KHUTBAH JUM’AT KE-3 (Oleh: Dr. Muhammad Sarbini, M.H.I.)

KEBAHAGIAAN HAKIKI, IMAN, AMAL SHALIH, DAN HAYATUN TAYYIBAH
(Oleh: Dr. Muhammad Sarbini, M.H.I.)

KHUTBAH PERTAMA

 

الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى فَضْلِهِ وَإِحْسَانِهِ، أَعْطَى كُلَّ شَيْءٍ خَلْقَهُ ثُمَّ هَدَى، أَحْمَدُهُ وَلَهُ الْحَمْدُ فِي الْآخِرَةِ وَالْأُولَى، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ النَّبِيُّ الْمُصْطَفَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْأَئِمَّةِ النُّجَبَاءِ، وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا. أَمَّا بَعْدُ:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.

أَمَّا بَعْدُ

فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرَ الْهَدْي هَدْيُ مُحَمَّدٍ, وَشَرَّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا, وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ وَكُلُّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ

Kaum Muslimin rohimakumulloh

Kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat nanti adalah dambaan semua manusia, tanpa kecuali. Akan tetapi, apa hakekat kebahagiaan hidup itu dan bagaimana cara meraihnya? Alloh swt berfirman dalam surat an-Nahl ayat 97:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Barang siapa yang mengerjakan amal soleh -baik laki-laki maupun perempuan- dan dia orang yang beriman, maka akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik: dan akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari amal yang telah mereka kerjakan.

Kaum Muslimin rohimakumulloh

Ibnu Katsir rohimahulloh mengatakan bahwa hayatan toyyibah atau kehidupan yang baik adalah kehidupan yang mengandung semua segi kebahagiaan dari berbagai aspeknya. Itulah kebahagiaan yang dicita-citakan oleh semua manusia.

Rosululloh saw bersabda yang diriwayatkan oleh imam Muslim:

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ.

Sungguh beruntung dan bahagia orang yang telah masuk Islam dan diberi rezeki cukup serta dianugerahi Alloh sifat qona’ah terhadap apa yang diberikan kepadanya (yaitu menerimanya dengan penuh rasa syukur). Jadi kebahagiaan hidup di dunia ada pada kehidupan seseorang yang berjalan meniti Islam dengan sebaik-baiknya dan berusaha istiqomah hingga akhir hayatnya. Seorang muslim yang rizkinya cukup untuk bekal ibadah dan pengabdiannya kepada Alloh, serta qonaah menerimanya dengan penuh rasa syukur yang mendalam kepada-Nya. Kebahagiaan itu diraih dengan iman dan amal sholih manusia dalam hidupnya, amal sholih yang mendekatkan dirinya kepada Alloh dan amal sholih yang menebar manfaat diri dan hartanya untuk kebahagiaan diri sendiri dan sesama, serta bekal dia berbahagia di kehidupan kekal abadi di akhirat nanti.

Kaum Muslimin rohimakumulloh

Semua kebahagiaan ini bertambah besar dan sempurna ketika tuntunan norma-norma Islam ini telah menjadi naungan sebuah masyarakat. Masyarakat yang secara kolektif atau orang perorangan bertekad untuk bersungguh-sungguh dalam meniti sirotulmustaqim. Masyarakat yang didominasi oleh istiqomah, kejujuran, kebersihan ruhani dan saling kasih mengasihi. Walaupun mereka berbeda-beda dalam tingkat dan kadar pemahaman terhadap rincian ajaran Islam, tetapi mereka telah memiliki pondasi yang sama untuk menerimanya secara totalitas. Mereka adalah masyarakat yang dengan sungguh-sungguh menjaga diri agar tidak terjatuh secara sengaja dalam bentuk kedurhakaan kepada Alloh . Kalaupun terkadang tergelincir ke dalam bentuk dosa dan ma’siyat, mereka segera kembali kepada-Nya, tersungkur dengan bertaubat memohon maghfirah-Nya yang sangat luas dan bertekad kuat untuk tidak mengulangi-nya kembali. Walaupun pada kenyataan nya mungkin saja ketergelinciran itu terulang kembali.

Kaum Muslimin rohimakumulloh

Pada masyarakat seperti ini, amanat dan keamanan akan sangat terjaga. Kerusakan dalam segala bentuknya akan sangat dan sangat terminimalisir. Kemiskinan yang terjadi hanyalah kemiskinan yang benar-benar normal dan tak terhindarkan. Bukan seperti kemiskinan yang merebak bagaikan wabah, disebabkan oleh konspirasi peng hisapan darah rakyat jelata. Kemiskinan yang normal dan sangat minimal itu pun teringankan oleh keberkahan segalanya. Kemudian harapan-harapan balasan akhirat atas kesabaran hidup di kemiskinan menjadi pelipur dan penghibur yang besar sekali. Akhirnya hubungan mesra dengan Alloh akan mengguyur seluruh orang dengan hujan kebahagiaan sejati yang tak ada hentinya. Ketika masyarakat telah didominasi dan dituntun oleh norma-norma Islam, maka pasti Alloh akan memenuhi janji-Nya, dengan memberikan kepada mereka ke berkahan dalam semua sisi kehidupan mereka.

