Memanfaatkan Dunia Maya Untuk Berdakwah

28 Sep 2017Redaksi Fiqih dan Muamalah

Memanfaatkan Dunia Maya Untuk Berdakwah – Dakwah adalah misi penyelamatan umat secara besar-besaran dari kebinasaan, dengan berasaskan pada ilmu yang benar, kebijaksanaan, pengajaran yang baik, dan dengan pendekatan yang baik.

Dakwah adalah tugas mulia para Nabi dan pengikut mereka yang setia. Sungguh beruntung dan berbahagialah orang-orang yang dipilih Alloh subhanahu wata’ala untuk meniti jalan dakwah ini. Sebagaimana dijelaskan Alloh subhanahu wata’ala dalam al-Qur’an yang artinya:

“Dan hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar, dan merekalah orang-orang yang beruntung.”
(QS. ali Imron [3]: 104)

Pengemban panji dakwah bukan hanya bahagia dan beruntung di dunia tetapi juga di akhirat. Mereka adalah suri teladan umat yang akan selamat dan menyelamatkan, sehingga menghantarkan umat ke surga yang penuh kenikmatan. Alloh subhanahu wata’ala akan memberikan pahala yang terbaik bagi para pengemban dakwah. Rosululloh sholallohu’alaihi wasallam menjelaskan kepada Ali bin Abi Tholib rodhiyallohu’anhu tentang keutamaan dakwah dengan bersabda:

فَوَاللهِ لَأَنْ يَهْدِيَ اللهُ بِكَ رَجُلًا وَاحِدًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ يَكُونَ لَكَ حُمْرُ النَّعَمِ

“Demi Alloh, jika Alloh subhanahu wata’ala memberikan hidayah kepada seseorang karena (dakwah) mu, maka itu lebih bagimu dari unta merah.”
(al-Bukhori, Muslim  & Ahmad).

Onta merah adalah harta yang paling berharga dan menjadi kebanggaan masyarakat Arab ketika itu. Dan cukuplah bagi kita dari dua keutamaan dakwah di atas mendorong kita untuk ikut serta dalam kafilah dakwah. Tentunya kafilah dakwah yang sebenarnya, yaitu dakwah kemurnian yang menyeru seluruh manusia hanya beribadah kepada Alloh subhanahu wata’ala semata, sesuai dengan tuntunan Rosululloh sholallohu’alaihi wasallam.

Betapa pentingnya dakwah, terlebih di era modern seperti sekarang ini, di mana teknologi kini semakin maju. Di tengah-tengah kemajuan teknologi yang begitu pesat ini, umat Islam dituntut mampu memanfaatkan setiap teknologi guna kemajuan Islam. Internet adalah di antara teknologi yang maju yang paling digemari oleh kebanyakan orang di seluruh dunia, baik untuk kepentingan bisnis, sarana bergaul, atau sekedar mencari informasi, apapun yang diinginkan dapat dengan cepat diakses di internet. Internet seakan menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditinggalkan. Dengan media internet seakan seseorang mengelilingi dunia yang luas.

Tentu seorang Muslim  yang cerdas yang peduli kepada dakwah Islam tidak akan melewati kesempatan ini, media internet ia gunakan tidak hanya sekedar facebookan, twitteran, dan lain sebagainya untuk yang tidak bermanfaat baik dunia maupun akhirat, tetapi ia akan maksimalkan itu semua untuk berdakwah. Dakwah bukan hanya melalui ceramah keagamaan di mimbar-mimbar, diskusi-diskusi atau tulisan-tulisan di media cetak.

