Bagaimana Cara Menghindari Bisikan-bisikan Syaitan??

9 Mar 2017Redaksi Konsultasi

Pertanyaan:
Bagaimana cara kita untuk menghindari bisikan bisikan setan dari telinga hati mau pun fikiran.. Bagaimana cara kita lebih dekat ke allah. Bagaimana cara kita mengkhusyuk kan sholat kita, jika semua itu tiba-tiba muncul.

Sela

Jawaban:
Almamdulillah wassolatu wassalam ‘ala Rosulillah amma ba’du:

Bisikan setan pada hati atau fikiran seorang muslim banyak menimpa kaum muslimin karena mereka memang menjadi musuh yang nyata bagi orang yang beriman. Waswasah ini pernah terjadi pada sebagian sahabat Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam.

Dari Abu Hurairoh rodiallahu ‘anhu, ia berkata:

جَاءَ نَاسٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَسَأَلُوهُ إِنَّا نَجِدُ فِى أَنْفُسِنَا مَا يَتَعَاظَمُ أَحَدُنَا أَنْ يَتَكَلَّمَ بِهِ. قَالَ « وَقَدْ وَجَدْتُمُوهُ ». قَالُوا نَعَمْ. قَالَ « ذَاكَ صَرِيحُ الإِيمَانِ »

Ada beberapa orang sahabat menemui Rosulullah solollohualaihi wasallam, mereka bertanya, “sesungguhnya kami mendapati ketakutan yang sangat besar di dalam diri kami jika kami mengucapkannya. Beliau bersabda, “apakah kalian mendapatkannya”? mereka menjawab, “ya”. Beliau bersabda, “itu adalah keimanan yang nyata”.
(H.R Muslim)

Makna hadis ini bahwa ketika kekhawatiran dan ketakutan seseorang terjerumus ke dalam kekafiran begitu besar, ini menunjukan bahwa orang tersebut memiliki keimanan yang benar.

Perlu diketahui juga bahwa waswasah atau bisikan dari setan tidak akan mempengaruhi keimanan seseorang, ia berbeda dengan keraguan yang menghilangkan keyakinan dan membahayakan keimanan. Dan setan senantiasa beresemangat untuk menggelincirkan manusia sebagaimana firman Alloh subhanahu wata’ala:

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ* ثُمَّ لآتِيَنَّهُم مِّن بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَن شَمَآئِلِهِمْ وَلاَ تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

Iblis berkata: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,  kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).
(al-Arof [7]: 16-17)

Harus diyakini juga bahwa tipu daya setan itu sangat rapuh, jika kita kembali kepada Alloh. Alloh subhanahu wata’ala berfirman:

إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا

karena Sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah.
(an-Nisa [4]: 76)

Kemudian menjadi akidah kaum muslimin bahwa semua ujian tidak mungkin dilenyapkan kecuali oleh Alloh subhanahu wata’ala baik secara langsung atau dengan sebab-sebab syari. Di antara beberapa sebab syari untuk menghilangkan waswasah adalah:

  1. Berlindung kepada Alloh subhanahu wata’ala dari tipudaya setan. Bahkan Alloh subhanahu wata’ala telah menurunkan surat an-Nas yang didalamnya ada informasi keharusan seseorang berlindung kepada Alloh subhanahu wata’ala terkhusus dari gangguan bisikan setan.
  2. Memperbanyak zikir kepada Alloh subhanahu wata’ala, karena ia adalah sarana untuk melapangkan hati dan ketentramannya. Alloh subhanahu wata’ala berfirman:

الَّذِينَ آمَنُواْ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللّهِ أَلاَ بِذِكْرِ اللّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.”
(ar-Ro’d [13]: 28)

  1. Mendawamkan zikir pagi dan petang
  2. Memperbanyak membaca al-Quran khususnya surat al-Baqoroh yang bisa mengusir setan
  3. Memperbanyak ibadah dan ketaatan kepada Allah dan berdoa kepada-Nya serta menjauhi kemaksiatan.

Dengan ini semua, insyAlloh bisikan setan akan hilang.

Adapun cara terpenting untuk lebih dekat kepada Alloh subhanahu wata’ala yaitu dengan mengenal nama-nama serta sifat-sifat Alloh dengan metode Ahlussunnah wal jamaah. Serta memperbanyak teman solih yang akan mendorong kita untuk selalu istiqomah beribadah kepada Alloh subhanahu wata’ala. Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda:

الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِطُ

“Keberagamaan seseorang sesuai dengan agama kawannya, maka hendaknya seseorang di antara kalian melihat dengan siapa dia berkawan”. (HR. Ahmad dan Abu Daud, dengan sanan jayyid)

Adapun cara mendapatkan solat khusu’ yaitu dengan cara memahani fikih sholat sesuai dengan ajaran Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam dan juga mempersiapkan solat beberapa saat sebelum waktunya tiba sehingga tidak tergesa-gesa melaksanakannya dan juga bersungguh-sungguh sekuat tenaga untuk memahami keagungan sholat melalui keindahan bacaan dan gerakan solat. Serta berlindung kepada Alloh ketika ada godaan syaitan.

Wallahualam.