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ …(96)

“Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan-keber kahan dari langit dan bumi…” (QS. Al-A’raf [7]: 96).

Mereka akan mendapatkan kebaikan, ketenangan dan kesejahteraan dalam kehidupan mereka, karena Alloh memberikan kenikmatan-Nya dalam beragam bentuk dan dari berbagai jalan. Seluruh aspek kehidupan; ekonomi, politik, dan sosial kemasyarakatan, dipenuhi sumber-sumber kebaikan yang diberkahi.

Kaum Muslimin rohimakumulloh

Kenikmatan yang mereka terima bukan hanya sebatas berwujud materi kebendaan, tetapi juga berwujud nonmateri yang mereka rasakan sebagai hasil dari baiknya hubungan interaksi (muamalah) dengan sesama dan buah dari penerapan setiap sisi ajaran Islam yang mulia oleh seluruh komponen masyarakat. Setiap orang, masingmasing dalam kedudukan dan tanggung jawabnya, menunaikan kewajiban sebagaimana mestinya sesuai tuntunan Islam. Semua bergerak, berlomba-lomba mencurahkan segenap kemam-puan dalam menghasilkan amal terbaik mereka. Sehingga tidaklah mereka mendapatkan hasil darinya kecuali kebahagiaan dan kemuliaan. Setiap orang tidak hanya akan menerima manfaat dari orang lain, tetapi juga akan berupaya untuk memberi manfaat kepada orang lain. Saling tolong-menolong dalam kebaikan menjadi budaya yang men dominan di tengah masyarakat. Termasuk dalam bentuk upaya serius dan terus menerus membina dan membimbing saudaranya ke arah penerapan sisi-sisi ajaran Islam, serta meluruskan dan menasihatinya di saat terjadi kekeliruan dan penyimpangan. Setiap gerak aktivitas mereka akan semakin menambah bobot amal sholih yang membuah kan kenikmatan bagi mereka masing-masing. Dengan demikian, mereka akan mendapatkan manfaat teramat besar berupa terjaganya agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta mereka. Hal ini disebabkan faktor-faktor perusak dan penghancur unsur-unsur tersebut tidak lagi mendominasi masyarakat.

 Kaum Muslimin rohimakumulloh

Sungguh, seluruh sisi kehidupan mereka akan menjadi hal yang mem bahagiakan. Walaupun banyak problem kehidupan yang membawa duka dan melelahkan sebagai salah satu karakter kehidupan di dunia, akan tetapi mereka mampu menghadapinya dengan penuh kesabaran, didasarkan pada keimanan yang mendalam bahwa hal itu adalah salah satu bentuk ujian untuk mencapai derajat kemuliaan yang lebih tinggi. Semua kerja keras mereka di dunia ini akan mendapatkan balasan berupa jannah dan seluruh kenikmatan yang tiada tara, dalam kehidupan di akhirat yang kekal abadi. Amal-amal kebaikan mengalir deras dan tumbuh lebat dengan hanya satu motivasi, mengharapkan ridho Alloh .

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الكريم، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذكر الحكيم، أقُولُ قولي هذا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ

فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ

KHUTBAH KEDUA

 

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ، وَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى الْبَشِيرِ النَّذِيرِ ، بَلَّغَ الرَّسَالَةَ ، وَأَدَّى الْأَمَانَةَ، وَنَصَحَ الْأُمَّةَ

 

Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَعْبُدُ اللَّهَ عَلَى حَرْفٍ فَإِنْ أَصَابَهُ خَيْرٌ اطْمَأَنَّ بِهِ وَإِنْ أَصَابَتْهُ فِتْنَةٌ انْقَلَبَ عَلَى وَجْهِهِ خَسِرَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةَ ذَلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ (11)

Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Alloh dengan berada di pinggiran; maka jika ia memperoleh kebaikan (rezeki lancar dll), ia tetap dalam keislamannya. Namun jika ia ditimpa oleh suatu bencana (musibah dan susahnya kehidupan), ia berbalik arah ke belakang (murtad). Rugilah ia di dunia dan di akhirat dan itulah kerugian yang sangat jelas.” [Quran AlHajj: 11]. Berkaitan dengan ayat ini, al-Imam al-Bukhari meriwayatkan sebuah kisah tentang orang-orang yang datang ke Kota Madinah untuk memeluk Islam. Bagus atau tidak agama ini atau benar tidaknya agama ini mereka ukur dengan materi dunia. Abdulloh bin Abbas Rodiyallohu ‘anhuma mengatakan

كَانَ الرَّجُلُ يَقْدُمُ الْمَدِينَةَ، فَإِنْ وَلَدَتْ امْرَأَتُهُ غُلَامًا ، وَنَتِجَتْ خَيْلُهُ، قَالَ: هَذَا دِيْنٌ صَالِحٌ وَإِنْ لَمْ

تَلِدُ امْرَأَتُهُ، وَلَمْ تَنْتَجْ خَيْلَهُ قَالَ: هَذَا دِيْنُ سُوْءٍ .

