Ibadah Sebelum Perintah Sholat

8 May 2017Redaksi Konsultasi

Pertanyaan:
Mohon pencerahan….selama 20 tahun sebelum perntah sholat turun, ibadah apa yg rasulullah lakukan?

AJ-022

Jawaban:
Perlu dipahami terlebih dahulu tentang makna ibadah. Bahwa ibadah itu bukan hanya terbatas pada sholat dan puasa saja. Seluruh amal yang dicintai dan diridhoi oleh Alloh subhanahu wata’ala bisa dikategorikan sebagai ibadah.

Ketika Nabi Sholallohu alaihi wasallam menerima wahyu pertama kali, maka sejak itu pula ibadah-ibadah disampaikan secara berangsur-angsur. Seperti mentauhidkan Alloh, mengajak orang beriman, berlaku jujur, dll. Hal ini sebagaimana hadits riwayat al-Bukhari dalam kitab Shahih-nya tentang Abu Sufyan yang ditanya Heraklius berkaitan apa yang dikatakan oleh Rosululloh sholallohu’alaihi wasallam dalam dakwahnya:

يَقُولُ اعْبُدُوا اللَّهَ وَحْدَهُ، وَلاَ تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَاتْرُكُوا مَا يَقُولُ آبَاؤُكُمْ وَيَأْمُرُنَا بِالصَّلاَةِ وَالصِّدْقِ وَالْعَفَافِ وَالصِّلَةِ

“Beribadahlah kepada Alloh semata dan jangan menyekutukannya dengan sesuatu apapun, tinggalkan apa yang menjadi ajaran nenek moyang kalian. Dia memerintahkan kami untuk shalat, zakat, bersikap jujur, menjaga kehormatan, dan menyambung silaturahim.”

Adapun ibadah sholat, itu sudah ada sebelum peristiwa isra Mi’raj. Hanya saja Apada peristiwa tersebut adalah kewajiban sholat lima waktu dalam sehari semalam.

Imam Ibnu Rojab al-Hambali menjelaskan hadits di atas bahwa kisah ini menunjukkan bahwa perintah terpenting yang diserukan Nabi shollallohu’alaihi wasallam kepada umatnya adalah sholat, sebagaimana beliau memerintahkan mereka untuk bersikap jujur, menjaga kehormatan. Ajaran ini menjadi terkenal hingga tersebar ke berbagai pengikut agama selain islam. Karena Abu Sufyan ketika dialog itu masih musyrik, dan Heraklius beragama Nasrani. Dan sejak diutus beliau senantiasa memerintahkan untuk bersikap jujur dan menjaga kehormatan, beliau juga senantiasa shalat, sebelum shalat diwajibkan shalat 5 waktu.

Para ulama, di antaranya Syekh Muhammad bin Sholeh al-Utsaiman menjelaskan bahwa sebelum peristiwa Isra dan Mi’raj itu sudah ada ibadah sholat yang dilaksanakan setiap pagi dan petang. Adapun detail rincian pelaksanaan sholat pada saat itu butuh mendatangkan dalil yang shahih.

Semoga jawaban ini bermanfaat.
Wallohu Ta’ala A’lam

Be Sociable, Share!