[Sya’ir] Siapa Daku ?

12 Feb 2014Redaksi Audio

Kisah Ummat Tercinta

Judul Sya’ir : Siapa Daku?

Oleh : Ust. Dr. Muhammad Sarbini, M.H.I

——————————————————-

Play
Cara Download Audio ==> Klik Disini

Anda ingin mendownload adio ini ? Caranya Mudah : 1. Bagi Anda pengguna Google Crhome, silahkan tekan tombol Alt+[Klik Pada Kata Download]. 2. Bagi Anda pengguna Mozila Firefox & yang lainnya, silahkan langsung klik kata Download.

——————————————————-

Bismillahirrahmaanirrahim…

Dengarlah kisah ini…

Wahai Putraku tercinta…

Walaupun Kau sekarang tak melihatKu,

Bahkan tak mengenalKu

Tetapi Aku ada…

Dan Kau mendengar suara JiwaKu

Dengan Telinga lubuk HatiMu

Sejak ratusan, bahkan lebih dari seribu tahun yang lalu

Aku berdiri gagah memayungi MoyangMu

Mempersatukan Mereka…

 

Mereka memang Moyang teladan

Murni, di jalan kemurnian

Gagah berjuang menegakkan kebenaran

Hidup Jaya atau Mati Mulia…

Dan Akulah pemersatu dan pemayung Mereka

 

Aku bangga sekali melihat kegagahan Mereka

Memukul hancur benteng-benteng kebatilan

Menyelamatkan Manusia dari kehancuran

Aku masih ingat ketika umbul-umbul Dalib runtuh di genangan darah  Kaum Musyrikin

Sampai pada suatu Zaman yang tak Ku sangka akan pernah ada

Di mana pewaris mereka mulai meninggalkan kemurnian

 

Sakit dan sedih hatiKu…!

Tapi Aku tak berdaya

Para pengkhianat dan Kaum Munafik berkembang biak di sekelilingKu

Akibat tertanggalnya kemurnian

Putra sejati dan para Lintah berbaur samar di mataKu

 

Aku menjerit keras

Cepat kembali!

Bila tidak Kalian akan hancur!

Tapi suaraKu lenyap ditelan kegelapan Zaman…

 

Akhirnya, apa yang sejak semula Kutakuti pun mulai nampak

Mereka melemah, dan diriKu pun mulai merapuh

Aku tak sanggup lagi mencegah keretakan Mereka

dan kerapuhan diriKu sendiri

Karena Aku hanya bisa bertugas di alam kemurnian

 

Para Lintah itu melata di sekujur tubuhKu

Dan menghisap darahKu!

Sekali lagi Aku menjerit hampa…

Tapi tiada guna

 

Para penyembah Salib mulai mendekati pintu gerbang rumahKu

Mereka mulai masuk…ya, mereka mulai masuk!

Umbul-umbul yang Kubenci selama ini ditancapkan di halamanKu!

Ouh.., Aku tak kuasa melihatnya!

Mereka mulai memotong-motong jemari kakiKu!

 

Ouh.., pedih sekali..!

Darah mengalir di mana-mana !

Jeritan Muslimah dipermalukan

dan balita yang terkoyak dadanya membuat tubuhKu berguncang keras !

 

Ouh..,

Mereka para penyembah Salib mulai memotong-motong tubuhKu dan memisahkannya

Akupun roboh tak berdaya

Tapi Aku belum mati

Aku tertawan dan terkuburkan di bawah debu zaman

Aku tak sudi merintih sakit

Tapi Aku tak tahan melihat penderitaan ummat kekasihKu ini

Dari bawah debu Zaman

Dengan tubuh terpisah-pisah

Dan tangan terikat kuat

Aku masih bisa mendengar jeritan Mereka

Jeritan Ummat kebenaran, kekasihKu

 

Aku menunggu dan akan terus menunggu

Aku tak mungkin bangun kembali sebelum Putra-Putra sejatiKu membangunkanKu

Mereka yang bertekad berjuang

Dan meniti jalan kemurnian leluhur yang murni

 

Di mana Kalian ?!

Mengapa sampai sekarang Aku belum melihat Kalian?!

Tetapi Akupun merasa Kalian tak jauh dariKu

Bangunkan Aku!!

Cukup seratus tahun dalam tawanan di bawah debu Zaman nan kelam

 

Kalian kan jaya setelah Aku bangun!

Jangan putus asa, Aku sudah mendapat janji ‘tuk bangun kembali

Tiada jawaban?!

Tiada suara yang kudengar selain jeritan

Apakah Kalian masih tertidur nyenyak?

Ataukah jeritan-jeritan itu menutupi suara Kalian?!

Entahlah..?!

Tapi Aku kan tetap menunggu dan menunggu…