Tips-tips Pra Nikah – Menyeleksi Pasangan Hidup

9 Feb 2018Redaksi Fiqih dan Muamalah

Menyeleksi Pasangan Hidup

Menikah merupakan salah satu syariat yang Alloh subhanahu wata’ala turunkan kepada manusia. Banyak nash syari’i yang menerangkan terkait hal itu. Diantaranya dalam Qur’an surat an-Nur[24] ayat ke 32:

وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ ۚ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kalian, dan orang-orang yang layak (nikah) dari hamba-hamba sahaya kalian yang lelaki dan hamba-hamba sahaya kalian yang perempuan. jika mereka miskin, Alloh akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Alloh Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.
(QS. an-Nur[24]: 32)

Ayat di atas menerangkan bahwa menikah memang diperintahkan Alloh subhanahu wata’ala. Tujuannya jelas, karena setiap makhluk ciptaan Alloh subhanahu wata’ala cenderung saling mencintai lawan jenisnya. Wanita membutuhkan pria dan sebaliknya. Masing-masing diperlukan untuk mencurahkan segala cita-cita, harapan, ketenangan, cinta kasih, dan sebagainya. Hubungan yang kuat antara wanita dan pria sulit diungkapkan, namun al-Qur’an telah mengungkapkan demikian indahnya:

“… mereka itu adalah pakaian bagi kalian. Sebaliknya kalianpun adalah pakaian bagi mereka…”
(QS. al-Baqoroh[2]: 187)

Pakaian adalah penutup dan pelindung tubuh. Demikian pula hubungan suami-istri yang harus saling melindungi, menjadi bagian dari masing-masing pihak, menyatu tak terpisah. Hubungan suami-istri merupakan pancaran dari prinsip pembentukan manusia sekaligus pembentukan alam semesta ini.

Setelah kita mengetahui tentang tujuan menikah, maka Islam juga mengajarkan kepada umatnya untuk berhati-hati dalam memilih pasangan hidup karena hidup berumah tangga tidak hanya untuk satu atau dua tahun saja, akan tetapi diniatkan untuk selama-lamanya sampai akhir hayat kita.

Muslim atau Muslimah dalam memilih calon istri atau suami tidaklah mudah tetapi membutuhkan waktu. Karena kriteria memilih harus sesuai dengan syariat Islam. Orang yang hendak menikah, hendaklah memilih pendamping hidupnya dengan cermat. Wanita yang akan menjadi istri atau ratu dalam rumah tangga dan menjadi ibu atau pendidik bagi anak-anaknya demikian pula pria menjadi suami atau pemimpin rumah tangganya dan bertanggung jawab dalam menghidupi (memberi nafkah) bagi anak istrinya. Maka dari itu, janganlah sampai menyesal terhadap pasangan hidup pilihan kita setelah berumah tangga kelak.

Lalu bagaimanakah supaya kita selamat dalam memilih pasangan hidup untuk pendamping kita selama-lamanya? Apakah kriteria-kriteria yang disyariatkan oleh Islam dalam memilih calon istri atau suami?

Kriteria Memilih Calon Istri

Dalam memilih calon istri, Islam telah memberikan beberapa petunjuk di antaranya:

  1. Hendaknya calon istri memiliki dasar pendidikan agama dan berakhlak baik karena wanita yang mengerti agama akan mengetahui tanggung jawabnya sebagai istri dan ibu. Sebagaimana sabda Rosululloh shollallohu’alaihi wasallam:

    Dari Abu Huroiroh rodhiyallohu’anhu dari Nabi shollallohu’alaihi wasallam, beliau bersabda: “Perempuan itu dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya, lalu pilihlah perempuan yang beragama niscaya kamu bahagia.(HR. Bukhori-Muslim)

  1. Hendaklah calon istri itu penyayang dan subur.
    Nabi shollallohu’alaihi wasallam pernah bersabda:
    Dari Anas bin Malik, Rosululloh shollallohu’alaihi wasallam bersabda: ” … kawinilah perempuan penyayang dan subur.… .” (HR. Ahmad dan dishohihkan oleh Ibnu Hibban)

