Jimat Penglaris Usaha Bisnis

20 Feb 2014Redaksi Budaya Munkar

Jimat Penglaris Usaha Bisnis

Tanah anda lama belum laku..?? Mobil anda tak ada pembeli..?? Usaha anda bangkrut..?? Anda ingin usaha anda laku kembali..?? Anda ingin tanah anda cepat laku..?? Anda ingin usaha anda yang bangkrut bangkit kembali..?? Anda ingin memperluas usaha anda..?? Jangan risau dan bimbang..?

Segera hubungi kami, ahli dan spesialis penglarisan  usaha anda, dengan penglarisan ini, maka usaha anda sebangkrut  dan sesepi apapun Insya Alloh bisa bangkit kembali, dengan laku ritual tingkat tinggi  kami persembahkan pelarisan super yang sangat manjur untuk membuat usaha ramai kembali, sudah ribuan klien kami puas, dengan pelarisan kami. Kami menggunakan azimat pelarisan dan doa. Penglarisan yang telah teruji mampu mempercepat perkembangan usaha anda.

Itulah iklan bathil yang termuat dalam salah satu situs internet  yang memiliki daya pikat dan tarik yang mampu menggoncangkan keimanan bagi para pebisnis Muslim yang ingin mengembangkan usahanya atau sedang mengalami kebangkrutan. Iklan menggiurkan yang akan menjerat hati setiap pebisnis ke dalam noda hitam pekatnya kemaksiatan dan lembah kesyirikan.

Jikalau kita cermati, jimat penglaris usaha bisnis menjadi magnet tersendiri bagi para pelaku bisnis. Mereka berusaha sekuat tenaga mencari jimat penglaris kepada paranormal berkelas meskipun pada akhirnya mereka merogoh kocek jutaan rupiah dan belum tentu menuai hasil yang memuaskan. Anehnya mayoritas mereka yang terjerumus kesyirikan ini semakin penasaran jikalau jimat penglarisnya tidak ampuh. Mereka akan terus mencoba bahkan sampai pada taraf ketagihan menggunakan jimat penglaris meskipun hanya satu kali menuai keberhasilan dan tak terhitung kegagalan yang diperoleh.

Tradisi syirik ini sudah menggurita di masyarakat perkotaan maupun pedesaan. Pedagang kaki lima di jalanan kerap menggunakan jimat ini yang diyakini sebagi penarik para konsumen. Manager marketing di toko-toko besar bahkan mall-mall pun sering mengunakan jasa para normal membuatkan jimat penglaris ampuh dan ajaib untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya.

Ternyata bentuk penglaris itu bervariativ dan bermacam-macam. Yang paling mashur dan populer adalah jimat penglaris. Setan mencoba menampilkan wajah baru penglarisan tidak hanya jimat penglaris. Contoh nyatanya adalah; ruwatan usaha, susuk penglarisan, sabuk penglarisan, tasbih penglarisan, uang penglarisan, minyak penglarisan, susuk penjerat sukma (media penglarisan khusus wanita penghibur) dan lain-lain.

Hanya Alloh  Pemberi Rezeki

Aqidah yang harus ditancapkan dalam jiwa-jiwa seorang Muslim adalah bahwa Alloh subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) sajalah pemberi rezeki, tidak ada sekutu bagi-Nya. Susuk penglarisan, jimat penglarisan, tasbih penglarisan, minyak penglarisan dan lain-lain, semua itu hanyalah benda mati yang tidak mampu mendatangkan rezeki sedikitpun. Mereka benda mati yang tak kuasa membela diri, jika dibakar atau dirobek-robek.

Alloh subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) berfirman:

“Hai manusia, ingatlah akan nikmat Alloh kepada kalian. Adakah Pencipta selain Alloh yang dapat memberikan rezeki kepada kalian dari langit dan bumi ?”  (QS. Fathir [35]: 3)

Jika Alloh subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) menahan rezeki seseorang, maka jimat penglaris itu tidak bisa berbuat apa-apa.

Alloh subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) berfirman:

“Apa saja yang Alloh anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorang pun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Alloh maka tidak seorangpun yang sanggup melepaskannya sesudah itu. Dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Fathir [35]: 2

Jimat Penglaris dalam Timbangan

Jimat penglaris menjadi idola dan idaman oleh sebagian para pelaku bisnis. Tujuan para pelaku bisnis menggunakan jimatnya tidak terlepas dari dua kategori.

