Hidup Mulia Dengan Sunnah

22 May 2014Redaksi Pernik Muslimah

“Orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (al-Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. al-A’rof [7]: 157)

Rosululloh ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) diutus oleh Alloh subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) sebagai rahmat untuk seluruh alam semesta. Tugasnya memerintahkan yang ma`ruf dan mencegah yang munkar serta menghapus berbagai kesulitan yang menghimpit kemanusiaan.

Peran Rosululloh dan Sunnahnya

Rosululloh ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) berperan sebagai hādiyan (penuntun kehidupan), basyīron (penyuluh kegembiraan),  nadzīron (pengingat ancaman), dan sirōjan munīron (penyuluh penerang). Seluruh jalan kehidupannya penuh kemuliaan, keunggulan, kehormatan dan kesempurnaan. Akhlaknya yang agung mengukir sejarah dengan semua nilai-nilai keindahan, keseimbangan, keadilan dan kebijaksanaan.

Hingga di akhir hayatnya, Beliau  berpesan:

قَدْ تَرَكْتُكُمْ عَلَى الْبَيْضَاءِ لَيْلُهَا كَنَهَارِهَا لَا يَزِيغُ عَنْهَا بَعْدِي إِلَّا هَالِكٌ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِمَا عَرَفْتُمْ مِنْ سُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ

“Sungguh aku tinggalkan kalian di atas (sunnah) yang terang benderang, malamnya seperti siang. Tak ada yang menyeleweng darinya, kecuali dia binasa. Barangsiapa yang hidup (sesudahku) di antara kalian, pasti akan melihat banyak sekali perselisihan, untuk itu peganglah apa yang kalian pastikan dari sunnahku dan sunnah khulafa rosyidin yang mendapat hidayah, gigit dia dengan gigi geraham kalian”. (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah).

Hidup Mulia Dengan Pesan Nabi

Seorang salaf yang telah merasakan mulianya hidup dengan pesan ini mengungkapkan isi jiwanya:

اَلسُّنَّةُ سَفِيْنَةُ نُوْحٍ مَنْ رَكِبَهَا نَجَا وَمَنْ تَخَلَّفَ عَنْهَا غَرِقَ

“Sunnah (Rosululloh  dan para sohabatnya) adalah perahu Nabi Nuh . Barangsiapa yang menaikinya, niscaya dia selamat. Dan barangsiapa yang menyelisihinya, niscaya dia tenggelam” (Tarikh Bagdad, No: 385)

Begitulah sejarah kemuliaan telah dinikmati oleh salafus sholih, dan akan terus berlanjut hingga hari kiamat bagi mereka yang dengan rela menapaktilasi kehidupan orang-orang mulia. Mengapa mereka hidup mulia? Karena mereka mengimani Sunnah Rosululloh , menta`zirnya, mennashrnya dan berittiba` kepadanya.

1)    (اَمَنُ بِهِ), mereka mengimani Muhammad ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) sebagai Rosul Alloh subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He).

2)    (عَزَرُوْاهُ), mereka begitu mengagungkannya (تَعْظِيْمٌ).

3)    (نَصَرُوْاهُ), mereka selalu mendukung dan membelanya.

4)    (إِتِبَعُ النُوْرِ), mereka mengikuti cahaya yang dibawa olehnya.

Walaupun mereka hidup terasing, tetapi mereka adalah orang-orang mulia. Keterasingan mereka, karena hidup mereka di alam kemuliaan, merdeka penuh keikhlasan kepada Alloh Robbul alamin. Mereka lepas dari kungkungan zaman yang tersandera, kesempitan dan kerendahan. Mereka berjalan di atas jalan kenabian, jalan wahyu, jalan sunnah, sirotul mustaqim.

Rosululloh  ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) menyampaikan berita itu dengan lantang:

))إِنَّ هَذَا الدِّيْنَ بَدَأَ غَرِيْبًا وَسَيَعُوْدُ غَرِيْبًا كَمَا بَدَأَ؛ فَطُوْبَى لِلْغُرَبَاءِ . قِيْلَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ ! وَمَنِ اْلغُرَبَاءُ ؟ قَالَ: اَلَّذِيْنَ يُحْيُوْنَ سُنَّتِي مِنْ بَعْدِي، وَيُعَلِّمُوْنَهَا عِبَادَ اللهِ((

“Sesungguhnya agama ini dimulai dalam keadaan asing dan akan kembali asing… Beruntunglah mereka yang asing. Rosululloh ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) ditanya: Siapakah mereka ya Rosululloh ? Beliau  menjawab: Mereka yang menghidupkan sunnahku setelah aku dan mengajarkannya kepada hamba-hamba Alloh ”. (HR. Tirmidzi).

Sunnah Rosul yang Mulia

Tuba (beruntunglah) mereka… gembira dan indah dipandang, kenikmatan, meraih kebaikan, karomah, surga dan pohon di dalam surga, semua itu adalah tuba yang akan diraih oleh mereka yang hidup dalam sunnah Rosululloh ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) yang mulia. (Syarh Shohih Muslim, oleh Imam an-Nawawi: 2/175).

Mulia… Mulia di dunia dan di surga… Mereka yang hidup dengan sunnah Rosululloh ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) yang mulia.. Mereka yang beriman penuh kepadanya, mencintainya dan berittiba` kepadanya dengan penuh keridoan dan kepatuhan.

(Red-HASMI)