SEBAB-SEBAB HUSNUL KHATIMAH
(Oleh: Supendi, S.Sy.)
KHUTBAH PERTAMA
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ ِباللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا. أَمَّابَعْدُ؛
فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ
Ma’asyirol muslimin rohimakumulloh…
Rosululloh saw bersabda:
إنَّمَا الأَعْمَالُ بِالخَـوَاتِيْمُ
“Sesungguhnya amalan itu (tergantung) dengan penutupnya”. [HR Bukhari]
Hadis yang mulia ini mengabarkan sekaligus memberikan peringatan kepada kita, bahwa amal seseorang itu, baik buruknya, tergantung bagaimana kondisi di akhir kehidupannya… jika di waktu itu ia beriman dan beramal sholeh, maka berarti ia husnul khootimah…
Sebaliknya, jika di waktu itu ia berada dalam kekufuran atau bermaksiat kepada Allah, maka berarti ia suul khootimah… dan siapapun kita, dimanapun kita berada, dua kemungkinan ini akan tetap berlaku…
Bisa jadi seseorang yang saat ini beriman dan beramal sholeh, di akhir hidupnya malah kufur atau bermaksiat… atau bisa jadi juga, yang saat ini berada di kondisi kufur atau maksiat, di akhir hidupnya ia bertaubat dan menempuh jalan iman dan amal sholeh…
Rosululloh saw bersabda: “Sesungguhnya di antara kalian ada yang beramal dengan amalan ahli surga yaitu ketaatan yang dapat menyampaikannya ke surga, hingga jarak antara dirinya dengan surga tinggal sehasta, akan tetapi takdir telah ditetapkan baginya, di akhir hidupnya dia beramal dengan amalan ahli neraka, karena itu diapun masuk neraka.
Dan ada juga di antara kalian yang dari awal beramal dengan amalan ahli neraka yaitu maksiat yang mengarah ke neraka, hingga jarak dirinya dengan neraka tinggal sehasta, namun takdir telah ditetapkan baginya, di akhir hidupnya diapun beramal dengan amalan ahli surga, karena itu diapun masuk surga. (Hr. Bukhori dan Muslim). (HR. Bukhori dan Muslim)
Ma’asyirol muslimin rohimakumulloh… meskipun kita semua tidak tahu kondisi akhir hidup kita, Namun dengan kasih sayang Alloh … Alloh memberikan kabar gembiranya yaitu dengan mengabarkan sebab sebab yang kalau kita jalankan, maka insya Alloh kita akan meraih husnul khotimah…
Di antara sebab, yang dapat menjadikan kita husnul khotimah:
- Yang Pertama adalah: TAQWALLOH
Alloh berfirman..
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa; dan janganlah sampai kalian mati kecuali dalam keadaan beragama Islam.” (Ali ‘Imran: 102)
Ibnu katsir rhm ketika menafsirkan ayat ini, Beliau menjelaskan: “Laksanakanlah syariat syariat Islam saat kalian sehat dan sejahtera, agar ketika meninggal dunia, kalian tetap dalam kondisi beragama Islam… karena Sesungguhnya Alloh yang Maha mulia telah memberlakukan standar kebiasaan-Nya. Yaitu siapa yang biasa hidup di atas sesuatu, maka dia akan mati di atas kebiasaannya tersebut…”([4])
Karena itu janganlah menunda nunda untuk bertakwa, karena standar kehidupan ini adalah siapa yang tulus meniti jalan iman dan amal sholeh sejak awal, maka in sya Alloh dia akan berakhir di kondisi iman dan amal sholeh…..sebab Alloh telah berfirman
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَظْلِمُ ٱلنَّاسَ شَيْـًٔا
“Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun…” (QS. Yunus 44)
Itu berarti Alloh tidak akan menzolimi orang orang yang tulus sejak dari awal berjalan di atas jalan Islam…
Telah banyak kita dengar, Ada yang meninggal saat sedang sholat, ada yang meninggal saat membaca al Qur’an, ada yang meninggal saat ta’lim, ada yang meninggal saat shoum, ada yang meninggal saat umroh, ada yang meninggal saat haji, ada yang meninggal saat dakwah, ada yang meninggal saat jihad, dan lain sebagainya…
Sebaliknya, orang yang meniti jalan kufur atau maksiat, maka dia akan berakhir di jalan tersebut…
Begitu banyak cerita tentang orang yang meninggal dunia dalam keadaan bermaksiat kepada Allah. Ada yang mati saat berjudi. Ada yang mati saat berzina. Ada yang mati saat minum khomer
dan juga ada yang mati saat menyanyi…
karena itu, Jalani hidup ini dengan penuh ketakwaan, karena Alloh telah berfirman,
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا
“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya segala urusannya akan menjadi mudah”. [Ath-Thalaq/65 : 4].
Dan kita tau, bahwa di antara kesulitan yang akan dihadapi setiap orang adalah sakarotulmaut… namun ketika ia mengisi hidupnya dengan ketakwaan, maka Alloh akan memudahkannya.., sehingga mampu mengucapkan La Ilaha Illalloh… dan Nabi bersabda:
مَنْ كَانَ آخِرُ كـلاَمـِهِ لاَ إِ لَهَ إِ لاَ اللهُ، دَخـَلَ الجـَــنَّةَ.
