Menjadi Muslimah Bertabur Berkah

2 Oct 2018Redaksi Fiqih dan Muamalah

Menjadi Muslimah Bertabur Berkah

Muslimah yang bertabur berkah adalah sebaik-baik perhiasan di dunia ini. Ia ibarat bunga yang mekar dan mewangi. Kepribadiannya menebarkan pesona kebaikan. Akhlak mulianya memberikan cahaya keteladanan. Bahkan kehidupannya adalah mata air yang memancarkan keberkahan. Dialah wanita mulia di saat ribuan wanita terhina dalam kubangan dosa. Dialah sosok mulia tatkala jutaan wanita tenggelam dalam tipu daya dunia.

Setiap muslimah pasti mendamba agar kehidupannya bertabur dengan keberkahan. Untuk itu, berikut ini beberapa kriteria utama muslimah yang penuh dengan keberkahan. Semoga kriteria ini ada dalam diri kita, keluarga atau saudari-saudari kita.

1. Iman kepada Alloh

Iman merupakan sumber utama keberkahan pada diri seorang muslimah. Betapa tidak, Alloh subhanahu wata’ala sendiri menegaskan akan hal tersebut dalam kitab-Nya yang mulia.

وَلَأَمَةٌ مُؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكَةٍ وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ

“…Sesungguhnya wanita budak yang mukminah atau beriman lebih baik dari wanita yang musyrik, walaupun dia menarik hati kalian…”
(QS. al-Baqoroh [2]: 221)

Inilah timbangan keberkahan sejati. Secantik dan sehebat apapun seorang wanita kafir, tidak akan pernah bisa menandingi kehebatan muslimah di sisi Alloh subhanahu wata’ala. Benar-benar keberkahan yang luar biasa ketika seorang wanita beriman kepada Alloh subhanahu wata’ala.

2. Gemar beramal sholih dan taat kepada suami

Amal sholih adalah bukti kebenaran iman sekaligus sumber keberkahan dalam kehidupan seseorang muslimah. Tanpa amal sholih, tidak mungkin seorang muslimah menjadi berkah di dalam hidupnya. Nabi shollallohu’alaihi wasallam bersabda:

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا: ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

“Apabila seorang wanita menjalankan sholat lima waktu, berpuasa di bulan Romadhon, menjaga kemaluannya, menaati suaminya maka dikatakan kepadanya, “Masuklah ke dalam surga dari pintu-pintu surga mana saja yang kalian inginkan.”
(HR. Ahmad)

Adakah yang lebih mulia dari wanita yang dipersilahkan masuk surga melalui pintu surga yang ia inginkan? Saudariku muslimah inilah yang harus engkau kejar. Raihlah keberkahan itu karena ia terlalu mahal untuk disia-siakan. Jangan sampai karunia tersebut hilang karena kita lebih mengutamakan kehidupan dunia dan perhiasannya.

3. Berjilbab syar’i

Jilbab adalah syariat Alloh subhanahu wata’ala dari langit dan bukan sekedar budaya. Jilbab juga merupakan salah satu barometer untuk mengukur kebaikan seorang muslimah.

Alloh subhanahu wata’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Hai nabi, Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Alloh adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(QS. al-Ahzab [33]: 59)    

Keberkahan syariat jilbab sangat banyak sekali. Selain sebagai tanda atau syiar iman dan Islam bagi muslimah, jilbab juga syariat yang menjaga wanita dari gangguan. Di zaman sekarang ini, banyak sekali isu-isu yang mendiskreditkan syariat jilbab, namun hal ini justru terbantah sendiri dengan berbagai penelitian di Barat bahwa jilbab benar-benar melindungi harga diri wanita dari para serigala buas yang mengintai harga diri wanita.

4. Penuh kasih sayang, subur, lagi berjiwa besar.

Nabi shollallohu’alaihi wasallam bersabda:

أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِنِسَائِكُمْ فِي الْجَنَّةِ ؟ ” قُلْنَا: بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ: ” كُلُّ وَدُودٍ وَلُودٍ إِذَا غَضِبَتْ أَوْ أُسِيءَ إِلَيْهَا أَوْ غَضِبَ زَوْجُهَا قَالَتْ: هَذِهِ يَدِي فِي يَدِكَ لَا أَكْتَحِلُ بِغُمْضٍ حَتَّى تَرْضَى “.

“Maukah kalian aku kabarkan dengan penghuni surga dari kalangan wanita kalian? Kami menjawab, ‘Tentu wahai Rosululloh.’ Maka Nabi  bersabda, ‘Yaitu setiap wanita yang berkasih sayang kepada suaminya dan subur (sehingga banyak anak), Apabila sang suami marah atau berbuat buruk kepadanya, ia justru berkata, ‘Aku pasrahkan diriku kepadamu wahai suamiku, aku tidak akan tidur nyenyak sebelum engkau ridha kepadaku.”
(HR. Thobroni)

Bagaimanakah perasaan suami Anda ketika melihat Anda yang sebenarnya terzholimi, dengan hati tawadhu’ justru Anda mengucapkan, “Suamiku tercinta, saya tidak akan tidur nyenyak sebelum engkau ridho kepadaku.’’

Hanya suami yang hatinya telah mati saja yang tidak cinta dengan istri berjiwa besar seperti ini. Dia rela membendung amarahnya demi ridho suami tercinta. Dia memilih bersabar menahan ambisinya agar suaminya tidak bertambah murka. Barangkali dia mampu membalas perlakuan suaminya dengan mengadukan kepada orang tuanya. Namun ia tahan dan ia simpan itu semua kepada Alloh subhanahu wata’ala demi ridho Alloh kemudian ridho suaminya. Adakah istri yang berjiwa besar seperti ini di zaman kita?

5. Menyejukkan pandangan, taat perintah dan menjaga amanah.

Nabi shollallohu’alaihi wasallam bersabda,

“Sebaik-baik Istri adalah seorang istri yang jika engkau lihat menyejukkan pandanganmu, apabila engkau perintah ia menaatimu, dan apabila engkau tinggal ia mampu menjaga hartamu dan harga dirinya.”
(HR. Baihaqi)

6. Mudah ketika mengajukan mahar saat ia menikah.

Banyak wanita menerima pinangan laki-laki bukan karena agamanya, namun karena besarnya mahar yang akan diberikan. Padahal Nabi shollallohu’alaihi wasallam menegaskan bahwa besar dan tingginya mahar bukanlah menjadi acuan utama bagi keberkahan seorang wanita, tetapi kemudahan dalam mengajukan mahar. Berikut ini hadis marfu’ dari Aisyah rodhiyallohu’anha:

إِنَّ أَعْظَمَ النِّسَاءِ بَرَكَةً أَيْسَرُهُنَّ صِدَاقاً

“Sesungguhnya wanita yang paling besar keberkahannya adalah yang paling mudah maharnya.”
(HR. Ahmad dan Thobroni)

Wallohu ta’ala a’lam…