Langganan:Tulisan Komentar

You Are Here: Home » Berita » Fenomena kesyirikan "Sesaji Maleman" untuk Sambut Lailatul Qadar

Cirebon - Memasuki sepuluh hari terakhir bulan puasa, fenomena kesyirikan makin marak terjadi di Indonesia, Kali ini kesyirikan terjadi di Keraton Kasepuhan Cirebon yaitu biasa dikenal oleh tradisi Sesaji Maleman. Ritual tahunan ini bertujuan menyambut malam Lailatul Qadar yang jatuh di sepuluh malam terakhir Ramadan. "Ini mengingatkan kita ini harus siap, jangan menyia-nyiakan sepuluh malam terakhir ini," ucap Pra Arif Natadiningrat, Sultan Kasepuhan Cirebon.

Rangkaian ritual dimulai dengan membuat minyak beraroma khas. Minyak tersebut akan dibawa ke makam Sunan Gunung Jati sebagai bahan bakar lilin. "Lilin menggambarkan diri kita itu bersih dan terang-benderang," kata Pra. 

Lima orang turunan ke-15 Adipati Keling ditugaskan mengawal ritual ini. Mereka dan semua yang mengikuti ritual ini harus menggunakan wewangian khas dari dupa.

Fenomena kesyirikan ini sudah menjadi tradisi yang mendarah daging bagi para masyarakat di sekitar Keraton Kasepuhan Cirebon, namun sangat menyedihkan karena fenomena keterpurukan umat ini terjadi di sepuluh hari terakhir Ramadan  yang penuh kemuliaan. Apakah bulan Ramadhan yang mulia ini harus dikotori oleh ritual-ritual kesyirikan yang dapat menyebabkan keterpurukan bagi umat. (Redaksi HASMI)

Sekilas HASMI

"HASMI" (Harakah Sunniyyah Untuk Masyarakat Islami) merupakan salah satu Ormas Dakwah terkemuka di Kota Hujan. Merumputkan manhaj "Ahlussunnah" serta membentuk Masyarakat Islami merupakan pokok utama di bentuknya Ormas Dakwah ini. Dengan ber-Ittiba' kepada Rasulullah -Shallallahu 'alaihi wa sallam- serta mengusung manhaj "Salafuna shalih", HASMI bergerak dan terus berjuang. Hingga Islam Kembali Bangkit dengan menggenggam Kemurnian.

2 Comments

  1. Sultan Kasepuhan Cirebon Niatnya sih bagus, ingin memaksimalkan 10 malam terakhir bulan romadhon & menyambut Lailatul Qadar. Tapi inilah akibatnya jika ibadah tidak dilandasi dengan ilmu yang benar. sehingga ibadah tersebut terjatuh dalam Bid’ah bahkan Syirik..
    Kasihan mereka..!! Bukannya dapet pahala malah dapet dosa.. Satu lagi fakta keterpurukan runahi di negri ini.

  2. abdullah furqon says:

    Terlalu banyak kesyirikan yang dilakukan dengan membonceng acara – acara keagamaan yg tdk disyrariatkan oleh Rosulullah Saw ataupun generasi sahabat, namun ritual tsb tetep berjalan tanpa ada peringatan yg berarti..sy fikir hanya negara yg bs menghentikannya…atau jangan2 negara ikut andil dl ritual2 tersebut.? ” ya Allah Yang Maha Menatap, aku berlindung kepada dari kesyirikan yg nyata dan atau kesyirikan yg tak tampak “

Leave a Reply

© 2010 HASMI :: Sebuah Gerakan Kebangkitan · Subscribe:PostsComments ·