“Barangsiapa yang akhir ucapannya لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ , maka ia masuk surga”. (HR. Hakim)
- Kemudian sebab husnul khotimah yang kedua adalah: Bersegera taubat.
Kita semua, tidak luput dari perbuatan dosa, karena itu bersegeralah bertaubat kepada Alloh ketika terjatuh dalam perbuatan dosa, agar akhir dari kehidupan kita berakhir dengan husnul khotimah.
Alloh berfirman:
وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ} [النور:31]
“Bertaubatlah kepada Allah Hai orang-orang beriman, supaya kalian selamat di dunia dan akhirat”. (QS. An Nur : 31)
Alloh juga berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ
“Wahai orang-orang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang sebenar benarnya). Niscaya Rabb kalian akan menghapus kesalahan-kesalahan kalian dan memasukkan kalian ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, (QS. At Tahrim: 8)
Dan…Selamatnya kita di dunia dan akhirat, dihapusnya kesalahan kesalahan kita serta dimasukannya kita ke dalam surga… itu menunjukkan bahwa kehidupan kita berakhir dengan husnul khotimah.
- Kemudian sebab husnul khotimah yang ketiga adalah: PERBANYAK BERDOA
Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya qolbu bani Adam itu ketika berada di antara dua jemari Alloh, itu laksana satu hati, dengan mudah sekali Allah membolak-balikannya sesuai kehendakNya,” Lantas Nabi saw pun berdoa:
اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ القُلُوْبِ صَرِّفْ قُلُوْبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ
“Ya Allah, Dzat yang membolak-balikan hati, condongkanlah hati-hati kami kepada ketaatanMu”. (HR. Muslim)
Jika Rosululloh saw saja yang dijamin husnul khotimah, memohon kepada Alloh agar hati beliau selalu dicondongkan kepada ketaatan,… maka bagaimana lagi dengan kita…
Juga jangan lupa perbanyak doa:
رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ (٨)
“Ya Robb kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).” (QS. Ali Imron ayat 8)
Ma’asyirol muslimin rohimakumulloh… Jika di antara banyak doa yang kita panjatkan kepada Alloh , satu doa saja yang diterima dan dikabulkan, maka itu sudah cukup untuk menjadikan kita husnul khotimah…
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ
Ma’asyirol muslimin rohimakumulloh… kita tahu, bahwa kematian itu pasti datang, namun kapan datangnya kita tidak tahu… namun kita berhusnuzzon kepada Alloh, bahwa Alloh akan menjadikan kita husnul khotimah… karena Nabi saw bersabda:
لَا يَمُوتَنَّ أَحَدُكُمْ إِلَّا وَهُوَ يُحْسِنُ بِاللهِ الظَّنَّ
“Janganlah kalian meninggal dunia, kecuali dalam kondisi berprasangka baik kepada Allah’.” (HR. Muslim)
Dan Dalam hadis Qudsi disebutkan bahwa Alloh berfirman:
أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي، إِنْ ظَنَّ خَيْرًا فَلَهُ، وَإِنْ ظَنَّ شَرًّا فَلَهُ
“Sesungguhnya Aku berdasarkan prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Apabila dia berprasangka baik, maka baginya kebaikan dan apabila dia berprasangka buruk, maka baginya keburukan.”(HR. Ibnu Hibban)
Ma’asyirol muslimin rohimakumulloh… Semoga kita semua termasuk orang orang yang dikehendaki kebaikan oleh Alloh, dengan begitu Alloh akan menjaga keimanan kita dan akan membimbing kita untuk beramal sholeh sampai akhir kehidupan kita…
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
إِذَا أَرَادَ اللهُ بِعَبْدِهِ خَيْرًا اسْتَعْمَلَهُ، قاَلُوُا: كَيْفَ يَسْتَعْمِلُهُ؟ قَالَ: يُوَفِّقُهُ لِعَمَلٍ صَالِحٍ قَبْلَ مَوْتِهِ
“Apabila Allah menghendaki kebaikan pada hambanya, maka Allah akan membuatnya beramal”. Para sahabat bertanya, ”Bagaimana Allah membuatnya beramal?” Rasulullah menjawab, ”Allah akan memberinya taufiq untuk beramal shalih sebelum dia meninggal.” [HR Imam Ahmad, Tirmidzi, dan dishahihkan al Hakim dalam Mustadrak].
Semoga kita semua diberikan umur yang panjang, diberikan kesehatan, diberikan keberkahan, diberikan hidayah ilmu dan taufiq-Nya dan diberikan keistiqomahan di atas jalan Islam hingga kita semua husnul khootimah.
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ وَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ اْلأَمْوَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَ لِوَالِدَيْنَا وَ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَيَانَا صَغِيْرًا
اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، اَللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيْهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ اْلإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ أَعِنْهُمْ عَلَى الْقِيَامِ بِمَهَامِهِمْ
رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
يَامُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ، ثَبِّتْ قُلُوْبَنَا عَلَى دِيْنِكَ، وَ يَامُصَرِّفَ الْقُلُوْبِ صَرِّفْ قُلُوْبَنَا إِلَى طَاعَتِكَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
HASMI :: Sebuah Gerakan Kebangkitan Himpunan Ahlussunnah Untuk Masyarakat Islami