“Dulu ada orang yang datang ke Kota Madinah (untuk memeluk Islam). (Setelah berlalu beberapa lama masuk Islam), kalau istrinya melahirkan anak laki-laki dan kudanya melahirkan. komentarnya, ‘Ini agama yang baik’. Tapi, kalau istriya tidak melahirkan. Demikian juga ternak kudanya tidak melahirkan. Ia berkomentar, ‘Ini agama yang buruk.” Alloh Ta’ala menggambarkan orang yang memeluk Islam dengan cara pandang seperti ini dengan berada di pinggiran. Mengapa disebut berada di pinggiran? Karena dia tidak serius menjadi seorang muslim. Tidak serius ketika beragama. Tatkala orang tidak serius dalam beragama akan mudah keluar dari agamanya. Sehingga digambarkan oleh Alloh Ta’ala orang seperti ini berada di bagian tepi. Keluar dan masuk dengan mudah hanya karena standar duniawi. Oleh karena itu, seorang muslim wajib menyadari bahwasanya saya beragama karena saya menjalankan perintah dari Alloh Sang pemilik agama ini. Dan Alloh yang memiliki agama ini, juga memiliki syariat yang harus dikerjakan dan dihindari. Alloh Ta’ala berfirman,

أَيَحْسَبُ الْإِنسُنُ أَن يُتْرَكَ سُدًى

“Apakah manusia mengira (setelah diciptakan), ia akan dibiarkan begitu saja”? [Quran Al-Insan: 36]. Maksudnya apakah mereka dibiarkan begitu saja; tanpa perintah, tanpa larangan, dan tanpa pertanggung-jawaban. Ibadallah, Karena itu, tidak boleh tatkal akita telah berikrar syahadat lalu menjadi muslim level pinggiran saja. Karena di pinggiran berarti orang ini tidak serius untuk menjadi seorang muslim.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اللهم صل على محمد…..

اللهم إغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات اللهم ضاعف لهم الحسنات وأرفع لهم الدرجات وكفر عنهم السيئات

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلَّا لِلَّذِينَ آمَنُوا

رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

اللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا تَحُولُ بِهِ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعَاصِيكَ، وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَا بِهِ جَنَّتَكَ، وَمِنَ الْيَقِينِ مَا تُهَوَنُ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا، اللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وقُوَّتِنَا مَا أحْيَيْتَنَا، وَاجْعَلْهُ الوارثَ مِنَّا وَاجْعَلْ ثَأَرَنَا عَلَى مَنْ ظَلَمَنَا، وَانْصُرْنَا عَلَى مَنْ عَادَانَا، وَلا تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِي دِينِنَا، وَلَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا، وَلَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لَا يَرْحَمُنَا

اللهم إنا نسألك بأسمائك الحسنى وصفاتك العلا أن تنصر أخواننا في فلسطين وأن تفرج همهم وأن تجنهم كيد يهود وعملائها و أنصارها…. اللهم انصر المجاهدين في سبيلك في غزة، اللهم انصرهم ولا تنصر عليم، اللهم كن معهم ولا تكن عليم اللهم اجمع شملهم ووحد كلمتهم وسدد رميهم.. اللهم ألق الرعب والخوف في قلوب اليهود يا رب العالمين. اللهم أخص اليود عدداً وأهلكهم بدداً ولا تغادر يا رب منهم أحداً. اللهم وأنزل على الهود وأعوانهم رجزك وعذابك. اللهم أرنا فيهم عجائب قدرتك.. اللهم يا رحمن السموات والأرض ورحيمهما ارحم ضعف المسلمين في غزة، واجبر كسرهم، واربط على قلوبهم، وثبت أقدامهم، و انصرهم على عدوك وعدوهم

يا رب العالمين.

Check Also

PERSIAPAN MENUJU ACEH TAMIANG UNTUK DISTRIBUSI BANTUAN LOGISTIK (Oleh: Tim Redaksi HASMI)

PERSIAPAN MENUJU ACEH TAMIANG UNTUK DISTRIBUSI BANTUAN LOGISTIK Oleh: Tim Redaksi HASMI Alhamdulillah, hari Ahad, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

slot
situs slot