Syarat-Syarat Kebangkitan Dan Kemenangan Islam

7 May 2019Redaksi Aqidah

SYARAT-SYARAT KEBANGKITAN
DAN KEMENANGAN ISLAM 

Kebangkitan Islam, yang ditandai dengan kejayaan dan kemenangan Islam dan umatnya adalah harapan, dan cita-cita yang harus ada dalam benak setiap insan beriman. Tidak adanya harapan  dan usaha mewujudkannya adalah pertanda lemahnya iman. Tidak adanya kegembiraan karenanya adalah kemunafikan, bahkan batallah keimanannya.

Alloh subhanahu wata’ala menegaskan bahwa ketinggian, kemuliaan dan kejayaan serta pertolongan dari-Nya hanya untuk agama-Nya dan hamba-hamba-Nya yang berpegang teguh dengan agama ini.

Alloh subhanahu wata’ala berfirman,

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ

“Dia-lah Alloh, yang mengutus Rosul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar untuk dimenangkan  atas agama-agama lainnya, walaupun orang-orang musyrik membencinya”.
(QS Ash Shaff: 9)

Dalam ayat lain Alloh subhanahu wata’ala berfirman,

وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَلَٰكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَا يَعْلَمُونَ

“…Padahal kemuliaan itu hanyalah milik Alloh, milik Rosul-Nya dan milik orang-orang yang beriman, tetapi orang-orang munafik itu tidak mengetahui”
(QS. Al Munafiqun [63]: 8).

Juga dalam firman-Nya,

وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Janganlah kalian melemah, dan janganlah pula kalian berduka, karena kalian orang-orang yang paling mulia, jika kalian benar-benar beriman”
(QS. Ali ‘Imron: 139).

Alloh subhanahu wata’ala berfirman,

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

“Alloh telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kalian dan mengerjakan amal-amal yang sholih bahwa Dia pasti akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan mengokohkan agama yang telah diridhoi-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan merubah keadaan mereka yang sebelumnya berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka senantiasa hanya menyembah-Ku  dan tidak mempersekutukan-Ku dengan apapun juga dan barangsiapa yang tetap kafir sesudah janji itu, maka mereka itulah orang yang fasik”
(QS. An Nur: 55)

Umat Islam adalah umat yang kuat dan jaya. Kekuatan dan kejayaan yang bersandarkan kepada satu-satunya agama pencipta alam semesta Yang Maha Kuasa yang telah menjanjikan kemenangan untuk umat ini. Sejarah pun telah membuktikan.

Namun perlu diingat dan dicatat bahwa kebangkitan, kemenangan dan kejayaan akan Alloh subhanahu wata’ala berikan dengan memenuhi syarat-syaratnya, ummat Islam akan meraih kejayaan, kemenangan atas musuh-musuhnya, penguasaan sumber daya alam dari seluruh penjuru dunia, hingga kekuasaan yang membentang dari bumi barat dan timur, utara dan selatan. Dengannya, Islam akan membawa rahmat dan keadilan bagi alam semesta yang bersumber dari kerahmatan dan kedilan Alloh subhanahu wata’ala  Dzat Yang Maha Adil penuh kasih sayang. Kerahmatan yang tidak hanya menghantarkan kebangkitan dunia semata, tetapi kebangkitan yang menggiring manusia pada kebangkitan ruhani, penyelenggaraan kedaulatan Alloh subhanahu wata’ala, menegakkan tauhid di setiap jengkal tanah di muka bumi, menghantarkan manusia merelisasikan tugas dan tujuan penciptaannya; “Beribadah hanya kepada Alloh subhanahu wata’ala dan menunaikan amanah khilafah”. Kebangkitan yang menghantarkan manusia kepada kebahagiaan abadi dan memasuki jannah-Nya di bawah Ridho-Nya. inilah kebangkitan ukhrowi yang dinanti sebagai hasil dari kebangkitan ruhani.

Syarat Terwujudnya Janji Kejayaan

Dari ayat-ayat di atas, kita dapati bahwa Alloh subhanahu wata’ala akan memenuhi janji kemenangan, kemuliaan, ketinggian dan pertolongan dengan syarat yang harus dipenuhi:

  • Pertama: Berpegang teguh dengan petunjuk dan agama Alloh subhanahu wata’ala, dengan kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman dan pengamalan yang benar. Dalam ayat pertama Alloh menggandengkan “Azh Zhuhur” (kemenangan/kejayaan) bagi agama ini dengan petunjuk dan agama yang benar yang dibawa oleh Rosul-Nya .
  • Kedua: Jujur, kuat dan keimanan. Dalam ayat yang kedua, Alloh menggandengkan “Al ‘Izzah” (kemuliaan) dengan ketaatan kepada-Nya dan kepada Rosul-Nya  serta keimanan yang benar (kejujuran iman). Sebagaimana dalam ayat yang ketiga Alloh menggandengkan “Al ‘Uluw” (ketinggian) juga dengan keimanan yang kuat dan benar.

Bertauhid (meng-Esa-kan Alloh subhanahu wata’ala semata),  tidak melakukan kesyirikan dan beramal sholih (ikhlas hanya  karena Alloh subhanahu wata’ala dan sesuai tuntunan Rosululloh shollallohu’alaihi wasallam). Dalam ayat yang keempat Alloh subhanahu wata’ala menyebutkan bahwa janji kekuasaan di muka bumi, keteguhan agama dan keamanan hanya Alloh subhanahu wata’ala peruntukkan bagi orang-orang yang beriman (dengan benar) dan mengerjakan amal shaleh, yang dilandasi tauhid (peng-Esa-an) kepada Alloh subhanahu wata’ala dalam beribadah dan menjauhi perbuatan syirik.