[Sya’ir] Hartamu Tuan

18 Feb 2014Redaksi Syair

[Sya'ir] hartamu Tuan

Judul Sya’ir : Hartamu Tuan

Oleh : Ust. Abu Muhammad Abdul Karim al-Katsiri

——————–

Play
Cara Download Audio ==> Klik Disini

Anda ingin mendownload adio ini ? Caranya Mudah : 1. Bagi Anda pengguna Google Crhome, silahkan tekan tombol Alt+[Klik Pada Kata Download]. 2. Bagi Anda pengguna Mozila Firefox & yang lainnya, silahkan langsung klik kata Download.

——————–

Ketahuilah tuan.. harta kau dapat bukan karena kau keturunan bangsawan

Berapa banyak fakir miskin keturunan bangsawan, bukan juga karena kau lebih dekat kepada Tuhan

Berapa banyak orang bertakwa tak punya simpanan, bukan pula karena kau rupawan atau karena kau cekatan, bukan juga Cuma-Cuma kau diberikan.. semuanya ada tujuan….

Harta itu adalah pemulyaan dan ujian,… kau harus beramal dan bersyukuran…..

Bila tidak, di dunia dia akan terpunahkan atau akan menjadi siksaan dan di akhirat kelak harus kau pertanggung jawabkan ……..

Jangan pula tertipu dan mengira kau hanya sedang dimanja karena kau hamba yang dicinta,… lalu dengannya kau berfoya-foya, atau menyimpannya hanya untuk keluarga atau untuk jaminan di hari tua…..

Ketahuilah tuan,… kau diberi harta untuk bebaskan dirimu dari neraka……

Infakkan ia sebagai penebus dosa, dengannya kau naiki tangga-tangga surga……..

Pintu surga delapan adanya, harta adalah salah satunya…, jangan kau tutup pintu itu hanya karena dunia yang fana….

Fakir miskin jangan kau lupakan, kerabatmu jangan kau acuhkan, dakwah Muhammadi…… Oh.. dakwah Muhammadi tuan… tahukah kau artinya misi penyelamatan ummat dari lembah-lembah neraka kan hancur bila harta tak kau infakkan, ummatmu pun kan hancur bersamanya,….

Celakalah…, dan celakalah dikau bila itu terjadi,…. Kaulah penanggung jawab pertama, …. Kau tak kan lepas darinya hanya denga menutup mata…..

Mengapa kau masih ragu…., tak ada waktu untuk ragu,…… waktu cepat sekali berlalu….

Yang diminta bukan semua hartamu….., bisa kau ikuti dengan mengurangi hawa nafsu dan menambah tawakkalmu…Jangan ragu… kau tak punya banyak waktu….

Bukankah kau tahu…..? Kerentaan menunggumu….. Ajalmu mengejarmu… pusaramu menantimu…. Tak sabar sudah dia menunggu…..

Ingat tuan… ketika ajal menjemputmu disuatu saat kelak… tak ada daya untuk mengelak……

Semua terasa hampa tak bermakna, ….. jiwa merayap meninggalkan raga,…. rasa pedih tiada terhingga…. bagaikan gunung membelah kepala…, bagaikan duri mengoyak sutra….

Diiringi tangis dikau beranjak ke alam baka, dikau diantar ke pusara nan kelam,… siangnya bagaikan malam…., malamnya pekat dan suram,… seorang diri dikau mendekam,… nuansa sunyi kini mencekam,… tak ada teman tak ada tilam, siksa yang pedih pun datang mengancam, belenggu jahannam meraung seram, menagih bagian harta yang terpendam……

Dunia yang indah kini kau tinggalkan, istri rupawan kini menjadi milik orang tak terkenalkan,…. hartapun sudah terbagikan…., menjadi milik mereka yang kau tinggalkan,… yang kau bawa hanya yang kau infakkan…….

Jika di dunia kau seorang dermawan, kini kau pasti banyak simpanan…….

Hartamu tuan…….. hartamu…… Jadikan ia penyelamatmu… Bebaskan dengannya dirimu dari ancaman…. Beli dengannya ruang yang lapang…. di kehidupan dunia dan di pusara….. tidur nyenyak disana…. bagai pengantin bahagia,…. menanti tiupan sangkakala….tanpa jemu terasa….. bernafaskan aroma surga…..

Belilah surga dengan hartamu tuan….. Segera bayarkan mahar bidadari rupawan….. Cepat tuan….. kau berlomba dengan zaman….., jangan sampai ajal mendahului amal…..

Cepat tuan…… sebelum datang penyesalan….