Dakwah Fardiah, Solusi Aktivis Dakwah

13 Jun 2017Redaksi Jalan Da'wah

Dakwah Fardiah, Solusi Aktivis Dakwah – Dan hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. Al Imran : 104)

Assalamualaikum akhi,.. gimana kabarnya, sehat? besok pagi antum gak kemana-mana kan? Ikut bareng ane yu..!!! daripada bengong di rumah, mendingan kita ngaji,..!!  sekalian upgrade wawasan.. gituu…!, kita ke majelis ilmu, di sana antum bisa dapetin ilmu syar’i, kosultasi gratis pula.. apalagi kalo tidak salah, besok tema pengajian kita adalah tentang masalah Ittiba’… gimana? OK ya!!. Siip dahhh…

Prolog di atas mungkin hanya sekelumit dari aktivitas dakwah yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Berdakwah merupakan salah satu syariat Islam yang Alloh subhanahu wata’ala banyak ceritakan dalam Al-Qur’an. Diantaranya adalah dalam surat Ali ‘Imran ayat 104, “dan hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali ‘Imran: 104).

Apa Itu Da’wah

Dakwah adalah kegiatan yang bersifat menyeru, mengajak dan memanggil orang untuk beriman dan taat kepada Alloh subhanahu wata’ala sesuai dengan garis aqidah, syari’at dan akhlak Islam. Kata dakwah merupakan masdar (kata benda) dari kata kerja da’a yad’u yang berarti panggilan, seruan atau ajakan. Tujuan utamanya adalah untuk mewujudkan kebahagiaan dan kesejahteraan hidup di dunia dan akhirat yang diridoi oleh Alloh subhanahu wata’ala. Nabi Muhammad sholallohu’alaihi wasallam mencontohkan dakwah kepada umatnya dengan berbagai cara baik secara lisan, tulisan maupun perbuatan yang dilakukan oleh masing-masing individu (Fardiyah) maupun Kolektif (Jama’iyah).

Dakwah Masa Kini

Dewasa ini, aktivitas dakwah terus berkembang ke berbagai situasi dan kondisi, bahkan tidak jarang kita lihat banyak diantara para pelajar baik itu tingkat menengah atas ataupun perguruan tinggi yang sengaja membuat lembaga dakwah guna memfasilitasi mereka yang tertarik untuk mengembangkan potensi diri dalam dunia dakwah. Tentunya dengan kemampuan dan kapabilitasnya masing-masing.

Sejujurnya metode dakwah sangatlah beragam adanya. Ada yang menggunakan sistem jaulah, pergi dari satu tempat ke tempat lain untuk melakukan syiar Islam. Ada yang berseru lantang di atas mimbar masjid atau majlis ta’lim, dan ada juga yang menggunakan gedung-gedung representtatif  untuk mengadakan kajian umum berupa seminar ataupun bedah buku. Semuanya hanya satu tujuan, yaitu mensosialisasikan dakwah ketengah-tengah masyrakat.

Dakwah Fardiyah

Akan tetapi salah satu embrio dari dakwah yang bersifat komunal tersebut adalah dengan lahirnya dakwah individu atau biasa disebut ‘dakwah fardiyah’. dakwah fardiyah merupakan metode yang menekankan pada pendekatan personal antara subjek dan objek dakwah. Kedekatan yang dibangun akan menimbulkan kedekatan hati, dari kedekatan tersebut akan memunculkan keakraban, yang tentunya menjadi media utama untuk saling tanasuh (saling nasihat menasihati) dalam rangka menguatkan iman. Dakwah fardiyah meyakini bahwa perubahan seseorang ke arah yang lebih baik membutuhkan proses, tidak bisa instan dan serta merta. Begitu pun dalam mewujudkan kehidupan Islam dan menegakkan hukum-hukum Islam, segalanya butuh proses dan waktu.

Metode dakwah fardiah saat ini menjadi salah satu metode yang banyak digemari oleh para aktivis dakwah, khusunya mereka yang masih duduk di bangku pendidikan. Mereka menganggap dengan dakwah fardiah, sikap kekeluargaan dan persaudaraan akan sangat mudah terbangun. Tanpa harus seperti ‘menggurui’, akan tetapi cukup dengan diskusi dan ajakan-ajakan yang sifatnya rutinitas keseharian.

Dengan dakwah fardiyah diharapkan bisa tumbuh rasa persaudaraan yang lebih intim (ukhuwah imaniyah) persaudaraan yang diasaskan pada Alloh subhanahu wata’ala. Setiap orang tentu mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Banyak diantara para aktivis dakwah yang sudah terbiasa dengan sarana mimbar untuk menyampaikan dakwahnya, akan tetapi tidak sedikit diantara para aktivispun yang masih belum mempunyai keberanian untuk berorasi layaknya da’i kondang dalam menyampaikan risalah dakwahnya.

Oleh karena itu, dakwah fardiyah menjadi solusi yang tepat untuk menumbuh kembangkan mental dalam berdakwah. Betapapun dakwah fardiyah relatif lebih kecil skup jangkauannya dan lebih lambat hasil yang diraih sang da’i, tetapi dakwah fardiyah memiliki kelebihan dan urgensi yang perlu dipertimbangkan oleh setiap aktifis dakwah:

  1. Juru dakwah dituntut untuk memiliki skill mendidik.
  2. Dalam dakwah fardiyah, para pelakunya terdorong untuk meningkatkan bekal berupa pengetahuan dan bekal-bekal dakwah lainnya.
  3. Dakwah fardiyah sebagai media dalam mengusi keikhlasan.
  4. Juru dakwah dalam dakwah fardiyah adalah aktifis dakwah dengan segala makna dan penjabarannya.
  5. Mad’u dalam dakwah fardiyah adalah orang-orang pilihan berdasarkan pengetahuan dan ijtihad sang da’i.
  6. Dalam dakwah fardiyah, mad’u mendapat peluang bertanya dan berdialog serta berkonsultasi lebih dekat dan lebih banyak.
  7. Hubungan antara da’i dan mad’u nampak lebih dekat dan harmonis.
  8. Mad’u dalam dakwah fardiyah merasa selalu diperhatikan oleh sang da’i.
  9. Arahan dan bimbingan lebih fokus dan efektif serta efesien (tak perlu biaya) dibanding dakwah umum.
  10. Dakwah fardiyah dapat dilakukan dalam segala situasi, kapan dan dimana saja dan dalam setiap peluang dan kesempatan sang da’i.

Demikianlah urgensi dakwah fardiyah, sebuah amal yang sepertinya ringan, akan tetapi mempunyai pengaruh yang luar biasa terhadap pelakunya. Tentunya Alloh subhanahu wata’ala tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang beramal dengan niat ikhlas walaupun tidak banyak orang tahu. Semoga Alloh senantiasa memberikan hidayahNya kepada kita semua. Amin. □ Red

Baca juga artikel Jumlah Rokaat Sholat Tarawih