Langganan:Tulisan Komentar

You Are Here: Home » Fatawa » ..:: Fatwa Tentang Hukum Kencing Berdiri ::..

Syaikh Ibnu Baz pernah ditanya :

Pertanyaan:

Bolehkan seseorang kencing sambil berdiri bila hal itu tidak mengenai dirinya ataupun pakaiannya?

Jawaban :

Tidak apa-apa kencing sambil berdiri apabila hal itu memang dibutuhkan, dengan syarat, tempatnya tertutup sehingga tidak ada orang lain yang melihat auratnya serta tidak terkena percikan air seninya.

Hal ini berdasarkan riwayat dari HudzaifahRadiyallahu A’nhu-, bahwa Nabi Shallallahu A’laihi Wasallam berjalan menuju ujung tempat pembuangan sampah suatu kaum, lalu beliau buang air kecil sambil berdiri. (Disepakati keshahihannya) (HR. Al-Bukhari dalam al-Wudhu’ [2224];Muslim dalam ath-Thaharah [273]).

Namun demikian, lebih baik dilakukan dengan duduk/jongkok, kerana seperti itulah yang kebanyakan  dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu A’laihi Wasallam, dengan tetap menutup aurat dan hati-hati agar tidak terkena percikan air seni. […]//Redaksi.

..:: Wallahu A’lam ::..

Referensi : Majalah al-Buhuts, nombor 38, hal. 132, Syaikh Ibnu Baz. (Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 3, penerbit Darul Haq).


 

 

Sekilas HASMI

"HASMI" (Harakah Sunniyyah Untuk Masyarakat Islami) merupakan salah satu Ormas Dakwah terkemuka di Kota Hujan. Merumputkan manhaj "Ahlussunnah" serta membentuk Masyarakat Islami merupakan pokok utama di bentuknya Ormas Dakwah ini. Dengan ber-Ittiba' kepada Rasulullah -Shallallahu 'alaihi wa sallam- serta mengusung manhaj "Salafuna shalih", HASMI bergerak dan terus berjuang. Hingga Islam Kembali Bangkit dengan menggenggam Kemurnian.

1 Comment

  1. tonjong 45 says:

    Bagus sekali,perbanyak terus beritanya terimakasih jazakumullah beritanya

Leave a Reply

© 2011 HASMI :: Sebuah Gerakan Kebangkitan · Subscribe:PostsComments ·