Ummu Salamah (Sambut Panggilan Iman dengan Segera)

30 Apr 2014Redaksi Pernik Muslimah

Ummu Salamah raḍyAllāhu 'anha (may Allāh be pleased with her) adalah salah seorang wanita yang memiliki akal yang cerdas, wanita mulia, beriman, jujur, sabar, dan dermawan. Ia senantiasa menginfaqkan harta yang dimiliki untuk membantu perjuangan suaminya, dalam pengembangan dakwah Tauhid.

Ketika peristiwa Hudaibiyah, tatkala Rosul ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) memerintahkan kepada para Sahabatnya tiga kali agar melakukan tahallul setelah selesai menandatangani perjanjian perdamaian dengan utusan Quraisy. Akan tetapi para Sahabat tidak memenuhi perintahnya, karena jiwa kemanusiaan mereka mendapati banyak kejanggalan terhadap perdamaian tersebut, dan menganggapnya sebagai penganiayaan dan pelanggaran terhadap hak-hak kaum Muslimin.

Kemudian beliau menjumpai istrinya Ummu Salamah  dalam keadaan bersedih hati. Beliau menceritakan kepadanya tentang perkara kaum Muslimin yang tidak mengindahkan perintahnya. Ummu Salamah raḍyAllāhu 'anha (may Allāh be pleased with her) kemudian berkata kepada beliau, ”Wahai Rosululloh ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him), apakah engkau menginginkan yang demikian itu. Keluarlah dan jangan berbicara sepatah kata pun kepada mereka hingga engkau menyembelih unta yang gemuk. Kemudian panggillah tukang cukur untuk mencukur rambutmu.”

Nabi ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) membenarkan pendapat Ummu Salamah yang telah ia isyaratkan kepadanya. Beliau keluar dan tidak mengajak bicara kepada seorang pun sampai beliau menyembelih untanya yang gemuk dan memanggil tukang cukur untuk mencukur rambutnya.

Para Sahabat raḍyAllāhu 'anhum (may Allāh be pleased with them) akhirnya ta’jub melihat Rosululloh ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) dan istrinya Ummu Salamah raḍyAllāhu 'anha (may Allāh be pleased with her) dengan pengorbanan yang mereka berdua lakukan. Ketika para Sahabat melihat perbuatan Rosululloh ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) dan istrinya Ummu Salamah raḍyAllāhu 'anha (may Allāh be pleased with her), mereka bangkit melakukan apa yang dilakukan oleh Rosululloh ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him). Sebagian mereka mencukur sebagian yang lain.

Saudaraku..!! Sungguh…, itulah sosok Ummu Salamah , yang cerdas dan tidak pernah meminta dunia kecuali kepada Dzat yang menguasai, memiliki dan mengendalikannya. Ia tidak gunakan waktunya, kecuali hanya untuk berkorban dan berinfaq di jalan da’wah Rosululloh ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him). Ia tidak pernah menyimpan sedikit pun dari hasil kerjanya, dan ibadahnya berkurang apabila di sakunya masih ada dirham yang belum diinfaqkan.

Sungguh.., alangkah ruginya kita yang lebih mementingkan dunia yang fana dibandingkan akhirat kekal selamanya. Sebenarnya kita hanya berpindah dari negeri amal, menuju negeri celaka atau bahagia. Ingatlah, bahwa selama kehidupan dunia masih dihinggapi berbagai kekalutan, maka obat mujarab bagi seseorang untuk meredamnya adalah dengan memfokuskan waktunya untuk menyibuk-kan diri dengan mengerjakan amal sholeh. Dan dapat dipastikan, bahwa amal sholeh tersebut akan dapat menentramkan dan menyejukkan jiwanya.

Saudaraku..!! Apakah Anda siap berinfaq di jalan da’wah mulia yang dianugerahkan Alloh subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) kepada Anda? Agar Anda gapai kehidupan mulia, maka janganlah Anda bakhil terhadap harta.., jadikanlah ”infaq fisabilillah” sebagai jalan untuk meraih kebaha-giaan dunia dan akhirat, dan da’wah sebagai sarana menuju kehidupan yang mulia. Maka, jika Anda seorang Mu’min, Anda tak memiliki pilihan…mau berinfaq atau tidak berinfaq…? Pasti… seorang Mu’min adalah seorang yang menyambut panggilan iman dengan segera untuk berinfaq, berinfaq, dan berinfaq…!

Semoga Alloh subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) merahmati Ummu Salamah raḍyAllāhu 'anha (may Allāh be pleased with her), dan kita semua kaum Mu’minin. Amiin. 

(Red-HASMI)