Betapa besar pahalanya di sisi Alloh subhanahu wata’ala jika ia gunakan untuk berdakwah, setiap untaian kata-kata dakwah yang disampaikan baik dengan tulisan atau dalam bentuk audio visual akan memberikan manfaat kepada umat. Setiap apa yang ia sampaikan akan mendatangkan pahala yang berlipat-lipat, terlebih jika orang lain mengamalkannya ia akan mendapatkan pahala yang sama tidak dikurangi sedikitpun. Sungguh dakwah inilah sebaik-baik perkataan. Alloh subhanahu wata’ala berfirman yang artinya:

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Alloh, mengerjakan amal yang sholeh, dan berkata: “Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang menyerah diri?”
(QS. Fushshilat [41]: 33)

Maka, amat sangat rugi dan sangat disayangkan seorang Muslim yang dalam kesehariannya bergaul dengan internet tetapi ia tidak gunakan untuk berdakwah, ia tidak akan mendapat pahala, hanya waktu dan harta yang terbuang dengan percuma dan sia-sia. Terlebih jika ia menggunakan internet untuk bermaksiat kepada Alloh subhanahu wata’a, pasti ia akan mendapat dosa. Ia akan dimintai pertanggungjawabannya nanti di akhirat kelak atas apa yang ia sia-siakan dari waktu dan hartanya. Dan salah satu karakter seorang Muslim adalah menjauhkan diri dari setiap perkara yang tidak bermanfaat.

Sebagaimana Alloh subhanahu wata’ala berfirman yang artinya:

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. (yaitu) Orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya. Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada bermanfaat”.
(QS.al-Mu’minun [23]:1-3)

Jangan kita biarkan sarana internet ini hanya digunakan oleh kaum Nashrani, Yahudi, kaum musyrikin, para ahli bid’ah, para ahli maksiat dan orang-orang munafik untuk menyebarkan pemikiran-pemikiran mereka sehingga mengelabui orang-orang Muslim  yang menyambangi situs-situs mereka sehingga tertipu oleh mereka. Merekalah penyeru-penyeru ke neraka yang semangat menyesatkan umat tanpa mengenal lelah. Akibatnya, sesatlah orang-orang yang menemukan karya-karya mereka yang berisi kekufuran, bid’ah, kemaksiatan, dan fitnah, baik yang nyata maupun yang tersembunyi.

Maka, sebagai seorang Muslim  yang menyeru kepada kebaikan harus lebih semangat dari penyeru kesesatan pengikut setan. Karena jika internet  digunakan oleh para ahli ilmu yang benar, ahli tauhid dengan penuh keikhlasan, maka mereka bisa mempersempit ruang lingkup para penyebar kerusakan, dan karya-karya mereka bisa bermanfaat bagi orang-orang yang menginginkan kebenaran dan bermaksud memanfaatkannya dengan beramal sholih dan berilmu yang bermanfaat.

Pada saat ini berdakwah melalui jaringan internet amat sangat efektif dan efisien, karena internet memiliki keunggulan yang tidak dimiliki media yang lain. Di antara keunggulan internet adalah:  pertama, karena internet dapat diakses kapanpun dan dimanapun tanpa dibatasi oleh waktu dan tempat, sehingga pengguna internet dapat leluasa memanfaatkannya. Kedua,  jangkauan yang sangat luas hingga ke seluruh penjuru dunia, dengan demikian setiap orang dapat mengambil manfaatnya tanpa harus bepergian jauh yang memakan waktu dan biaya yang banyak dalam waktu yang relatif cepat. Ketiga, dengan mudah dapat digunakan seluruh kalangan dan lapisan masyarakat. Keempat, keanekaragaman aplikasi internet yang dapat digunakan untuk berdakwah.

Banyak yang dapat kita lakukan ketika berdakwah di internet seperti; nasihat kebaikan, menyebarkan ilmu akidah yang benar, menjelaskan kemuliaan dan kebaikan Islam, menjelaskan hukum-hukum syariat, dan lain sebagainya. Dengan dakwah melalui internet ini dapat memberikan pencerahan bagi orang-orang yang jahil tentang syariat Islam, menjawab syubhat-syubhat yang beredar di tengah-tengah umat. Selain itu orang-orang yang belum mengetahui kemuliaan dan kebaikan Islam mengetahui hakikat Islam yang mulia dengan jelas dan gamblang sehingga mereka tertarik untuk masuk Islam dengan penuh sukarela.

 

Be Sociable, Share!