Indahnya Kesabaran

10 Aug 2017Redaksi Materi

Indahnya Kesabaran – Kesabaran merupakan kebutuhan besar manusia dalam kehidupannya di dunia ini. Hal itu dikarenakan, dunia adalah ladang amal dan ujian. Bahkan Islam memandang bahwa sabar merupakan setengah dari hakikat keimanan. Jadi, setiap kaum Muslimin dianjurkan untuk selalu memupuk kesabaran dalam dirinya. Terlebih lagi dalam lingkungan keluarga yang dijalaninya setiap hari.

Indahnya Kesabaran

Pentingnya kesabaran dalam Islam berbanding sama dengan keindahan yang akan diraih oleh para pelakunya. Keindahan besar lagi banyak dalam kesabaran seseorang melebih perbuatannya sendiri. Bahkan Alloh subhanahu wata’ala menjanjikan pahala tanpa batasan bagi orang yang bersabar seperti firman-Nya dalam QS. Al-Zumar [39]: 10.

Pembaca yang dirahmati Alloh subhanahu wata’ala, berikut ini beberapa hikmah yang akan diperoleh bagi para peyabar:

1. Pembersihan hati
Kesabaran seseorang dalam menghadapi masalah keluarga atau musibah, itu dapat membersihkan noda-noda yang melekat pada hatinya, baik noda kebencian, kedengkian, hawa nafsu dan was-was setan. Oleh karena itu, Alloh subhanahu wata’ala menguji hamba-Nya dengan cobaan agar hatinya menjadi bersih kembali, sebagaimana dalam firman-Nya:

“Alloh (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dada kalian dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hati kalian. Alloh Maha mengetahui isi hati”.
(QS. Ali Imron: 154)

Ibnu Qoyyim  berkata tentang orang yang bersabar dalam ujiannya bahwa hatinya akan dipenuhi dengan keimanan, ketaqwaan, dan kebaikan serta hikmah besar tentang ujian dan cobaan itu seperti obat bagi orang yang terkena penyakit tanpa disadarinya, bahkan seorang dokter tidak dapat mengidentifikasinya.

2. Kesabaran dapat membedakan kebaikan dan keburukan dalam dirinya
Sabar merupakan alat pembeda bagi dua hal yang berlawanan, yakni kebaikan dan keburukan, kebenaran dan kedustaan. Kesabaran Anda dalam menyikapi salah satu perilaku pasangan atau anak yang tidak menyenangkan bagi diri Anda padahal itu tindakan yang mubah merupakan bukti kecintaan Anda kepada keluarga karena Alloh subhanahu wata’ala. Dengan sikap Anda ini, tindakan itu tidak menjadi sebab permasalahan dalam keluarga.

Begitu juga, keimanan seseorang kepada Alloh  harus melalui ujian dan cobaan agar diketahui kebenaran keimanannya. Salah satu kunci suksenya adalah kesabaran dalam hal itu semua. Alloh subhanahu wata’ala berfirman:

“Alloh sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin).”
(QS. Ali Imron: 179)

Dari ayat di atas menunjukkan bahwa keburukan atau cobaan yang menimpanya dapat dihilangkan dengan selalu bersabar kepada Alloh . Sebaliknya, tidak bersabar berarti dia tidak dapat membedakan dan membuang keburukan serta mengisi kebaikan pada dirinya.

3. Mengetahui orang yang mencintainya dan membencinya
Tatkala musibah menimpa seseorang, akan ada orang yang berada disampingnya untuk memberi bantuan dan pertolongan, walaupun dia merelakan sebagian waktu dan kebutuhannya. Dan sisi lain juga ada orang yang menjauh darinya saat tertimpa musibah, padahal sebelumnya dia selalu dekat dengannya. Untuk mengetahui kedua hal ini membutuhkan kesabaran bagi orang yang terkena musibah.  Rosululloh sholallohu’alaihi wasallam bersabda:

وَالصَّلاَةُ نُورٌ وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ
Sholat itu sinar, sedekah itu bukti, sabar itu cahaya.”
(HR. Muslim)

4. Pertolongan Alloh subhanahu wata’ala
Cobaan dan ujian merupakan suatu yang tidak disukai manusia. Akan tetapi tidak ada yang dapat menghilangkan hal itu kecuali Alloh subhanahu wata’ala. Orang yang bersabar merupakan orang yang akan mendapatkan pertolongan Alloh subhanahu wata’ala dalam melalui cobaan yang menimpanya, sebagaimana firman-Nya:

“Alloh beserta orang-orang yang sabar.”
(QS. Al-Baqoroh [2]: 249)

5. Dapat beribadah pada setiap keadaan
Tujuan penciptaan manusia beribadah kepada Alloh subhanahu wata’ala, baik waktu lapang dan sempit. Sedikit sekali manusia yang beribadah kepada Alloh subhanahu wata’ala pada saat mendapatkan musibah, kecuali orang-orang yang sabar. Dia selalu beribadah kepada Alloh subhanahu wata’ala pada peribadahan yang mampu dilakukan.

Jadi masa sempit merupakan salah satu kesempatan emas bagi manusia untuk mendirikan peribadahan kepada Alloh subhanahu wata’ala. Adapun indahnya kesabaran seseorang di akhirat sangat bernilai daripada tindakannya. Alloh subhanahu wata’ala berfirman:

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.”
(QS. Al-Zumar [39]: 10)

Rosululloh sholallohu’alaihi wasallam bersabda:

“مَا مِنْ مُسْلِمٍ وَلَا مُسْلِمَةٍ يُصَابُ بِمُصِيبَةٍ فَيَذْكُرُهَا وَإِنْ طَالَ عَهْدُهَا فَيُحْدِثُ لِذَلِكَ اسْتِرْجَاعًا إِلَّا جَدَّدَ اللَّهُ لَهُ عِنْدَ ذَلِكَ فَأَعْطَاهُ مِثْلَ أَجْرِهَا يَوْمَ أُصِيبَ بِهَا”
“Tidak seorang muslimpun baik laki-laki maupun perempuan yang tertimpa musibah dan ia mengingat (kembali musibah tersebut) walaupun sudah lama berlalu/ sudah berlangsung lama, kemudian dia menceritakannya agar menguncapkan istirja’, kecuali Alloh menggantinya pada saat itu dan memberinya pahala sebagaimana yang diberikan saat ia tertimpa musibah.”
(HR. Ahmad)

Dan masih banyak lagi ayat-ayat dan hadits-hadits yang menunjukkan pahala dan balasan mulia bagi orang-orang yang selalu bersabar atau selalu berusaha bersabar sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Walloh ta’ala a’lam…

Oleh: Ust. Syaeful Rohim, M.A.Pd