    Al-Wadud berarti yang penyayang atau dapat juga berarti penuh kecintaan, dan mempunyai banyak sifat kebaikan, sehingga membuat laki-laki berkeinginan untuk menikahinya. Sedang Al Mar’atul Walud adalah perempuan yang banyak melahirkan anak. Dalam memilih wanita yang banyak melahirkan anak ada dua hal yang perlu diketahui:

  1. Kesehatan fisik dan penyakit-penyakit yang menghalangi dari kehamilan. Untuk mengetahui hal itu dapat meminta bantuan kepada para spesialis. Oleh karena itu seorang wanita yang mempunyai kesehatan yang baik dan fisik yang kuat biasanya mampu melahirkan banyak anak, disamping dapat memikul beban rumah tangga juga dapat menunaikan kewajiban mendidik anak serta menjalankan tugas sebagai istri secara sempurna.
  2. Melihat keadaan ibunya dan saudara-saudara perempuan yang telah menikah sekiranya mereka itu termasuk wanita-wanita yang banyak melahirkan anak maka biasanya wanita itu pun akan seperti itu.
  3. Hendaknya memilih calon istri yang masih gadis terutama bagi pemuda yang belum pernah nikah.

Dari Jabir, dia berkata, saya telah menikah maka kemudian saya mendatangi Nabi shollallohu’alaihi wasallam dan bersabda beliau: “Apakah kamu sudah menikah ?” Jabir berkata, ya sudah. Bersabda Rosululloh shollallohu’alaihi wasallam: “Perawan atau janda?” Maka saya menjawab, janda. Rosululloh bersabda: “Maka mengapa kamu tidak menikahi gadis perawan, kamu bisa bermain dengannya dan dia bisa bermain denganmu.”

Kriteria Memilih Calon Suami

  1. Muslim
    Ini adalah kriteria yang sangat penting bagi seorang Muslimah dalam memilih calon suami sebab dengan Islamlah satu-satunya jalan yang menjadikan kita selamat dunia dan akhirat kelak.

    Sebagaimana firman Alloh subhanahu wata’ala:

    “ … dan janganlah kalian menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita Mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang Mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hati kalian. Mereka mengajak ke neraka, sedang Alloh mengajak ke Surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Alloh menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.” (QS. al-Baqoroh[2] : 221)

  1. Berilmu dan Baik Akhlaknya
    Masa depan kehidupan suami-istri erat kaitannya dengan memilih suami, maka Islam memberi anjuran agar memilih akhlak yang baik, shalih, dan taat beragama.

    Rosululloh shollallohu’alaihi wasallam bersabda:

    “Apabila kamu sekalian didatangi oleh seseorang yang dien dan akhlaknya kamu ridhoi maka kawinkanlah ia. Jika kamu sekalian tidak melaksanakannya maka akan terjadi fitnah di muka bumi ini dan tersebarlah kerusakan.” (HR. Tirmidzi)

Masa depan kehidupan suami-istri erat kaitannya dengan memilih suami, maka Islam memberi anjuran agar memilih akhlak yang baik, shalih, dan taat beragama.

Rosululloh shollallohu’alaihi wasallam bersabda:

“Apabila kamu sekalian didatangi oleh seseorang yang dien dan akhlaknya kamu ridhoi maka kawinkanlah ia. Jika kamu sekalian tidak melaksanakannya maka akan terjadi fitnah di muka bumi ini dan tersebarlah kerusakan yang besar.”
(HR. Tirmidzi)

Demikianlah ajaran Islam dalam memilih calon pasangan hidup. Betapa sempurnanya Islam dalam menuntun umat disetiap langkah amalannya dengan tuntunan yang baik agar selamat dalam kehidupan dunia dan akhiratnya.

Wallohu A’lam Bis Showab.

Oleh: Ust. Hawari Abu Azzam Lc., M.E.I.

Be Sociable, Share!