Khodijah Wanita Yang Di Muliakan

11 Aug 2014Redaksi Kisah Muslimah

Khodijah binti Khuwailid raḍyAllāhu 'anha (may Allāh be pleased with her), kebanyakan umat Islam telah mendengar nama itu. Ya.., dia adalah isteri pertama Rosululloh ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) yang kaya raya. Dia mendapatkan kekayaannya dari Alloh subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) melalui perdagangan. Kekayaannya yang melimpah tidak membuat Khodijah raḍyAllāhu 'anha (may Allāh be pleased with her)  lengah dan terpedaya. Harta yang dimilikinya digunakan untuk mendukung suaminya dalam berdakwah, menegakkan dan meninggikan nama Alloh subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He), dan agama Islam.

Khodijah raḍyAllāhu 'anha (may Allāh be pleased with her) telah berjasa besar dalam Islam. Kita dapat renungkan jasa Khodijah  dalam kehidupannya bersama Rosululloh ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him).

  1. Meneguhkan Hati Nabi ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him).

Saat wahyu pertama turun kepada Rosululloh ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) di Gua Hira. Nabi ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) pulang dengan membawa ayat-ayat Alloh subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He)

(QS.Suratal-‘Alaq[96]: 1-5) yang berbunyi:

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”

Nabi ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) pulang dalam keadaan menggigil ketakutan dan penuh kebimbangan. Tetapi Khodijah raḍyAllāhu 'anha (may Allāh be pleased with her)menyambut baik kedatangannya dan menenangkan hatinya dengan berkata: “Jangan takut, bergembiralah. Demi Alloh subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He), Alloh subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) tidak akan menyusahkan engkau selamanya. Sesungguhnya engkau suka menyambung persaudaraan, berkata benar, menanggung beban dan berusaha membantu orang yang tidak punya, memuliakan tamu, dan menolong penegak kebenaran.”

  1. Wanita Pertama masuk Islam.

Islam telah mengangkat derajat perempuan ini jauh lebih tinggi dari apa yang diharapkan dan dicita-citakan. Islam menghaturkan beberapa ayat yang mulia kepada Khodijah raḍyAllāhu 'anha (may Allāh be pleased with her), sehingga ayat itu menerangkan penglihatannya, menguasai jiwanya dengan hujjahnya, menundukkan hatinya dengan keindahan susunannya. Maka pantaslah hati Khodijah  dipenuhi dengan rasa cinta kepada Alloh subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He), yang mengalir dalam aliran darahnya dan meresap ke dalam sel-sel tulangnya.

Khodijah  pun tunduk patuh kepada Islam yang dibawa oleh suaminya. Imam Izzuddin bin al-Athir [rohimahu] berkata: Khodijah binti Khuwailid raḍyAllāhu 'anha (may Allāh be pleased with her) adalah makhluk yang paling pertama masuk Islam berdasarkan ijma’ kaum Muslimin.

Khodijah  tidak masuk Islam karena hanya ikut-ikutan atau sekedar basa-basi, tapi dia memeluknya karena sangat terpengaruh oleh kemuliaan Islam dan kecondongan hatinya kepada Islam.

  1. Rumah yang Penuh Keberkahan.

Dalam berumah tangga bersama Nabi Muhammad ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him), Khodijah raḍyAllāhu 'anha (may Allāh be pleased with her)selalu menghormati suaminya dan menjaga ketentraman dan kebahagiaan dalam rumah tangganya.

Khodijah raḍyAllāhu 'anha (may Allāh be pleased with her)berusaha menenangkan Nabi Muhammad subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) ketika pulang dari berdakwah dengan keadaan yang letih dan kesal dari ringtangan orang-orang Musyrikin. Sehingga Khodijah raḍyAllāhu 'anha (may Allāh be pleased with her)menjadi pelabuhan untuk meredakan keletihan dan kegundahan Rosululloh ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him). Sehingga dalam hadits yang shohih disebutkan:

« يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذِهِ خَدِيجَةُ قَدْ أَتَتْ مَعَهَا إِنَاءٌ فِيهِ إِدَامٌ أَوْ طَعَامٌ أَوْ شَرَابٌ، فَإِذَا هِىَ أَتَتْكَ فَاقْرَأْ عَلَيْهَا السَّلاَمَ مِنْ رَبِّهَا وَمِنِّى، وَبَشِّرْهَا بِبَيْتٍ فِى الْجَنَّةِ مِنْ قَصَبٍ، لاَ صَخَبَ فِيهِ وَلاَ نَصَبَ »

“Pada suatu ketika malaikat Jibril mendatangi Nabi Muhammad  sambil mengatakan pada Beliau ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him): “Wahai Rosululloh, Ini Khadijah telah datang. Bersamanya sebuah bejana yang berisi lauk, makanan dan minuman. Jika dirinya sampai katakan padanya bahwa Rabbnya dan diriku mengucapkan salam untuknya. Dan kabarkan pula bahwa untuknya rumah disurga dari emas yang nyaman tidak bising dan merasa capai”. (HR. al-Bukhori dan Muslim)

  1. Sabar dan Tabah.

Khodijah binti Khuwailid menyaksikan sendiri apa yang dialami oleh Rosululloh ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) berupa gangguan dan ejekan. Khodijah raḍyAllāhu 'anha (may Allāh be pleased with her)berusaha menguatkan Rosululloh ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) dan mendukungnya agar tetap tegar. Dia juga berusaha meringankan beban yang dialami Rosululloh ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him)akibat perbuatan kaum musyrikin kepada beliau ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him).

