Kewajiban Menutup Aurat

4 Sep 2018Redaksi Fiqih Muslimah

Kewajiban Menutup Aurat

Aurat adalah suatu anggota badan yang tidak boleh ditampakkan dan diperlihatkan oleh lelaki atau perempuan kepada orang lain. Menutup aurat merupakan kewajiban bagi setiap Muslim laki-laki dan wanita. Siapa yang membuka auratnya, maka sungguh ia telah berbuat dosa sebab ia telah melakukan kedurhakaan kepada Alloh Subhanahu wata’ala dan Rosul-Nya Sallallohu alaihi wasallam.

Di dalam al-Qur’an Alloh Subhanahu wata’ala memerintahkan kepada orang-orang yang beriman agar mereka menutup aurat dengan berbagai macam perintah. Di antaranya, Alloh Subhanahu wata’ala memerintahkan kepada orang-orang yang beriman, baik laki-laki atau wanita untuk menundukkan pandangan. Mereka dilarang melihat aurat orang lain. Hal ini menunjukkan bahwa aurat harus ditutup.

Alloh Subhanahu wata’ala berfirman di dalam surat an Nur ayat 30.

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka.
(QS. an Nur: 30)

Alloh Subhanahu wata’ala juga berfirman di dalam surat An Nur ayat tiga puluh satu.

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangan dan kemaluannya.
(QS. an Nur: 30)

Setan tidak senang jika manusia menjaga kehormatan, memiliki rasa malu, dan kesucian jiwa. Setan memiliki semangat yang besar untuk menggoda manusia agar mereka membuka aurat sebagaimana mereka memiliki semangat tinggi untuk memisahkan pasangan suami istri. Oleh karena itu, Alloh subhanahu wata’ala mengingatkan kepada kita agar jangan sampai terjerumus rayuan setan ini. Jadi, sejak zaman dahulu hingga sekarang cara setan dalam merendahkan manusia sama, yaitu berusaha melucuti pakaian mereka. Bahkan nabi Sallallohu’alaihi wasallam bersabda di dalam hadis riwayat muslim.

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَتُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَ

“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: Kaum yang mememiliki cambuk-cambuk seperti seekor sapi yang digunakan untuk memukuli orang-orang. Dan yang kedua: Para wanita yang berpakaian tapi telanjang (tipis, ketat, atau tidak menutup seluruh aurat), berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Para wanita itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium wanginya surga, padahal wanginya bisa tercium dari jarak perjalanan sejauh ini dan itu.”

Inilah realita mayoritas wanita zaman sekarang.Mereka dengan bangga mengumbar aurot mereka tanpa sedikitpun rasa malu. Bahkan, mereka merasa bahwa membuka aurat adalah simbol modernitas dan kemajuan zaman. Padahal itulah langkah-langkah dan tipu daya setan dalam menyesatkan manusia ke dalam kubangan syahwat. Akhirnya mereka terjatuh dalam beragam tindakan pelecehan seksual.

Tidak lain, kenyataan ini merupakan bukti nyata tidak diberlakukannya syariat menutup aurat. Begitu juga diabaikannya campur baur antara lawan jenis. Begitulah ketika hukum Alloh  Sallallohu alaihi wasallam dicampakkan di dalam kehidupan sehari-hari. Tidak lain dan tidak bukan kerusakan yang akan menimpa di dalam kehidupan mereka.

Berbeda dengan agama Islam, kaum muslimah diperintahkan untuk menutup aurat agar mereka terjaga kehormatannya dan tidak digannggu orang lain.

Alloh subhanahu wata’ala berfirman di dalam surat al ahzab ayat 59

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu dan Alloh adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(QS. al-Ahzab: 59)

Demikianlah pentingnya menutup aurat bagi kaum wanita. Tidak lain dan tidak bukan hal tersebut untuk kebaikan muslimah di dunia dan akhirat. Semoga Alloh Subhanahu wata’ala senantiasa menjaga kaum muslimah dari fitnah membuka aurot yang sangat membahayakan ini. Amin. Wallahu a’lam…