orang-orang yang berdoa.
  2. Memperbanyak dzikir di setiap keadaan.
    Berdzikir dengan ucapan tasbih (ucapan subhanalloh), dan istighfar (ucapan astaghfirulloh), khususnya dzikir pagi dan petang. Akankah seorang muslimah mengalami kesulitan dengan ibadah yang satu ini, saya yakin tidak..!! karena dzikir me-rupakan amalan yang ringan bagi manusia, dan ia dapat dikerjakan kapan saja. Amalan yang ringan tapi sangat berat di timbangan.
  3. Memperbanyak shodaqoh.
    Seperti memberikan makan kepada orang yang berpuasa, dan bukankah Alloh subhanahu wata’ala akan membalasinya dengan pahala seperti orang yang berpuasa..??
  4. Selama Romadhon para muslimah banyak menghabiskan waktunya didapur.
    Terkhusus lagi pada waktu-waktu yang penuh berkah, seperti saat terbenamnya matahari, dan saat menyiapkan sahur menjelang shubuh. Maka jika semua aktivitas tersebut diniatkan untuk Alloh subhanahu wata’ala maka pahala yang besar dan melimpah ruah menantinya. Diriwayatkan dari Anas bin Malik, ia berkata, “Kami bersama Rosululloh sholallohu ‘alaihiwasallam dalam sebuah perjalanan, sebagian dari kami ada yang berpuasa dan sebaian lain tidak. Suatu ketika panas begitu terik menyengat. Yang paling teduh di antara kami adalah yang paling lengkap pakainnya. Diantara kami ada yang menahan panasnya terik matahari dengan tangannya. Maka orang-orang (yang kala itu) berpuasa berjatuhan (karena tak tahan menahan panas), lalu (seketika itu juga) orang-orang yang tak berpuasa bergegas mengetuk pintu rumah-rumah (untuk mencari ataupun air), lalu mereka meminumkan air tersebut kepada para pengendara yang berjatuhan tadi. (melihat itu) Rosululloh sholallohu ‘alaihiwasallam bersabda, “Pada hari ini orang-orang yang tak berpuasa tersebut mendapatkan pahala”. Maka yang pasti apa yang dikerjakan oleh para muslimah dengan cara bukanlah pekerjaan yang sia-sia.
  5. Dan tidak mengapa bagi setiap untuk membaca Al-Quran meskipun dalam keadaan haid. (sebab derajat hadits yang melarang wanita haid untuk membaca Al-Quran adalah lemah)
  6. Membaca buku-buku ilmiyyah yang berkaitan dengan shoum.
  7. Mendengarkan ceramah agama baik melalui radio, kaset-kaset, maupun di masjid-masjid.

Maka tidak ada kamus dalam aktivitas para muslimah yang sedang haid atau nifas dalam bulan Romadhon hanya dengan santai-santai . Seabreg pahala akan dapat diraih bagi para muslimah jika dia memahami bahwa tidak ada sesuatu pun yang tidak dapat dimanfaatkan untuk meraih pahala Alloh subhanahu wata’ala.