Langganan:Tulisan Komentar

You Are Here: Home » Berita » Densus 88 dalam Tragedi Penembakan di Medan dan HAM

MEDAN – Tindakan yang dilakukan Densus 88 terhadap Khairul Ghozali bersama 4 orang jemaahnya saat shalat maghrib di Jalan Besar Medan-Tanjung Balai Asahan, dinilai sebagai tindakan yang biadab dan tidak berperikemanusiaan.

Pernyataan tersebut disampaikan Adil Akhyar Al Medani, didampingi putri kandung ustadz Ghozali, Jumat (24/9) di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan Jalan Hindu Medan.

"Astagfirullah. Saat orang sedang shalat, mereka ditembak secara beruntun.Dalam penyerangan itu, dua orang jemaah itu tewas di tempat akibat ditembaki Densus 88, sedangkan seorang lagi dapat melarikan diri. Sementara itu abang saya, ustadz Ghozali itu terus dianiaya diinjak-injak densus, namun abang saya itu tetap terus sholatnya," tegas tokoh setempat.

Atas penyerangan yang tidak berprikemanusiaan itu, diharapkan agar pemerintah segera meninjau dan membubarkan Densus 88 karena telah melanggar dan bertindak secara semena-mena.

Akhyar juga menceritakan selamatnya Kartini Panggabean istri dari ustadz Ghozali, karena Cici (Kartini Panggabean) berada di ruangan lain. "usai penyerangan tersebut tidak berapa lama datang Polres Tanjung Balai, ke kediaman abang saya seolah-olah tidak mengetahui penyerangan tersebut.Saat itulah Kartini Panggabean bersama anaknya yang masih berumur beberapa bulan diboyong ke Polres, dengan alasan polisi untuk diminta keterangannya," terangnya.

Sementara itu salah seorang putri ustadz Ghozali, yakni Rabbaniyah, pelajar Kelas 2 SMA Kelas Muhammdiyah 18 Kampung Lalang yang turut mendampingi pamannya Adil Akhyar Al Medani, di LBH Medan Jalan Hindu Medan, berharap orangnya tuanya tersebut segera pulang kerumah untuk berkumpul bersama keluarganya.(Jawapos.com)

Sekilas HASMI

"HASMI" (Harakah Sunniyyah Untuk Masyarakat Islami) merupakan salah satu Ormas Dakwah terkemuka di Kota Hujan. Merumputkan manhaj "Ahlussunnah" serta membentuk Masyarakat Islami merupakan pokok utama di bentuknya Ormas Dakwah ini. Dengan ber-Ittiba' kepada Rasulullah -Shallallahu 'alaihi wa sallam- serta mengusung manhaj "Salafuna shalih", HASMI bergerak dan terus berjuang. Hingga Islam Kembali Bangkit dengan menggenggam Kemurnian.

2 Comments

  1. reno saputra says:

    ya ikhwati teruslah berjuang hingga titik penghabisan…..
    perbanyak radio, dg terus berjuang…..

  2. Ya ikhwatii, jadilah JUNDULLOH ( tentara/prajurit Alloh Ta’ala). jangan menjadi JUNDUSY SYAITHON (tentara/prajurit syetan)

Leave a Reply

© 2010 HASMI :: Sebuah Gerakan Kebangkitan · Subscribe:PostsComments ·