Di sini, peran Khodijah sangat bermanfaat bagi Rosululloh ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) dan Islam. Dia rela mengorbankan waktu dan kesempatannya bercengkrama dalam keluarga untuk mendukung dan menguatkan dakwah Rosululloh ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him).

Tatkala kaum Musyrikin memboikot Nabi Muhammad ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) dan umat Islam, Khodijah raḍyAllāhu 'anha (may Allāh be pleased with her) senantiasa memberikan dukungan kepada Rosululloh ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) dan ikut menanggung beban atas perilaku kaumnya dengan hati yang sabar.

  1. Kedermawan Khodijah raḍyAllāhu 'anha (may Allāh be pleased with her).

Sebagai orang kaya raya, Khodijah raḍyAllāhu 'anha (may Allāh be pleased with her) tidak seperti wanita lainnya, yang hidup dalam kemewahan dan menggunakan hartanya dalam hal duniawi. khodijah menggunakan hartanya untuk mendukung dakwah Islam yang diserukan oleh Rosululloh ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him), bahkan saat nabi Muhammad ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) menyukai Zaid bin Haritsah raḍyAllāhu 'anhu (may Allāh be pleased with him), Khodijah pun memberikan budaknya itu kepada suaminya.

  1. Wanita Terbaik Umat ini.

Khodijah raḍyAllāhu 'anha (may Allāh be pleased with her) adalah seorang wanita terbaik di umat ini, sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits yang shohih. Rosululloh ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) bersabda:

« خَيْرُ نِسَائِهَا مَرْيَمُ ابْنَةُ عِمْرَانَ وَخَيْرُ نِسَائِهَا خَدِيجَةُ  »

“Wanita terbaik yang pernah ada ialah Maryam putri Imran dan Khadijah“.(HR. al-Bukhori dan Muslim)

  1. Alloh subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) Menyampaikan Salam kepada Khodijah raḍyAllāhu 'anha (may Allāh be pleased with her).

Keistimewaan yang dimiliki oleh Khodijah raḍyAllāhu 'anha (may Allāh be pleased with her) adalah mendapatkan salam dari Alloh subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He), tuhan yang memiliki alam semesta, yang Maha Agung. Ini menunjukkan bahwa Alloh subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) ridho dan cinta kepada khodijah raḍyAllāhu 'anha (may Allāh be pleased with her).

Dari Anas bin Malik raḍyAllāhu 'anhu (may Allāh be pleased with him) berkata: “Malaikat Jibril [alaiyhis] datang menemui Rosululloh ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) yang waktu itu sedang bersama Khodijah raḍyAllāhu 'anha (may Allāh be pleased with her). Jibril 'alayhi'l-salām (peace be upon him)lalu berkata: “Sesungguhnya Alloh ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) menyampaikan salam kepada Khodijah. Khodijah menjawab: Sesungguhnya, Alllohlah sumber salam (keselamatan). Salam untuk jibril dan salam untuk engkau (Rosululloh ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him)) dan rahmat serta berkah Alloh semoga dilimpahkan kepadamu.” (HR. an-Nasa’i, sanadnya hasan)

  1. Khodijah Isteri Ideal.

Salah satu teladan bagi kaum Muslimah agar menjadi isteri yang baik dan mendapatkan ridho Alloh subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) adalah Khodijah binti Khuwailid raḍyAllāhu 'anha (may Allāh be pleased with her). Khodijah  merupakan isteri yang melayani dengan baik suaminya dan mendukung suaminya, seakan-akan dirinya menjadi tempat curahan hati suaminya. Oleh karena itu Rosululloh ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) selalu teringat akan kebaikan Khodijah raḍyAllāhu 'anha (may Allāh be pleased with her) dan menyatakan: “Alloh belum pernah menggantikan yang lebih baik darinya. Dirinya telah beriman padaku tatkala manusia mengingkariku, dia mempercayaiku ketika orang lain mendustakanku, dirinya telah mengorbankan seluruh hartanya manakala orang lain mencegahnya dariku, dan dengannya Alloh memberiku rizki anak tatkala hal itu tidak diberikan pada istri-istriku yang lainnya“.(HR Ahmad)

Sahabat Gerimis yang dirahmati Alloh subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He), inilah ibu kita Khodijah raḍyAllāhu 'anha (may Allāh be pleased with her), teladan yang terbaik sepanjang zaman. Sejarah hidupnya dapat menjadi bekal untuk menuju jalan yang lurus dan diridhoi oleh Allloh subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He).

Akhirnya, tidak ada kata yang lebih pantas untuk diucapkan dalam rangka mengucapkan selamat jalan kepada ibunda kita tercinta ini selain membacakan Firman Alloh subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He):

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu di dalam taman-taman dan sungai-sungai, di tempat yang disenangi di sisi Tuhan yang berkuasa.” (QS. al-Qomar [54]: 54-55) Wallohu a’lam…

(Red-HASMI)