Muslim Afrika Tengah Kembali Mendapat Tekanan

25 Mar 2014Redaksi Berita

Muslim Afrika Tengah di Bunuh Dalam Serangan Terbaru

BANGUI (www.hasmi.org)  | Pada hari senin (24/3/2014) kemarin, diberitakan 9 umat muslim tewas dalam serangan terbaru selama akhir pekan di ibukota Republik Afrika Tengah (CAR).

“Kemarin, kami mengumpulkan enam mayat. Hari ini, kami telah mencatat tiga orang tewas dan sebuah serangan sedang berlangsung,” kata Pastor Antoine Mbao Bogo, presiden Palang Merah setempat seperti dilansir pada Senin (24/3).

Mbao Bogo menambahkan, 28 orang tewas dan 27 terluka dalam bentrokan pada minggu sebelumnya.

Negara Prancis telah mengerahkan 2.000 tentara ke bekas koloninya itu untuk mendukung 6.00o pasukan misi penjaga perdamaian Uni Afrika (MISCA), tetapi mereka tidak mampu untuk meemadamkan kekerasan di besar yang terjadi dinegara berpenduduk 4,5 juta orang itu.

Sekitar 650.000 orang telah mengungsi di dalam Republik Afrika Tengah, sementara hampir 300.000 orang telah melarikan diri ke negara-negara tetangga.

Meski pembantaian berskala besar tampaknya telah berhenti, sebagian besar atas tindakan pasukan asing. Namun, pembunuhan masih terjadi setiap harinya, dimana milisi Kristen anti-Balaka menargetkan mantan pemberontak dan Muslim Seleka.

Sebuah serangan itu telah mendorong puluhan ribu umat Islam meninggalkan Bangui, menuju selatan dan barat dari negara yang terkurung daratan itu.

Pertempuran pada hari Minggu dan Senin terkonsentrasi di sekitar lingkungan Muslim utara PK5 dan PK12 yang diserang oleh milisi Kristen anti-Balaka, demikian seorang wartawan Reuters di ibukota tersebut mengatakan.

Uni Afrika juga diserang ketika mereka mencoba untuk campur tangan.

Juru bicara pasukan Uni Afrika MISCA belum bersedia berkomentar. Misca dalam sebuah pernyataan sebelumnya mengatakan, bahwa tiga stafnya terluka setelah mendapat serangan dari para penyerang tak dikenal pada Minggu malam.

Dalam kejadian insiden terpisah, dua penjaga perdamaian memberikan keamanan. Sebuah rumah sakit Bangui juga diserang menggunakan granat pada hari Minggu. Dilaporkan, mereka tidak mengalami cedera yang serius.(Red/HASMI/KIBLAT)