Meraih Lailatul Qodar Dengan I’tikaf

17 Jun 2017Redaksi Headline

 

Kaum Muslimin Rohimakumulloh…
Sudah selayaknya di bulan Romadhon, seorang muslim memperbanyak ibadah.

Namun terkadang, urusan duniawi membuat manusia lalai dari peribadahan.
Padahal di Bulan Romadhon terdapat satu malam yang begitu agung, yaitu malam Lailatul Qodar.
Lailatul Qodar merupakan malam yang lebih baik daripada seribu bulan.

Sebagaimana firman Alloh subhanahu wata’ala
“Malam yang lebih baik dari seribu bulan”

Dan seorang muslim yang beribadah pada Lailatul Qodar, akan mendapatkan pahala yang lebih baik daripada ibadah selama seibu bulan.

Jika ia sholat malam di malam itu, maka pahalanya adalah lebih baik daripada sholat malam selama seribu bulan.
Membaca Al Qur’an pada malam itu, mendapatkan pahala membaca Al Qur’an lebih baik daripada membaca Al Qur’an selama seribu bulan.
Begitupun ibadah-ibadah yang lain, seperti berdoa, berdziki dan besedekah.

Lailatul Qodar umumnya terjadi pada sepuluh malam terakhir di bulan Romadhon dan terutama di malam-malam ganjil.
Namun sayangnya, di malam-malam teakhir Romadhon banyak kaum muslimin yang sibuk di mall, pasar, begadang di depan televisi atau hanya tidur sampai pagi.

Tentu, jika kita memahami kemuliaan Lailatul Qodar tersebut, tidak akan rela waktu kita buang begitu saja, kita akan bergegas melaksanakan berbagai macam ibadah.

Dan sebaik-baik contoh ialah Rosululloh sholallohu’alaihi wasallam. Beliau ketika memasuki sepuluh hari terakhir Bulan Romadhon melaksanakan satu ibadah spesial, yaitu i’tikaf.
Berdiam di dalam masjid, tidak keluar dari masjid dalam rangka melaksanakan ibadah kepada Alloh subhanahu wata’ala.

Hal itulah yang tedapat dalam riwayat Bukhori-Muslim.

Umat manusia di akhir zaman umurnya sangat terbatas, antara 60-70 tahun dan sangat jarang yang lebih dari 70 tahun.
Namun Alloh subhanahu wata’ala Maha Mulia, Maha Agung, dan Maha Bijaksana. Alloh menganugerahkan kepada kita satu malam di Bulan Romadhon yang lebih baik dari seribu bulan.

Seribu bulan kira-kira sekitar 83 tahunan. Maka, jangan sia-siakan selagi ada kesehatan dan kesempatan. Mudah-mudahan Alloh berikan kita kemudahan. Belum tentu, bulan Romadhon yang akan datang dapat kita jumpai dalam keadaan sehat dan beriman.