Hak-Hak Persaudaraan Karena Alloh

14 Nov 2017Redaksi Fiqih dan Muamalah

HAK-HAK PERSAUDARAAN
KARENA ALLOH

Islam adalah agama yang diridhoi Alloh subhanahu wata’ala, Islam sangat memperhatikan hak-hak persaudaraan. Hak persaudaraan yang dapat membuahkan pahala dan ridho Alloh subhanahu wata’ala, jika persaudaraan tersebut berlandaskan karena Alloh subhanahu wata’ala.

Di antara hak-hak persaudaraan karena Alloh subhanahu wata’ala adalah:

Pertama: Kasih sayang, saling membantu, memberikan dukungan, motivasi dan memberikan kebaikan untuk mereka, sebagaimana yang di sabdakan Nabi shollallohu’alaihi wasallam,

“Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian, sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri berupa kebaikan.”
(HR. an-Nasa’i)

Kedua: Saling menasehati dengan kebenaran dan kesabaran, memberikan nasihat kepadanya, mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran, menjelaskan jalan yang baik kepadanya, memberikan pertolongan untuk melakukan kebaikan, dan memberikan dorongan untuk selalu melakukan kebaikan.

Alloh subhanahu wata’ala berfirman:

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan saling nasehat menasehati dalam mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”
(QS. al-‘Ashr: 1-3)

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain, mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan sholat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Alloh dan Rosul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Alloh. Sesungguhnya Alloh Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
(QS. at-Taubah: 71)

Ketiga: Melakukan perbuatan-perbuatan yang mengajak kepada kasih sayang, dan eratnya hubungan persaudaraan, serta melakukan kewajiban.

Nabi shollallohu’alaihi wasallam bersabda,

Kewajiban seorang Muslim terhadap Muslim yang lain ada enam, jika engkau berjumpa dengannya maka ucapkanlah salam, jika ia mengundangmu maka da-tanglah, jika ia meminta nasihat kepada-mu maka nasihatilah ia, jika ia bersin dan memuji Alloh  maka doakanlah ia, jika sakit maka jenguklah, dan jika meninggal dunia maka iringkanlah jenazahnya.”
(HR. Muslim)

Keempat: Termasuk dari kewajiban Muslim terhadap Muslim lain, adalah bersikap lemah lembut, tidak berburuk sangka, bermuka cerah dan santun dalam perkataan.

Nabi shollallohu’alaihi wasallam bersabda,

“Janganlah engkau meremehkan suatu perbuatan baik, walau engkau hanya dapat bermuka manis ketika bertemu dengan saudaramu.”
(HR. Muslim)

Kelima: Menuntun saudaranya kepada kebaikan, membantunya untuk melakukan ketaatan, mengingatkannya agar menjauhi perbuatan maksiat dan kemungkaran, serta menghindarkannya dari perbuatan zholim dan permusuhan.

Nabi shollallohu’alaihi wasallam bersabda,

“Tolonglah saudaramu yang menzholimi atau yang dizholimi, jika ia berlaku zholim maka cegahlah dari kezholimannya, dan jika ia dizholimi maka bantulah ia.”
(HR. ad-Darimi)

Diceritakan tentang dua orang saudara dari kaum salaf, salah satu dari mereka keluar dari jalan yang benar, maka dikatakan kepada saudaranya, “Apakah kamu tidak memutuskan hubungan atau meninggalkannya? “Maka ia berkata, “Saat ini, yang lebih baik saya lakukan terhadap kesalahan yang dilakukan saudaraku adalah menggandeng tangannya dan menyelamatkannya, berlemah lembut ketika memperingatkannya, dan mengajaknya kepada sedia kala.”

Keenam: Kasih sayang antara kaum Mukmin, dalam bentuk yang sangat bagus dan kasih sayang dalam yang benar, akan terlihat sempurna jika mereka saling berjauhan, yaitu mereka saling mendoakan dalam kehidupan dunia dan akhirat.

