Uwais Dan ‘Umar bin Khoththob

4 Sep 2017Redaksi Kisah Inspiratif

Uwais  dan ‘Umar bin Khoththob – Tidak bisa dipungkiri bahwa kisah memiliki pengaruh besar pada diri seseorang, apalagi kisah-kisah tersebut bersumber dari manusia termulia yang pernah berjalan di muka bumi ini yaitu Rosululloh sholallohu’alaihi wasallam. Kita ingin memahami dan memetik beberapa pelajaran dari kisah-kisah nabawiyah tersebut. Berikut ini salah satu kisah yang sangat menarik dan penuh ibroh tentang seorang tabi’in yang sangat berbakti kepada ibunya.

Dari Usair bin Amr rodhiyallohu’anhu ia berkata: “Tatkala ‘Umar bin Khoththob rodhiyallohu’anhu kedatangan serombongan penduduk Yaman, ia bertanya, ‘Apakah ada di antara kalian yang bernama Uwais bin ‘Amir?’ Ia menjawab, ‘Ya’. ‘Umar bertanya lagi, ‘Apakah kamu dari Murad dan dari Qaran?’ Ia menjawab, ‘Ya.’ ‘Umar bertanya lagi, ‘Apakah kamu dulu pernah mengalami sakit belang kemudian sembuh kecuali tinggal sebesar (mata uang) dirham?’ Ia menjawab, ‘Ya.’ ‘Umar kembali bertanya, ‘Apakah kamu masih mempunyai ibu?’ Ia menjawab, ‘Ya, masih.’

‘Umar menjelaskan, ‘Saya mendengar Rosululloh sholallohu’alaihi wasallam bersabda’, “Kelak kamu akan bertemu dengan orang yang bernama Uwais bin ‘Amir bersama dengan serombongan penduduk Yaman. Ciri-cirinya, ia berasal dari Murad dan Qaran, pernah menderita penyakit belang kemudian sembuh, kecuali tersisa bekas sebesar dirham. Dia masih mempunyai ibu dan ia sangat berbakti kepadanya. Seandainya dia bersumpah (berdoa) kepada Alloh, pasti Alloh akan mengabulkannya. Jika kamu bisa, mintalah agar ia memohon ampun untuk dirimu.” Oleh karena itu, mohonkanlah ampun untuk diriku. Kemudian ia memohonkan ampun untuk Umar.

Setelah itu, ‘Umar  bertanya, ‘Engkau hendak kemana lagi?’ Ia menjawab, ‘Ke Kufah.’ ‘Umar  menawarkan, ‘Bolehkah aku menulis surat kepada ‘Amil (gubernur) di Kufah untuk membantumu?’ Ia menjawab, ‘Saya lebih senang menjadi orang biasa.’ Pada tahun berikutnya, ada seorang terkemuka dari penduduk Yaman yang melaksanakan ibadah haji dan berjumpa dengan ‘Umar. Kemudian ‘Umar menanyakan kepadanya tentang Uwais. Orang tersebut menjawab, ‘Saya meninggalkan dia dalam keadaan sangat menyedihkan, rumahnya sangat kecil dan tergolongan miskin.’ ‘Umar berkata, ‘Sesungguhnya saya mendengar Rosululloh sholallohu’alaihi wasallam bersabda, “Kelak kamu akan bertemu dengan orang yang bernama Uwais bi ‘Amir  bersama dengan serombongan penduduk Yaman. Ciri-cirinya, ia berasal dari Murad dan Qaran, pernah berpenyakit belang lalu sembuh, kecuali tersisa bekas sebesar dirham. Dia masih mempunyai ibu dan ia sangat berbakti kepadanya. Seandainya dia bersumpah (berdoa) kepada Alloh, pasti Alloh akan mengabulkannya. Jika kamu mampu, mintalah agar ia memohon ampun untuk dirimu.”

Setelah pulang, orang itu menemui Uwais  dan berkata, ‘Mohonkanlah ampun untuk diriku.’ Uwais menjawab, seharusnya anda yang mendoakan untuk saya, karena anda baru saja pulang dari bepergian yang baik (haji).’ Orang itu bertanya, ‘kamu pernah bertemu dengan ‘Umar?’ Uwais menjawab, ‘Ya.’ Kemudian Uwais menyadari (maksud orang tersebut) dan kemudian beliau memohonkan ampun untuk orang tersebut. Sesudah itu, orang-orang mengenalnya dan berbondong-bondong meminta agar dia memohonkan ampun untuk mereka. Melihat keadaan demikian, akhirnya Uwais  pergi untuk menyendiri.” (HR. Muslim)

Dalam riwayat Imam Muslim lainnya disebutkan, Dari Usair bin Jabir bahwa ahli Kufah berkunjung kepada ‘Umar rodhiyallohu’anhu dan di antara mereka ada seorang  lelaki yang  menghina-hinakan Uwais . Lalu ‘Umar bertanya, ‘Apakah di situ ada seorang dari keturunan Qaran?’ Orang yang dimaksudkan itu datang kepadanya. Kemudian ‘Umar berkata, Sesungguhnya Rosululloh sholallohu’alaihi wasallam telah bersabda, “Sesungguhnya ada seorang lelaki dari Yaman akan datang pada kalian, ia bernama Uwais. Dia tidak meninggalkan sesuatu di Yaman kecuali seorang ibu. Ia mempunyai penyakit belang, lalu berdoa kepada Alloh subhanahu wata’ala, lalu Alloh subhanahu wata’ala menyembuhkan penyakitnya itu, kecuali di suatu tempat sebesar uang dinar atau dirham. Maka barangsiapa di antara kalian semua bertemu dengannya, hendaklah meminta padanya agar ia memohonkan ampun bagi kalian.”

Disebutkan juga dalam riwayat Imam Muslim  dari ‘Umar di mana beliau bertutur, ‘Saya mendengar Rosululloh  bersabda, “Sesungguhnya sebaik-baik tabi’in ialah seorang yang bernama Uwais. Ia mempunyai seorang ibu dan pada tubuhnya ada putih-putih (penyakit belang), maka mintalah ia agar memohonkan ampun untuk kalian.”

Sumber; Terjemah kitab Riyadhus Sholihin, karya Imam An-Nawawi .

Be Sociable, Share!