Kategori pertama; mereka berkeyakinan bahwa jimat penglaris itulah yang mampu melariskan usaha bisnis tanpa kehendak dari Alloh subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He). Ketika mereka mulai berdagang sementara jimat peng-larisnya tidak ada pada tempat usaha, niscaya mereka merasakan kegundahan, kekhawatiran, kekalutan pikiran, was-was dan lain-lain. Mereka berkeyakinan penuh dan totalitas terhadap jimat penglaris. Kondisi seperti ini menjadikan pelakunya terjerumus ke dalam syirik besar yang berakibat menghapus pahala seluruh amal perbuatan yang pernah dilakukannya lihat QS. az-Zumar [39]: 65.

Kategori kedua; mereka berkeyakinan bahwa jimat penglaris merupakan sarana untuk memperoleh rezeki dan pada hakikatnya yang memberikan rezeki adalah Alloh subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He). Keyakinan ini termasuk syirik kecil.  Karena mereka telah menjadikan suatu itu sebagai sebab padahal suatu itu bukanlah sebab, baik secara syar’i (dari Alloh subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) dan Rosul-Nya ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him)) maupun qodari (hukum alam/penelitian).

Contoh sebab syar’i;  ketika sakit berobat dengan madu, bekam, rukyah dan lain-lain. Contoh sebab qodari; makan menghilangkan rasa lapar, minum menghilangkan rasa haus, sakit kepala minum obat medis atau dipijat dan lain-lain. Sedangkan jimat penglaris tidak masuk dalam kategori dua sebab tersebut.

Rezeki Barokah Sesuai Syari’at

Jikalau kita semua mau jujur, niscaya jiwa kita mendambakan rezeki yang barokah. Kitapun sering mendengar ungkapan banyak orang bahkan terucap sampai orang awam “Mas, rezeki sedikit tidak masalah harus tetap kita syukuri yang penting halal dan barokah.”

Secara fitrah, manusia pun mengingingkan demikian hanya saja karena manisnya harta dan indahnya kehidupan dunia membuat hati seseorang terlena dan akhirnya terjerumus dalam jurang kemaksiatan.

Keberkahan harta diraih dengan keimanan dan ketakwaan seorang hamba kepada Alloh . Ketika harta dicari dengan cara yang halal, niscaya harta itu akan mengalirkan cahaya keberkahan. Pemilik harta itupun akan merasakan manfaat harta yang dibelanjakan.

Alloh subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) berfirman;

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. al-A’rof [7]: 96)

Ibnu Qoyyim raḥimahullāh (may Allāh have mercy upon him) berkata, “Kemaksiatan merupakan sebab memusnahkan keberkahan segala sesuatu. Seyogyanya seorang Muslim menjauhi kemaksiatan sehingga ia akan memperoleh keberkahan dalam aspek agama, dunia, dan akhiratnya.” (al-Jawab al-Kafi, hal. 157-161) 

Ketika seorang hamba mulai mencari harta dengan kemaksiatan, niscaya keberkahan harta akan hilang. Cobalah tanyakan kepada dua orang penjual yang sama-sama menjual nasi goreng, penjual pertama menjalankan bisnis dengan memperhatikan pelayanan dan kualiatas dan penjual kedua di samping pelayanan dan kualitas menjadi andalan plus jimat penglaris. Bisa jadi kedua pendapatan penjual nasi goreng tersebut sama bahkan mungkin penjual yang kedua mem-peroleh pendapatan lebih tinggi. Namun, kita yakin sekali penjual nasi goreng kedua tidak memperoleh keberkahan hartanya. Bahkan kalau kita jujur mau bertanya kepadanya, niscaya ia akan mengakuinya.

Alloh subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) berfirman:

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Alloh merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”  (QS. Rum [30]: 41)

Ibnu ‘Abbas [ranhuma]  berkata: “Berkurangnya keberkahan  disebabkan amal-amal perbuatan (dosa) hamba. Ini semua agar mereka kembali kepada Alloh.” (Tafsir al-Qurthubi  14/40)

Di akhir tulisan ini, kami menghimbau kepada segenap kaum Muslimin agar menempuh bisnis yang sesuai dengan kehendak Alloh  subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) dan Rosul-Nya ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him), niscaya keberkahan harta akan terwujudkan secara nyata dan pahala akhirtpun akan menantinya.

(Red-HASMI/IH/ Arifin, S.H.I.)