Nabi shollallohu’alaihi wasallam bersabda,

“Doa seorang Mukmin untuk saudaranya ketika berjauhan akan dikabulkan, ketika ia berdoa malaikat berada di atas kepalanya, ketika ia berdoa kebaikan untuk saudaranya, maka malaikat akan mengatakan, “Amin, dan semoga demikian juga untuk dirimu.”
(HR. Muslim)

Ketujuh: Menerima ucapan maaf dari saudaramu yang Muslim, menjaga kehormatannya ketika dalam perkumpulan, tidak bergunjing atau mengejeknya. Jagalah rahasianya, berikanlah nasihat jika ia minta, dan tidak menakut-nakutinya, serta tidak menyakitinya dengan apa pun.

Nabi shollallohu’alaihi wasallam bersabda,

“Tidak halal bagi seorang Muslim untuk menakut-nakuti Muslim yang lain.”
(HR. Ahmad, at-Tirmidzi dan Abu Daud)

Kedelapan: Membantu saudara dan memenuhi hajatnya, memberikan jalan keluar terhadap permasalahannya dan membahagiakannya.

Nabi shollallohu’alaihi wasallam bersabda,

“Orang yang paling dicintai Alloh subhanahu wata’ala adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain, amal perbuatan yang paling dicintai Alloh subhanahu wata’ala adalah perbuatan yang dapat membahagiakan seorang Muslim, menghilangkan kesedihannya, melunasi hutangnya, menghilangkan kelaparan darinya. Dan aku berjalan dengan saudaraku untuk suatu keperluan, lebih aku senangi dari pada aku beri’tikaf di masjid ini (masjid Madinah) selama satu bulan.”
(HR. at-Thobari)

Kesembilan: Mencari berita tentang orang-orang yang dicintai dan saudara seiman, menanyakan keadaan mereka, serta mengujungi mereka.

Diriwayatkan dari Abu Hurairoh rodhiyallohu’anhu bahwa Nabi shollallohu’alaihi wasallam bersabda,

Sesungguhnya seorang lelaki mengunjungi saudaranya di suatu desa, maka Alloh subhanahu wata’ala mengutus malaikat untuk mengikuti jalannya, ketika sampai padanya, malaikat berkata, “kamu mau kemana?. Ia menjawab, “Saya akan mengunjungi saudaraku di desa ini.” Malaikat berkata, ”Apakah kamu mempunyai sesuatu yang kamu manfaatkan untuknya?” Ia menjawab, ”Tidak, akan tetapi aku mencintainya karena Alloh ” malaikat berkata, “Saya adalah utusan Alloh subhanahu wata’ala kepadamu, ketahuilah bahwa Alloh telah mencintaimu seperti kamu mencintai saudaramu karena-Nya.”
(HR. Muslim)

Nabi shollallohu’alaihi wasallam bersabda,

“Barang siapa yang mengunjungi orang sakit atau mengunjungi saudaranya (seagama) karena Alloh, maka malaikat akan berkata, “Semoga kamu memperoleh kebaikan, menjadi baik akhlakmu, dan mempunyai tempat di Surga.”
(HR. at-Tirmidzi)

Kesepuluh: Memberikan hadiah, berusahalah agar hadiah tersebut bermanfaat, seperti menghadiahkan buku-buku Islam, kaset yang bermanfaat, siwak, dan lainnya. Karena dalam hadits disebutkan bahwa, “Rosulullah shollallohu’alaihi wasallam menerima pemberian hadiah serta memujinya.” (HR. Bukhori, Abu Daud, dan Tirmidzi)

Ya Alloh, janganlah Engkau jadikan di hati kami kebencian kepada orang-orang yang beriman, berilah kami ampunan dan kasih sayang. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Ya Alloh, jadikan kami orang-orang yang saling mencintai karena-Mu, berilah kami pertolongan untuk memenuhi hak-hak persaudaraan di antara kami, wahai Dzat Yang Maha Pengasih.

Be Sociable, Share!